Barangkali tulisan ini pernah kuposting, mohon maaaaff.... (soalnya
komputerku pernah trouble).
Pukul 06.05 WIB : Suatu pagi, dalam pesawat Pelita rute
Bandung-Surabaya....
Pagi itu..., mendung menggantung tebal memayungi Kota Bandung. Aku dalam
perjalanan menuju Surabaya menggunakan Pelita Air. Seperti rutinitas biasanya,
saat boarding setiap penumpang menuju tempat duduknya masing-masing. Tidak ada
hal yang istimewa sama sekali. Begitu pula saat seorang pria (sebut saja A)
masuk, dan ternyata seat (tempat duduk)nya dekat jendela ditempati oleh seorang
bapak berusia sekitar 60 tahunan (sebut saja B).
B mungkin keliru menafsirkan seat yang tertulis pada boarding pass-nya,
karena seharusnya tempat duduknya di pinggir tengah (dekat jalan). Saat itu
pramugari minta maaf kepada B dengan mengatakan seat-nya salah. Terlihat B-pun
juga tidak mempermalahkan hal tersebut. Saat B hendak berdiri untuk pindah,
pramugari minta maaf sekaligus menawarkan dengan ramah kepada pemilik seat
yaitu A, apakah tetap mau menempati seatnya yang dekat jendela, ataukah seatnya
B yang di pinggir tadi. Setelah A berkata bahwa nggak masalah dia duduk di
pinggir (seatnya B), B-pun duduk kembali dan tidak jadi pindah.
Sepertinya kesalahan kecil begini bukanlah sesuatu yang rumit, dan aku
pikir ini juga sudah selesai.
30 detik kemudian....
A yang sudah duduk manis, tiba-tiba bangkit berjalan menuju ruang
pramugari yang terletak di belakang pilot dekat pintu keluar/masuk. Ruang itu
terhalang selembar kain gordyn berwarna biru. Aku yang duduk berjarak satu
kursi dibelakangnya juga mungkin penumpang lainnya, tidak begitu memperhatikan.
Sampai beberapa detik kemudian terdengar suara seseorang yang marah besar
kepada pramugari. Meski terhalang kain gordyn, namun tentu saja ruang tersebut
tidak kedap suara, sehingga nyaris seluruh penumpang pesawat jenis Fokker
tersebut mendapat 'sarapan yang tidak sedap' dengan mendengarkan omelan A
kepada pramugari.
"Pramugari seharusnya bertindak tegas dong kepada penumpang yang salah
duduk. Mestinya nggak usah pakai menawarkan dulu ke saya, tapi langsung tegas
penumpang yang salah duduk (B) tadi...., suruh pindah....!!", suaranya
terdengar keras.
"Kalau begini caranya saya tidak puas...., pelayanan macam apa ini....!".
Demikian sebagian omelan A tadi ditambah beberapa omelan panjang lainnya yang
terdengar lebih keras.
Marah karena kesal terhadap sesuatu adalah hal yang biasa. Tapi jika
kemarahan tadi diungkapkan tidak pada tempatnya, apalagi ditumpahkan di tempat
umum dengan penuh emosi (meski mungkin A sendiri nggak nyadar bahwa seluruh
penumpang bisa mendengar kemarahannya), tentu membuat orang lain merasa tidak
nyaman bahkan terganggu.
Memang yang diperjuangkan adalah seat haknya A. Tapi bukankah sebelumnya
waktu pramugari menawarkan seatnya B yang masih kosong, A sendiri langsung
setuju dan mengatakan nggak masalah; tapi kenapa kemudian tiba-tiba dia marah
besar. Kalaupun dia kesal kepada pramugari dan B, tak semestinya dia malah
membikin kesal penumpang lainnya. Aku yang sama sekali tidak kenal kepada A,
hanya geleng-geleng kepala. Sedikit berpikiran nakal, mungkin semalam A habis
berantem sama isterinya, mungkin lagi bete atau bad mood, atau sedang ada
masalah lainnya..., entahlah...!. Yang jelas masalah tempat duduk itu mungkin
hanya sekedar pemicu. Namun...., kenyamananku dan juga penumpang lainnya pagi
itu benar-benar terusik.
Peristiwa di atas bisa menjadi bahan renungan bagi kita jika mengalami
hal yang sama ataupun hal yang mirip, atau mungkin persoalan lain; untuk tidak
menumpahkan emosi kita di tempat umum atau di sembarang tempat. Sungguh tidak
enak didengar oleh orang lain.
Semoga PR (Pengalaman Rohani) di atas dapat diambil hikmahnya. Amin.
Wassalam,
Endah RH
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
untuk bergabung kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/