Menengok Pulau Ubin Potret Singapura Pedalaman
(http://www.photobox.co.uk/[EMAIL PROTECTED])

Paling enak menjajah pulau Ubin adalah dengan bersepeda. Di jetty point 
bertebaran toko rental sepeda. Nyewa perhari sekitar �3 cuma harus ngecek 
kondisinya. Maklum di pantai jadi banyak yang karatan. Karena kepanasan aku 
bergerilya mencari topi. Eee ketemu dan ternyata sampingnya ada sebuah 
vihara kecil untuk pemujaan dewi Kwan Im.

Menurut SiuTao Forum: Dewi bernama asli  Pek Ie Tai Su atau Dewi berbaju 
putih yang welas asih dipuja karena seperti halnya Budha, beliau 
meninggalkan duniawi dan mencapai  tahap  Budha Avalokitesvara. Viharanya 
sendiri sangat beraroma hio dan juga ditemui beberapa naskah berbahasa cina. 
Untuk memotret tempat ibadah memang ada beberapa aturan. Salah satunya 
adalah meminta ijin. Terkadang ada yang merasa terganggu ibadahnya difoto. 
Risih kan.. Ngga abisnya aku explore tiap sudut hingga menelantarkan sepeda 
sewaan.

Route sepeda cukup bagus. Tapi kalau lewat jalan raya (means yang beraspal) 
siap-siaplah papasan dengan colt angkut. Ngga ada planning rute, pokok-nya 
pancal dulu....Saat itu  cuaca panas untung banget di beberapa tempat cukup 
rindang terutama di warung2 yang sengaja dibuka melayani turis kehausan 
dengan kelapa Thailand yang maniiiissss banget.

Ngga lama terlihat seekor kadal berukuran1.5 meter menghadang di jalan. Kami 
terpaku. Lidahnya sesekali menjulur kemerahan. Di ujung jalan seorang bapak 
dan anaknya menunjuk-nunjuk dengan panik. Mengendap aku dekati, tapi 
ternyata kalah gesit. Dengan lincah langsung beringsut ke semak belukar. 
Kukejar dengan sang bapak dan anaknya, sayang ngga terekam.

Kami lanjut lagi. Kali ini dari kejauhan tampak seekor elang perkasa 
mengitari pepohonon. Wah sasaran baru. Kejaaaaarrr......sepeda kami pacu. 
Sayang ini kelewat lagi karena hilang diantara rimbunan pohon. Perkiraan 
kami pasti mencari ikan di telaga bekas penambangan.

to be continued (sunbath di pantai Nordin dan mengintip lebah kawin..)


From: Ambar Briastuti
To: [email protected]
Sent: Friday, April 29, 2005 12:11 PM
Subject: Menengok Pulau Ubin


Menengok Pulau Ubin Potret Singapura Pedalaman
(http://www.photobox.co.uk/[EMAIL PROTECTED])

Ngiri dengan cat-per nya Aries di Oejoeng Koelon dan petualangan Aris di
pulau Sempu, minggu lalu aku sempatkan menengok Pulau Ubin. Dimana sih?
Tepatnya di perbatasan Singapura dan Malaysia atau selat Johor, ngga terlalu
jauh dari Pelabuhan Serangoon.
Dari rumah kebetulan ada bis gratis menuju MRT station di City Hall
selanjutnya mengejar jalur arah ke Changi Airport. Aku berdua aja (yah sapa
lagi...) dengan ksatria berbaju batik, tekadnya memang hanya beberapa jam
sambil fotography session.
Turun dari MRT di Tampines yang penuh dengan blok-blok rumah susun ini
lantas jalan kaki melewati pasar menuju terminal bis. Kita ngambil bis SBS
no 29 arah Changi Village. Cuaca lumayan panas hari itu, malapetaka kalau
ngga bawa topi dan suntan.
Turun di hawker centre sudah tergiur cumi kering dalam bungkusan yang
dibiarkan di jalanan. Menuju jetty point yang cuma 5 menit jalan. Ongkos
nyebrang S$2 tanpa sepeda. Barengan aku adalah serombongan anak ABG lengkap
dengan bendera dan coreng moreng di muka. Siap untuk camping. Hi..hi....
nostalgia dulu. Karena jumlah mereka yang 20 orang jadi kami didahulukan.
Yah bumboat cuma kapasitas 12 orang doang. Lama ngga naik perahu berimbas
sedikit wobbly  tapi untung cuma perasaan takut karena ngga bisa berenang
.Untuk nyebrang selat ngga lama. Cuma 15 menit, asyiknya ombak kalem banget
hari itu.
Pulau ubin ini dulunya adalah penghasil granite ketika awal merdekanya
Singapura. Tapi sebagian besar sudah terisi air dan menjadi semacam telaga.
Pemerintah Singapura tidak melakukan pembangunan apapun di pulau ini.
Seperti ditinggalkan. Tapi ini uniknya, ekosistem dan wildlife di pulau ini
menjanjikan surga bagi pecinta alam. Dengan hanya berpenduduk sekitar 100
orang yang rata-rata nelayan dan pemasok turis, pulau ubin serasa Singapura
di tahun 1960an.
Rumah-rumah panggung dari papan sederhana juga kehidupan nelayan nampak
kental disini. Juga masih terdengar suara ayam berkokok dan riuhnya burung
bernyanyi. Damai...
to be continued (ada apa dengan lizzard dan Dewi Kwan Im?)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

untuk bergabung kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke