Mendaki gunung dalam hening.... Woow....., asyik sekali Mas Lethek; aku sering melakukannya....
Dalam suatu pendakian, untuk jalur-jalur yang relatif save (maksudnya jalurnya adalah jalur tunggal, tidak bercabang), aku sering mempersilakan teman sependakian untuk jalan duluan. Ini jika aku merasa lelah, agar mereka tidak terhambat perjalanannya gara-gara nunggu aku. Tapi jauh di belakang biasanya masih ada teman lainnya. Atau kadang aku yang jalan duluan dan nunggu di suatu tempat. Karena jalanku tidak terlalu cepat, dan aku pengin istirahatnya tidak terlalu lama; maka aku jalan duluan di depan. Biasanya dilakukan dalam waktu 30 menit-1 jam. Selain kedua alasan tersebut, karena aku pribadi kadang ingin menikmati keheningan alam sendirian. Waktu ke Gede kemarin, saat posisi sendirian, ada burung berwarna abu-abu tua terbang kesana kemari. Saat aku beristirahat, burung tersebut seakan-akan menemaniku. Atau saat turun dari Merapi 24 April lalu, aku pamit jalan duluan di depan karena jempol kakiku bermasalah jadi jalanku lambat, dan aku janji menunggu di suatu pos (kebetulan teman masih pada makan). Menikmati angin yang semilirnya menerpa wajahku, mendengarkan gesekan dedaunan, sungguh indaaahhh.... banget. Saat sampai di pos yang dituju, aku malah tertidur saat temen datang. Pengin cerita lebih panjang lagi sebenarnya.... Wis.... pokoke hening itu indah.... Wassalam, Endah RH ----- Original Message ----- From: "Djuni Pristiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, April 30, 2005 2:53 AM Subject: [indobackpacker] Mendaki gunung dalam hening > Mendaki gunung dalam hening > > Kita biasanya dalam mendaki gunung sibuk berceloteh, ngobrol dengan kawan sesama pendaki atau pun tidak henti-hentinya membuat keramaian/keributan. Selama dalam perjalanan kita tidak bisa diam dan hening, tapi malah sibuk dengan segala celoteh remeh temeh. > > Bila suatu ketika kita mendaki gunung lagi, cobalah eksperimen berikut: mendaki gunung dalam hening. > > Selama sekitar 30 menit dalam pendakian gunung kita diam total, tidak bicara atau ngobrol dengan kawan seperjalanan. Akan lebih bagus kalau kita dapat berjalan sendirian, sehingga kita tdk tergoda utk ngobrol atau bersenda gurau. Selama sekitar 30 menit itu kita diam, hening, dan memperhatikan. Kita memperhatikan alam sekitar kita. Kita mendengarkan suara-suara di sekitar, spt: kicau burung, pekikan elang, jeritan monyet, desau angin, gemericik air mengalir, dll. Kita mendengarkan suara-suara di sekitar, walau kita tdk dpt mengidentifikasikannya; dan kita tdk perlu bersusah payah utk mengidentifikasikannya. Kita mengamati pikiran-pikiran yg muncul di benak dan di hati. Kita juga mengamati reaksi-reaksi batin kita atas munculnya pikiran-pikiran tersebut, apakah muncul rasa takut, rasa senang, rasa marah, rasa benci, rasa cemburu dll. > > Kita bersikap hening dan waspada. Kalau kita merasa takut dengan keheningan dan kesendirian ini, kita akui saja dengan jujur bahwa kita merasa takut. Kalau kita merasa kesepian, ya kita akui bahwa kita kesepian. Kalau kita merasa berdosa telah melakukan sesuatu hal yang salah, ya kita akui bahwa kita telah bersalah. Kalau kita merasa merasa kuat dan berkuasa, ya kita akui saja ttg perasaan kuat dan berkuasa ini. > > Yang penting adalah kita terus mendengarkan dan mengamati segala hal, baik yang ada di dalam diri kita maupun yang datang dari alam sekitar kita. Bila kita terus bersikap hening dan waspada, maka suatu saat kita akan mendengar/merasa suara-suara jernih yang datang dari kedalaman diri kita yang paling dalam. Walau tdk ada yg memberitahu kepada kita, kita akan langsung tahu dan paham bahwa suara-suara jernih tersebut memberi petunjuk yg sebenarnya kepada kita. > > Tidak usah dikatakan lagi, kita akan merasa damai dan enjoy dengan diri kita sendiri. Kita akan merasa bahagia, utuh penuh. Kita berada di jalur yang benar dengan tujuan yang benar pula. Semua terasa klop (pas) di tempatnya masing-masing. Dan kita merupakan bagian dari sesuatu yg terasa klop (pas) tersebut. > > > Mampang Prapatan IV, Jakarta > Dinihari 30 April 2005 > Djuni "Lethek" Pristiyanto > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > Indonesian Backpacker Communities > visit our website at www.indobackpacker.com > "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" > > untuk bergabung kirim email kosong ke : > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
