Kau Tetap Sahabat-ku...Kau tetap Sahabat-ku Disaat kita nikmati kebersamaan banyak hal terlewatkan begitu saja keceriaan, gelak-tawa serta canda semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersedia seolah tak mampu untuk menampungnya begitu cepat berlalu berlari seolah tak mau berhenti kenangan-kenangan itu terasa tak kala kita pergi pergi meninggalkan semua kegembiraan yg melenakan satu persatu kenangan itu diputar kembali ada sederet senyum saat terlintas film-film yg lalu kenapa kegembiraan itu hrs pergi? kenapa tak selalu mengikuti ku kemana pergi? kapan ini semua akan terulang? akankah kita tetap seperti ini? Sahabat... semua yg pernah kita jalani hari demi hari, waktu demi waktu tak kala kita lalui semuanya bersama banyak hal yg pernah terjadi semua kita lalui dgn segala kekurangan yg kita miliki kadang benci, kesal dan kecewa juga senang, hormat dan sayang sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa? yang sering kali tak pernah kita syukuri NB : mungkin banyak hikmah dari diskusi yg terjadi selama ini, dan semoga akan membuat kita semakin dewasa, semakin arif dalam bertindak dan semakin santun dalam bergaul. --- In [email protected], ambar briastuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam Indah, > > Hiks jadi terharu Indah tapi sebagai wacana ke depan kita teruskan > diskusinya ya. Saya bisa paham dengan "keliaran" ide. Kreativitas > itu ngga ada matinya selama kita bernafas. > > First, keprihatinan Igo merupakan pertanyaan wajar (terlepas dari > etika cross posting-nya). Tapi apakah lantas ia juga berhak > mengatakan keseluruh dunia bahwa Indah ini (dan upaya melegitimasi > milis) sebagai bagian dari "kriminal" terhadap alam. Off course he > hasn't got right. > > Kedua, soal perspektif. Kayaknya memang lucu sih kalo kita mencoba > membayangkan benak si umang-umang. Akan menjadi sebuah cerita fabel > yang menarik. But, that's it. Only for story. > Ide boleh liar tapi apakah kita juga membiarkan menjadi sebuah > jalinan pola keseharian. Jadi devide of the idea from creativity and > imagination. Dua2nya mirip tapi beda. > > Ketiga, upaya tampil beda. Indah berhasil koq, buktinya saya > menikmati cerita perjalanan seperti rasanya ikut rombongan Backpacker > ke Karimun. > > Keempat, baik saya dan Ica ngga pernah merasa gagah sebagai pencinta > alam (sorry Igo saya ngga suka berkoar-koar). Kami hanya menikmati. > Terduduk diam di sudut sembari bergumam. Hmmm indahnya dunia ini. We > didin't do anything about the rest. Biarkan saja. > > Kelima (terakhir sebelum pada ngantuk), adalah ini upaya persuasive. > Ngga ada menekan atau menghakimi. Ngga ada posting tentang tuding- > menuding. Ngga ada gerundelan tentang milis lain. Silakan saja. > Kebebasan kita dibatasi kebebasan orang lain. > > udah deh tidur aja.... > > salam > ambar at http://ambarbriastuti.blogspot.com > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/B9pRWD/3MnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
