Gini lho Sunkid... Waktu itu dapet air tawar sedikit di Karang Ranjang. Cibandawoh kering. Air payau sempat untuk masak sekali di muara sungai di Cikeusik, setelah menyusuri pantai yang begitu panjang. Untung rasanya masih agak tawar walau cenderung asam karena banyak sampah daunnya. Dapet air tawar yang bener2 segar dan melimpah cuma di Cibunar. Sekali lagi pake air payau untuk masak di dekat sabana waktu akan nyeberang ke Peucang. Tapi setelah mencicipi hasilnya, nggak ada yang mau makan. Rasa 'huah!' itu susah sekali dideskripsikan lho. Gimana kalau Anda cari muara dan coba sendiri?
Peace, Man! -nef- sunkid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mohon pencerahan : Bapak/ibu menggunakan air payau untuk kepentingan masak makanan dan air minum selama berapa hari ? apakah ada reaksi yang mengganggu terhadap tubuh kita? Pada hari keberapa reaksi tersebut mulai terasa? Bagaimana menanggulangi nya? Ceritain dong rasanya yang HUAH ! itu yang bagaimana nikmatnya. Terima kasih ----- Original Message ----- From: "Nefransjah" To: Sent: Thursday, March 10, 2005 4:26 AM Subject: Re: [indobackpacker] OEDJOENG KOELON 9 ��13 Februari 2005 ; Episode : Ŵungai Cikeusik yang terkenal itu�� type=text size=40 style= Wah, Jadi inget Oktober 1997. Waktu itu akhir kemarau kering kerontang, Ries. Kejar-kejaran isi veples dengan mata air. Tiap tetes yang diminum berubah jadi keringat dan langsung menguap. Tiap sampai ke sumber air, ketemu batunya doang. Jadilah minum, masak nasi dan mie pakai air payau dari muara. Rasanya... Huah! (Tapi toh itu salah satu perjalanan saya yang paling indah...) -nef- lanjutin ya ceritamu! Ariesnawaty wrote: Temans, ini lanjutannya. Kalo belum liat foto, bisa dilihat pada link dibawah ini. Total kemaren 5 hari 4 malem. Sebenernya ... masih aja kurang. Banyak banget yang harus dilihat. Medan-nya pun rupa-rupa. Mulai berpasir, sungai, hutan tropis, pantai, .. lengkap deh .... ! Salam, ariesnawaty (sori kalo double posting) OEDJOENG KOELON 9 ��13 Februari 2005 Episode : Ŵungai Cikeusik yang terkenal itu��lt;br> http://photos.yahoo.com/ariesnawaty http://asia.pg.photos.yahoo.com/ph/ewing_eyo/my_photos Day 2 (thu 10.02.05) Begitu membuka tenda. Huhuuuy..!! udah terang oiiii! Yang kami khawatirkan semalam rupanya tidak beralasan. Walau jelas terdengar debur ombak laut utara, lokasi ngecamp rupanya cukup aman dari pasang. Di hadapan kami, nampak barisan buffer pohon bakau. Jam setengah sembilan pagi, setelah sarapan, ritual pagi dan packing kami lanjutkan perjalanan. Sungai yang kemarin malam urung kami seberangi rupanya *dalam terang saja sudah* selebar 20 meter. Tetap saja mengkhawatirkan. Buaya, ular dan hewan air lainnya ..��aaf..maaf saja ya.. kami mau lewat dulu.��Sengaja sedikit gaduh, biar mereka nggak tergoda untuk bergabung dan nyebrang bareng. He..he.. Air tingginya sudah sebatas dada, warnanya coklat jernih kami lewati. Kerir, satu persatu diseberangkan. Kris malah sempat mengeluarkan kamera, membungkusnya dengan wrap plastic dan mulai menjepret Joe ala under water. (catatan : Joe jadi porter dadakan) Tidak jauh dari situ akhirnya kami tiba juga di garis tertipis di pulau Jawa. Satu jalur membelah hutan yang memotong antara laut utara dan laut selatan. Kurang lebih 40 menit berjalan, sudah terdengar debur ombak laut pantai selatan. Pos Karang Ranjang! Meletakkan keril dan berhamburanlah kami menuju pantai yang letaknya tidak jauh dari sana. Ada satu sumur yang jernih airnya. Kami mandi dan mengisi persediaan air. Mulailah Kris di emperan pos Karang Ranjang mempersiapkan set panci dan wajan untuk mulai memasak makan siang. Ngerebus kangkung, bikin sambel super pedes, plus ikan peda goreng. kami makan beralas piring daun. Hmmmmm�� Jam dua siang baru deh mulai jalan. Jalur ada disisi kanan (arah barat) menerabas hutan pakis dan pandan duri. Memotong Tanjung dan satu jam kemudian tiba di pantai di Cibandawoh yang indah itu. Dari sini sebenernya perjalanan baru saja dimulai. Sejauh mata memandang hanya ada laut-laut dan laut. Kami terus berjalan ke arah barat. Nun jauh disana terlihat bukit. Kata Pak Nahri, di kakinya *kaki bukit itu yaa.. bukan kakinya pak Nahri* itulah muara Cikeusik. Agak jauh di belakang nampak siluet kebiruan Gunung Payung. You know what ��au tau apa yang bikin frustasi? Awalnya sih seneng banget, jalan diatas pasir yang putih, bersih dan luas. Di kiri kami ada laut biru gelap dengan debur ombaknya. Di hadapan kami nampak siluet Gunung Payung. Di sisi kanan kami, hijau semak dan hutan. Sementara ombak mengejar-ngejar. Kami berjalan diantara kepiting yang miring jalannya, datang dan pergi. That�� it! Tapi lama-lama cukup bikin frustasi. Kapan nyampenya ya? Bukit Cikeusik sih udah keliatan. Tapi makin dikejar, kok makin jauh ya? Suwer! (ini pula penuturan Kris di kemudian hari dalam kesempatan ia bertelepon ria dengan Ibeth : ��ernyata teknik berjalan diatas pasir itu berbeda jauh dengan trekking di gunung ya?�� Rasanya ini kaki udah pake speed 100 km/ jam *he.he.. boong ding* masih saja belum sampai. Aku, Joe dan Erwin sudah melaju di depan. Pak Nahri sudah mendahului kami. Sedang Kris hanya sebuah titik kecil samar di kejauhan. Matahari mulai turun. Sunset yang muncul di ujung Gunung Payung, mulai memudar. Gelap mulai menyelimuti kami. Aku berhenti sejenak. Mengeluarkan kamera dan mulai mengabadikannya. Rehat dulu dan hasilnya tertinggal dari rombongan depan. Nggak terlalu jauh sih, tapi lumayaaannn. Ůulai gelap !!��batinku. Ÿah, mana udah capek! kalau nggak dipaksa terus, bakal tumbang nih.��lt;br> Joe, Erwin dan Pak Nahri sudah menghilang. Nah lo ? Kemana sih mereka? Sementara bukit yang dituju sudah dekat. Lagi-lagi aku kok nggak ngeliat kalo ada muara sungai Cikeusik. ūangan-jangan ada yang bohong nih, Sengaja dibilang begitu biar aku jadi semangat jalannya.��lt;br> Ŷh .. dasar! Konspirasi tingkat tinggi nih!��keluhku. Huaaaa.. alone !!!! (sedih deh. Sendirian disini. Apa nungguin Kris aja ya? .. tapi kalo dia ngecamp di tengah jalan gimana? Atau aku terus jalan aja ? ..as ussual .. to be continued, ��) --------------------------------- Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday! Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web [Non-text portions of this message have been removed] Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links --------------------------------- Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday! Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web [Non-text portions of this message have been removed] Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
