Kang Buyung. Mungkin cerita ini sedikit membantu... Tulisannya Bugulu, dia juga member milist ini....belum sempet di upload, karena sang Istri lagi sibuk... Saya lagi minta di lengkapi, berikuta trekking ke bawakaraeng (naik haji jee.....)....
Seperti yg saya bilang ke Kang Buyung, saya suka rebutan komputer, jadi kalau website belum di perbaiki, Harap Maklum. Karena bugulu lagi sibuk menulis buku "fisika berbasis kompentensi" alhamdulillah Buku pelajaran untuk kelas 1 SMP, Udah naik cetak dan diterbitkan....karena saya melihat buku sekolah lebih penting ketimbang saya ngutak2x PC dirumah hehehe... Salamat ya bu, ..... Tolong juga kalau sempet nulis dikit, kasih info dong ke Kang Buyung ttg Makassar... Salam ARIS Photo2x, saya sudah saya check out from my private website. six days in celebes island (1) Hari kedua di pulau yang dikenal di dunia dengan nama celebes island saya gunakan untuk mengunjungi taman nasional Bantimurung yang juga digunakan sebagai taman wisata. Taman nasional ini terletak di kabupaten Maros, berjarak 41 km dari kota ujung pandang atau sekitar 1 jam perjalanan. Untuk menuju tempat ini dari Makasar dapat menggunakan pt-pt atau angkot dalam bahasa Makasar menuju Maros, ongkosnya Rp 2000 atau bisa juga menggunakan Damri yang juga berhenti di Maros. Dari sini kamu berganti angkot yang akan mengantarkan sampai ke depan gerbang Taman wisata bantimurung dengan ongkos Rp 2500. Ditemani Netti pagi itu jam 08.00 kami sudah siap berangkat, tak sampai sejam perjalanan kami tiba di lokasi. Sebelum memasuki taman wisata Bantimurung ada objek wisata lainnya yang cukup terkenal yaitu museum purbakala "goa leang-leang". Karena saya kurang tertarik dengan sejarah, maka kami tidak menyempatkan diri untuk mampir ke sana. Untuk memasuki taman wisata ini kami harus membayar Rp 3500 per orang. Suasana Bantimurung pagi itu tampak sepi, tak banyak pengunjung yang terlihat. Gunung-gunung kapur yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman serta sungai tampak mendominasi pemandangan di tempat tersebut. Setelah berjalan kurang lebih 500 meter tampak sebuah air terjun yang memiliki lebar kurang lebih 20 meter dan ketinggian 15 meter. Sekelompok pemuda dan pemudi tampak sedang bermain air di bawah air terjun tersebut. Kami singgah sebentar di sana, lalu perjalanan dilanjutkan dengan menaiki anak tangga di samping air terjun tersebut melalui jalan yang sudah disemen. Di ujung anak tangga tampak jalan kecil yang disemen yang terletak antara gunung batu dan sungai yang mengalir. Di sungai terlihat beberapa ekor ikan kecil yang sedang berenang. Diujung jalan tersebut ada sebuah gua batu, disebelahnya tampak hulu sungai yang cukup dalam, ada tanda peringatan berbahaya di dekat hulu. Cukup lama saya dan Netti duduk di batu-batu yang banyak terdapat di sana. Sepi sekali tak ada pengunjung yang tampak di situ hanya suara aliran air yang terdengar. Dalam perjalanan kembali kami sempat melihat beberapa jenis kupu- kupu yang masih tersisa sedang terbang dan sesekali hinggap di atas genangan indah. Koleksi kupu-kupu di taman nasional yang terkenal dengan surganya kupu-kupu ini memang sudah banyak berkurang. Sebuah museum kecil yang ada di sana juga tidak menyimpan keanekaragaman jenis kupu-kupu di taman nasional yang pernah tersohor ini. Di dalam areal wisata ada sebuah gua lain yang bernama Gua Mimpi, gua ini terletak di tak jauh sebelah kanan air terjun. Seperti halnya tempat wisata lainnya di negeri ini, kerusakan alam tampak di sana sini, belum lagi sampah yang berserakan di pinggir kali menyajikan pemandang yang kurang sedap. Setelah hampir tiga jam berada di sana kami pulang. Jam 14.00 kami sudah kembali di tempat kos. Sore itu kembali aku sendiri di temapat kos karena tak lam kemudian Nita dan Netti pergi sedangkan Nefri belum kembali dari kampus. Iseng-iseng aku pergi ke pusat kota sore itu yang berjaraksetengah jam. Dengan bantuan peta Periplus, kutelusuri kota Makasar. Makasar bukanlah kota yang terlalu besar, angkutan umum pt-pt di sini terhitung banyak bahkan mungkin berlebih. Angkutan ini ada sampai tengah malam. Jadi tidak perlu khawatir mengenai transportasi di kita ini. Ada empat suku yang mendominasi di kota Makasara; Bugis, Maksara, Toraja dan Mandar. Dari pusat kota yang disebut Central, saya berjalan menuju pantai losari yang berjarak setengah jam jalan kaki melewati lapangan karebosi yang terkenal di Makasar. Sore itu tampak ada pertandingan sepak bola di sana. Pelajar sekolah dan para pekerja sudah tampak berjalan pulang sore itu. Sore itu sengaja saya bermaksud mencari informasi cara menyebrang ke pulau kayangan yang terletak tidak jauh dari pantai Losari, rencanya esok hari saya ingin mengunjungi pulau tersebut. Dari seorang sopir pt-pt informasi akhirnya saya peroleh. Sebelum pulang saya sempat mampir ke warnet sambil mencari informasi gunung bawakaraeng yang rencananya ingin saya kunjungi esok harinya. Tak banyak yang didapat. Jam setengah tujuh malam, saya putuskan untuk kembali ke kost-an karena khawatir Netti mencari saya yang pergi tanpa pamit. Dalam perjalanan pulang ada kabar dari Jenni, `team latimojong dalam perjalan menuju Makasar, Alhamdulillah. Malam itu setelah pamit terlebih dahulu ke Netti dan Nita saya bergabung dengan team latimojong di penginapan. Rencana saya di hari ketiga di kota Makasar adalah menyebrang ke salah satu pulau yang berjarak sekitar 10 menit berperahu dari pantai Losari. Ditemani Kunlun yang awalnya sempat malas ikut namun karena tak ada agenda akhirnya mau juga mengantar istrinya menyebrang. Dengan menggunakan perahu sewaan kami menyebrang teluk Makasar yang tenang menuju ke pulau Kayangan. Keindahan nama pulau ini ternyata tidaklah seindah tempatnya, seluruh pulau tampak sudah dipenuhi dengan bangunan toko dan penginapan, serta restoran. Bahkan di tengah pulau tampak sebuah panggung besar. Pulau Dugem Kunlun menyebutnya. Bukan obyek wisata yang menarik. Syukurlah masih ada hal menyenangkan di sana, kumpulan ikan-ikan kecil dipinggir dermaga sungguh indah dilihatnya. Melihat banyaknya ikan, hobbi memancing Kunlun kambuh Dengan meminjam sebuah pancing seadanya dari salah seorang pemilik restoran Kunlun memancing. Seorang pemancing Belanda yang sedang menunggu mati di Makasar, katanya begitu, mengajarkan beberapa trik memancing pada Kunlun. Ternyata memancing di tengah ribuan ikan tidaklah mudah, "Harus memakai otak kata si Belanda". Tidak puas memancing di dermaga, Kunlun akhirnya meminta pemilik perahu untuk mengantarkannya memancing di laut, dengan biaya tambahan tentu. Setelah sebelumnya mengambil alat-alat pancing ke pulau Lae-lae rumah pak zainal, pemilik perahu. Dari sana perahu melaju ke laut di dekat pulau Samalona. Pulau Samalona tampak lebih asri dibandingkan pulau Kayangan. Perairan di teluk Makasar ternyata masih cukup banyak mengandung ikan, karena cukup banyak ikan yang dapat dipancing siang itu, dan Kunlun tampak begitu gembira apalagi sempat berenang di laut yang masih terlihat jernih. Setelah lebih dari tiga jam berayun-ayun, kami kembali ke pulau Lae-lae untuk mengolah hasil tangkapan. Siang itu kami Lunch dengan hasil tangkapan Kunlun, semuanya habis tak tersisa. Sore itu setelah beristirahat kami mengunjungi sekretariat KPA Trisula di kampus UNM, setibanya di sana kami disambut oleh Ical, sang ketua sang tampak sibuk mendorong becaknya. Hampir sejam kami di sana berbincang tentang rencana pendakian ke Bawakaraeng, kami sempat pula dikenalkan dengan beberapa kawan KPA. Jam setengah delapan kami kembali ke penginapan karena Kunlun harus mengikuti pertemuan dengan sponsor dari tea, latimojong. Esok paginya setelah mengambil carriel di tempat kost dan berpamitan dengan Netti, Nita dan Nefri. Jam setengah sepuluh saya sudah berada kembali sekretariat UNM. Ical terlihat sedang packing, rencananya bersama Adam dan Fitri, mereka akan mengantarkan kami mendaki gunung Bawakaraeng. Akhirnya hari itu saya bertemu Fitri, yang ternyata lebih dikenal dengan nama Fito, pantas saja saya sulit menghubunginya selama ini. Jam 12 tepat kami siap memulai perjalanan... -----Original Message----- From: Buyung Akram [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, March 22, 2005 10:55 AM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Subject: [indobackpacker] Sulawesi ... Saya pengen sekali maen ke Sulawesi, ..gara-gara baca homepage buatan orang Belanda => http://members.aol.com/batusura/wisata.htm. Sepertinya banyak sekali hal menarik yang bisa dikunjungi. Cuma rada mikir juga, takutnya nggak bisa banyak gali info karena minim yang bisa bahasa Indoneisa, tul nggak ? Ada yang bisa kasih info, kalau disana mo nyewa mobil berapa biayanya dan dimana tempatnya ? Or mungkin member milist in ada yang berdomisili disana dan bisa jadi guidance saya untuk kunjungi objek-objek wisata tersebut ? salam Buyung Akram setiap tempat adalah unik, http://www.navigasi.net/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
