Salam kenal, ini Mas atau mBak....
He.. he.. kita sama-sama berada di Borneo. Sudah lama banget pengin
jalan-jalan ke Bontang, cuma belum kesampaian. Salam dari Balikpapan.

Wassalam,
Endah RH

----- Original Message -----
From: "Masniari Nasution" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 13, 2005 2:56 PM
Subject: [indobackpacker] Karimun in my mind, antara Pesona dan
Renungan -Part1


> In the middle of March.
>
> Konsentrasi kerja mulai turun drastis, berangkat ngantor rasanya
> ogah-ogahan, laporan yang nggak kelar walaupun udah lewat dead line,
> tumpukan kertas dimeja yang mulai bikin migraine, menghayal jorok
(ups!...)
> kalo pas meeting. Nah, ini namanya alarm biologis yang udah mulai bunyi.
> Artinya aku harus segera packing, beli tiket dan keluar dari Bontang.
> Enaknya ngebackpack kemana ya kali ini? pernah sih baca di satu majalah
> mengenai Karimun Jawa, kayaknya lumayan asik tuh. Tapi udah lama juga
pengen
> ke Belitung. Apa aku lempar koin aja ya buat nentukan pilihan.
>
> ..dan pemenangnya adalah Karimun!! He..he.. nggak kok, aku kebetulan baca
> dimilis Indobackpacker yang mau ngadain tour de Karimun. Yes!! Kebetulan
> banget dan langsung clik reply buat daftar. Udah nggak sabar nih nunggu
> tanggal 4 May.
>
> Bontang berganti hari and then the story goes...
>
>
>
> Episode 1 : Penerbangan Ketiga - in flight contemplation
>
> Ini untuk yang ketiga kalinya aku terbang menggunakan Awair, yang jujur
saja
> alasan aku memilih airlines ini karena harganya yang jauh lebih murah
> dibanding airlines lain (apalagi kalau kita booking dari jauh-jauh hari).
> Maklum saja dana buat traveling ini full dari kocek sendiri :-)
>
> Tapi sebelumnya, aku nggak bermaksud untuk jadi juru promosi ataupun
> sebaliknya mendiskreditkan suatu airlines tertentu, namun semata-mata
karena
> setting real storynya berada dalam airlines tersebut.
>
>
>
> "kepada para penumpang pesawat Awair dengan no penerbangan QZ7313 tujuan
> Jakarta dipersilahkan naik ke pesawat melalui pintu A3" demikian
> pemberitahuan yang terdengar di ruang tunggu bandara Sepinggan Balikpapan.
>
> Akupun bergegas masuk kebaris antrian dan menyiapkan boarding pass,
> melangkah menuju pesawat dengan harapan bisa dapat kursi yang dekat
jendela
> agar aku bisa dapat posisi yang nyaman buat tidur sepanjang perjalanan.
> Airlines ini mempersilahkan penumpangnya untuk bebas mencari kursi
sendiri,
> dan yang jelas rebutan posisi kursi menjadi pemandangan biasa.
Alhamdulillah
> aku dapat kursi dekat jendela, dan langsung bersiap-siap untuk tidur,
maklum
> saja setelah jalan darat Bontang-Balikpapan malam sebelumnya jatah tidurku
> belum mencapai kuota.
>
>
>
> Dua kursi disebelahku diduduki oleh bapak-bapak, yang dengan ramahnya
> langsung memperkenalkan diri sebagai ketua RT 29 dan 27 kelurahan
Sepinggan
> yang katanya ke Jakarta untuk urusan PILKADA (sumpah aku nggak nanya
lho!).
> Saat mbak pramugari memperagakan safety procedure kedua pak RT tadi
terlihat
> cukup antusias, dan kemudian bapak yang duduk persis disebelahku menunduk
> dan mengambil baju pelampung yang ada di bawah kursi. Padahal sudah jelas
> bunyi peringatannya dilarang memindahkan baju pelampung. Belum hilang
> kagetku, si bapak tadi membuka plastik pelampung dan langsung memakainya
> persis seperti instruksi pramugari.
>
> Sampai disini aku bener-bener takjub sambil bengong ngeliatin si bapak
yang
> sekarang berusaha meniup pelampungnya. Aha! Ternyata bukan cuma aku saja
> yang terpesona melihat pemadangan langka begini, bahkan sang pramugari pun
> sampai melotot sangking terkejutnya dan setelah sekian detik tak berkedip
> akhirnya keluar juga ucapan "pak, itu bukan untuk dicoba."  Dengan
ekspresi
> tanpa dosa si bapak tadi nyahut, "lho mbak, kalau saya nggak coba dulu
saya
> kan nggak tau ini bagus apa enggak. Kalau nanti pesawat ini kenapa-kenapa
> trus nggak taunya pelampung saya bocor dan saya tenggelam gimana?"  sebuah
> jawaban polos yang langsung di-amin-kan oleh temennya. Apa reaksi
> selanjutnya dari si pramugari udah nggak penting lagi, yang jelas entah
> kenapa aku jadi refleks menjulurkan tanganku ke bawah kursi untuk
meyakinkan
> kalau pelampung masih ada ditempatnya, dan sepintas terlihat penumpang
yang
> dideret sebelah juga melakukannya :-) [tapi kita nggak ikutan pake lho].
>
>
>
> Jujur saja, tadinya aku menganggap apa yang dilakukan pak RT tadi cukup
> konyol. Tapi setelah itu aku berfikir dia benar-benar care akan
> keselamatannya. Terus terang selama ini jika naik pesawat, airlines apapun
> itu, aku nggak pernah memeriksa keberadaan pelampung, selain malas harus
> nunduk-nunduk, aku juga percaya kalau safety procedure yang baik telah
> diterapkan. Tapi siapa yang bisa menjamin penumpang sebelum kita taat akan
> itu? Kalau saja ada yang iseng membawa pulang pelampung dan karena jadwal
> penerbangan yang cukup padat pihak airlines nggak punya waktu lagi untuk
> memeriksa satu persatu bawah kursi penumpang, gimana coba? Begitu
something
> wrong dengan pesawat, kita baru sadar kalau kita nggak punya pelampung.
> Hiiii.syeremm.
>
>
>
> Thanks to pak RT, yang aku yakin ini adalah penerbangannya yang pertama
> [soalnya kelihatan dari over excited'nya ]. Aku jadi belajar untuk melihat
> lebih jauh dari sebuah tindakan yang tadinya aku anggap konyol, padahal di
> udara kita mempercayakan hidup kita pada orang-orang yang sama sekali
tidak
> kita kenal. Lebih berhati-hati? Why not!!
>
>
>
> Episode 2: On the way to Karimun
>
> Akhirnya pesawat landing juga di Jakarta dan waktu menujukkan pukul 11
> siang. Makan dulu di airport baru kemudian kelayapan ke rumah teman.
Janjian
> ngumpul dengan peserta lainnya jam 18.30 sore di Parkir Timur Senayan.
>
> Sore itu perjalanan menuju parkir timur macet banget [halooo.ini Jakarta
> neng, bukan Bontang :-)], tadinya aku udah khawatir banget bakal jadi
> peserta yang terakhir menghadap. Masuk pintu parkir timur aku mulai
> nyari-nyari dimana ada bis yang nongkrong, tapi udah mutar beberapa kali
> masih nggak kelihatan. Akhirnya contact mas Aris yang ternyata masih kena
> macet di MPR berikut bis'nya. Nah lho!!
>
> Eehh, ternyata aku malah orang kedua yang hadir (yang pertama mas Erwin
yang
> udah duduk manis di depan gerbang Istora). Nggak berapa lama mbak Yanti
> datang, kemudian bis datang dan kita langsung bergabung dengan yang lain.
> Satu persatu peserta datang dan suasana udah mulai rame. Honestly, ini
> adalah travelingku yang pertama dengan rombongan 40 orang (mau
backpacker'an
> atau transmigrasi bedol desa sih). Biasanya aku jalan sendiri dan sempat
> sedikit meragukan perjalanan ini bakal enjoy nggak ya, dengan 39 orang
yang
> aku nggak kenal satupun ( jawabannya ada diakhir cerita.he3)
>
>
>
> Setelah kenalan and foto-foto, kita masuk bis dan berangkat dari parkir
> timur kira-kira pukul 19.30. Aku duduk bareng Ica, kita chit-chat
> macem-macem sampai akhirnya capek dan ngantuk. Ica tidurnya pulas banget!
> Ueenaaakk tenan bisa lelap gitu, sementara aku yang pengen menebus
> kekurangan tidur kemaren malah nggak bisa tidur meskipun udah kehabisan
gaya
> and posisi :-p
>
> Bis berhenti di Subang, kita semua turun buat makan. Tapi ngeliat tampilan
> makanannya aku udah kenyang duluan, akhirnya cuma minta teh hangat yang
> rasanya tuh ajaib sekaleee. Aku yakin satu kantong teh diseduh untuk
seember
> air. Yang salutnya walaupun dalam keadaan setengah ngantuk gitu, pas
giliran
> blitz kamera lewat teman-teman tetap aja langsung "pose on".
>
>
>
> Perjalanan berlanjut dan aku masih nggak bisa tidur nyenyak, ngeliat Ica
> yang udah 'ngelungker lagi dengan indahnya rasanya pengen nonjok
> (he..he..just kidding 'Ca). Bis kembali berhenti di Kendal saat Subuh, dan
> setelah urusan masing-masing pada beres kita lanjut lagi. Sementara itu
> langit timur mulai tersenyum memamerkan keindahan paginya.
>
> Bis masuk ke pelabuhan Kartini Jepara dua setengah jam kemudian. Setelah
> bongkar muat backpack dari bis ke pickup, langsung lari ke toilet
terdekat,
> tapi .alamak.antriannya panjang euy. Akhirnya Lina ngasih tau toilet satu
> lagi yang ada di belakang restoran tapi tetap ngantri juga. Setelah plong
> langsung buru-buru jalan menuju dermaga kapal dan langsung cari posisi
enak
> (?) diatas kapal. Dikapal bergabung dengan teman-teman yang dari Surabaya,
> kenalan dengan mbak Evy dan Mas Deni yang sebelumnya sempat aku contact by
> email. Tadinya aku berencana berangkat dari Surabaya, tapi karena
> penerbangan ke Surabaya penuh akhirnya gabung ke Jakarta.
>
>
>
> Perjalanan laut 6 jam lagi. Pffhh..membayangkannya saja sudah bikin aku
> mabok laut duluan. Disodorin nasi gudeg sama Farah buat sarapan, padahal
aku
> nggak ngerasa lapar walaupun nasi terakhir yang masuk ke perutku jam 4
sore
> kemaren.
>
> "nanti perutmu kembung lho, mana kena angin laut lagi. Makan aja dikit",
> kata Farah [duh.terharu deh, jadi ingat nyokap nih]. Akhirnya aku cobain
> dikit, tapi lama-lama kok nggak berhenti ya, begitu sadar kotaknya udah
> kosong.he..he..emang lapar ternyata.
>
> Perut kenyang, ditiup angin laut, diayun gelombang, akhirnya aku baring
pas
> disebelah tumpukan telur dan tertidur. Berjam-jam lewat akhirnya siluet
> karimun mulai kelihatan, tapi rasanya kok nggak sampai-sampai ya. Saat
> siluet itu terlihat makin hijau, mesin kapal mati. Tolooongin duuonk!!!
> Akhirnya kapal kita ditarik oleh kapal yang satu lagi. I fell like the
right
> person on the wrong boat :-). Walaupun terseok-seok (kata ini bisa dipakai
> untuk kapal kan?) akhirnya sampai juga.
>
> Karimuuuuuunnn..mun..mun.(ada echo'nya nih) kami datang!!!!
>
> .to be continued.>>
>
>
>
> Salam dari tanah Borneo,
>
> Imas
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> Indonesian Backpacker Communities
> visit our website at www.indobackpacker.com
> "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned
immediately"
>
> untuk bergabung kirim email kosong ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

untuk bergabung kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke