Senin (2/5) awal pekan ini adalah hari pertama saya ngantor. Hari pertama setelah 5 pekan cuti (4 pekan di antaranya untuk jalan) serasa seperti new employee-:). Saya sungguh tertolong oleh kebiasaan mengambil password nama-nama unik dari daerah yang saya kunjungi. Jadi pagi itu tak perlu nunggu sampai jam 08.00 saat admin IT masuk. Yang jelas di kepala saya saat ini banyak sekali yang ingin minta segera dituliskan. Idealnya saya putarkan perekam terus cerita apa saja yang diingat sebelum keburu lupa. Sayangnya walkman saya nggak bisa untuk merekam. Terpaksalah saya nyicil per kata, kalimat, paragraf, alinea hingga halaman. Nota jalan saya sendiri masih bolong di sana-sini. Jalan dengan anak menjadikan jatah waktu untuk nulis berkurang. Tak apalah memang itu salah satu konsekuensinya. Di Nepal saya bisa agak sering menyambangi warnet berhubung letaknya dekat dan warnet itu punya jasa laundry tempat saya menitipkan cucian harian. Ongkos laundrynya Rs 30 (sekitar 7200 rupiah) per kilo, sama dengan rental internet 1,5 jam. Di India saya hanya sempat 3 kali menyambangi warnet, padahal warnet di hotel yang sama dengan tempat menginap. Mengapa? Jalan di India benar-benar menguras stamina. Obyek-obyek di India, terutama bangunan peninggalan kekaisaran Mughal, memang luar biasa namun jarak antar-kotanya kelewat jauh. Belum lagi panas 40 derajad yang menyengat. Sebotol Pepsi 600ml lazim di India) bisa tandas sekali teguk, padahal di Sangatta untuk menghabiskan 1500ml Cocacola saya perlu 10-an hari! Tak heran bila obyek wisata di India sering kosong melompong antara jam 11 sampai jam 2. Tentang perjalanan dengan anak agaknya perlu saya tulis secara khusus. Ringkasnya kurang-lebih begini. Pertama, bawaan tentu bertambah. Karena anak saya nggak doyan makanan instan berarti mesti masak sendiri dan membawa beberapa kompor. Untuk jaga-jaga sekiranya dia tidak doyan makan (karena perubahan cuaca) susu kami lebihkan. Untuk diapers kami salah duga. Kami hanya membawa 1 pack dari brand yang biasa dipakai. Pasti di India dan Nepal bisa dicari, begitu semula kami pikir. Ternyata hal ini keliru besar. Brand yang biasa dipakai anak kami tidak ada di India atau Nepal! Ke dua, agar anak merasa nyaman 'ritual' hariannya jangan diusik. Berapa jam dia tidur, jam berapa dia makan jangan terlalu berbeda dengan di rumah. Karena itu momen-momen khusus seperti melihat sunrise/sunset (di Taj Mahal banyak orang memburu salah satu dari keduanya), atau nonton pertunjukkan budaya sebaiknya dilupakan. Kalau memang ingin menonton, nontonnya bergantian sehingga jam tidur/makan anak tidak terganggu. Dari pengalaman selama di India dan Nepal jam biologis anak saya tetap jam-Sangatta! Ke tiga, benar sekali anak adalah ice breaker, pencair suasana. Di mana pun dia diajak, orang-orang akan cenderung menyapa. Bila di pelosok-pelosok bahasa jadi kendala, anak lah bahasa universalnya. Di New Delhi, sopir-sopir bajaj begitu sabar menanti ransel anak saya naik-turunkan saat ia tertidur. Di bandara Tribhuvan, karena menggendong anak, saya langsung didahulukan diperiksa dan disilakan boarding memotong antrian. Perlu dicatat, inspeksi di bandara Tribhuvan terhitung mengerikan. Masuk ruang keberangkatan, bagasi dilewatkan scanner, penumpang lewat detector lalu diperiksa. Masuk ruang tunggu, bagasi hand carried lagi-lagi harus dilewatkan scanner setelah itu dibongkar di depan petugas. Hand-carried istri yang berisi obat-obatan dilihat item demi item. Dari India saya membeli miniatur Taj Mahal yang dibungkus kotak kayu dengan tali. Petugas minta dibuka dan alhasil tali pun disita! Terakhir, sebelum boarding ke pesawat sekali lagi penumpang digeledah! Salam dari Sangatta Yahoo! Mobile - Download the latest ringtones, games, and more! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
