*Semoga bermanfaat,*
** 
*Salam,*
*r o n i*
http://ahmadzamroni.multiply.com/
** 
** 
** 
*Upaya Konservasi Penyu Belimbing Belum Berjalan Mulus*
http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0505/12/134645.htm

Mengingat pentingnya Pantai Jamursba Medi dan Warmon sebagai lokasi 
peteluran terakhir (the last nesting site) Penyu Belimbing Pasifik, WWF 
Indonesia bekerjasama dengan BKSDA II Papua dan masyarakat lokal di desa 
Saubeba dan Warmandi - yang pada dasarnya memiliki hak ulayat atas kawasan 
peneluran ini - melakukan upaya-upaya pelestarian di kawasan pantai seluas 
20 km tersebut selama hampir satu dekade. 

Selain melakukan penelitian ilmiah yang dilakukan 2 tahun terakhir dengan 
pihak NOAA, patroli pengawasan penyu, dan aktivitas penyadartahuan kepada 
publik, WWF juga mengupayakan penetapan status konservasi untuk kawasan 
Jamursba Medi menjadi kawasan pelestarian penyu.

Sayang, proses perubahan status tersebut berjalan sangat lambat walaupun 
beberapa rekomendasi pemerintah sudah dikeluarkan, termasuk pledge pada 
Convention on Biodiversity Conference of Parties (CBD-COP) ke-7 di Malaysia, 
tahun lalu. Ini disebabkan karena adanya perbedaan persepsi di tingkatan 
masyarakat lokal tentang kawasan konservasi dan manfaat terhadap 
kesejahteraan mereka, serta tipe kawasan konservasi yang efektif untuk 
melindungi penyu yang home range-nya bukan hanya mencakup pantai. 

Kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat berbagai hasil penelitian 
ilmiah menunjukkan perlu adanya rencana pelestarian penyu yang komprehensif; 
meliputi perlindungan areal pantai tempatnya bertelur, habitat asal 
tempatnya mencari makan dan melengkapi siklus reproduksi, serta perlindungan 
jalur migrasinya.

Sesungguhnya langkah penting telah diwujudkan Pemerintah Indonesia dengan 
menandatangani MoU IOSEA-MP (Indian Ocean and South East Asia Marine Turtle 
Memorandum of Understanding). Penandatanganan Nota Kesepahaman Mengenai 
Pelestarian dan Pengelolaan Penyu Laut dan Habitatnya di Lautan Hindia dan 
Asia Tenggara ini dilakukan dalam Pertemuan Ke-3 Negara-Negara Penandatangan 
IOSEA-MP di Bangkok yang berlangsung pada 29-31 Maret 2005.

Diharapkan dengan bergabungnya Indonesia, upaya pelestarian penyu laut - 
termasuk Penyu Belimbing - dapat dilaksanakan dengan rencana konservasi yang 
lebih terarah, menyeluruh, serta mendapat dukungan tenaga ahli yang memadai. 
Dengan kerjasama lintas negara ini diharapkan Indonesia akan mendapat 
dukungan dari negara-negara penandatangan lainnya dalam menanggulangi 
berbagai ancaman terhadap populasi penyu, termasuk aktivitas perikanan, 
perdagangan penyu illegal dan eksploitasi yang tidak berkelanjutan.

"Nota kesepahaman tersebut memberikan kepastian hukum bahwa upaya 
pelestarian penyu laut dapat dilakukan  secara lintas negara dan 
meliputi seluruh kawasan jelajah (home range) binatang yang kawasan 
pengembaraanya sangat luas ini," kata Nazir Foead, Direktur Species Program 
WWF Indonesia mengenai penandatanganan tersebut.

Namun MoU yang mulai efektif pada 1 Juni 2005 mendatang, hanyalah permulaan 
dari sebuah perjalanan panjang. Tantangan pelaksanaannya masih banyak, 
termasuk belum mencukupinya kapasitas staf pemerintah (terutama pemda) dalam 
pengelolaan konservasi penyu. Oleh karena itu WWF meminta berbagai pihak, 
termasuk LSM dan akademisi untuk mendukungan dalam bentuk ketrampilan 
teknis, peningkatan kapasitas, fasilitasi, pengelolaan pengetahuan, dan 
keahlian lainnya di bidang biologi, ekonomi, dan kelautan. 

"Agar rencana pengelolaan dan konservasi yang tercantum di dalam MoU 
tersebut dapat diimplementasikan dengan baik dilapangan, pemerintah juga 
diharapkan untuk menyusun rencana pembentukan National Task Force yang 
diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri," kata Nazir.

Adapun rencana konservasi dan pengelolaan penyu laut yang tercantum di dalam 
MoU mencakup enam bidang yaitu: Menurunkan penyebab langsung ataupun tidak 
langsung kematian penyu laut; Melindungi, melestarikan, dan merehabilitasi 
habitat penyu laut; Meningkatkan pemahaman mengenai ekologi dan populasi 
penyu laut melalui penelitian, pemantauan, dan pertukaran informasi; 
Meningkatkan kesadaran publik mengenai penyu laut dan habitatnya dan 
partisipasi publik dalam aktivitas-aktivitas konservasi; Meningkatkan 
kerjasama nasional, regional dan internasional; Mempromosikan implementasi 
Nota Kesepahaman tersebut ke dalam Rencana Pengelolaan Konservasi. 

Indonesia sendiri memiliki enam dari tujuh species penyu di dunia yaitu 
Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik atau Hawksbill (Eretmochelys 
imbricta), Penyu tempayan atau Loggerhead (Caretta caretta), Penyu belimbing 
alias Leatherback (Dermochelys coriacea), Penyu abu-abu atau Olive Ridley 
(Lepidochelys olivacae), dan Penyu pipih alias Flatback (Natator depressus). 

Indonesia merupakan habitat peteluran (nesting and rookery site) yang sangat 
penting bagi species-species penyu tersebut, selain juga menjadi jalur 
migrasi karena lokasinya yang berada dipersimpangan antara Samudera Pasifik 
dan India. Sayangnya, populasi keenam spesies penyu laut tersebut saat ini 
digolongkan rentan, terancam punah atau sangat terancam punah dalam Daftar 
Merah Species yang Terancam Punah IUCN -The World Conservation Union. 
(WWF/wsn)
  *Mengungkap Misteri Kehidupan Penyu Belimbing dengan
Satelit<http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0505/12/122943.htm>
*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

untuk bergabung kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke