Lembata, sorry.. belum sempet share di Milist

photo, lihat di http://odesya.multiply.com/photos/album/36

Kemarin Kami Pulang dari Rote - Kupang..
Lalu Tembak Naik Pesawat TranSNusa ke Loweleba, tiketnya Rp, 446.000
dimanapun Beli, harganya sama.. ada 3X flgh a weeks.. senin - Rabu -
Sabtu Jam 09.00.-

Kapal Laut, dari Kupang ada Fery ongkosnya 46.000 to Loweleba.
kalau dari Larantuka, ada banyak sekali Kapal perintis to loweleba -
transit di Waywerang.  ongkosnya Rp. 25.000,-

di loweleba, kemarin kami Hoki, di bandara nya nggak ada Publik
transport termasuk Ojek nggak ada disini, kalau mau naik Angkot harus
jalan kaki sekitar 1 Km ke Jalan Raya.
Naik Ojek, harus di pesan, tapi bingung...mau di pesan dimana.

jadi, kami di antar oleh orang baik, ternyata dia Anggota dprd
lembata.. sampe ke Terminal Timur.  ada 2 terminal di lembata, Barat
dan Timur.

dari terminal Lembata, ada puluhan Bus Kayu / Truk jurusan Wolandoni,
Lamalera, dll...
kalau Ke Lamarela, ada 3 Truk yg namanya "Firdaus, Kasih Bunda, duh
lupa yg satu lagi namanya apa.."..
nggak ada nama jurusan, semua truk di tandai dengan Nama di bak nya..
Rata2x, berangkat dari Lembata sebelum jam 01:00 siang, kelewatan..
harus Nunggu besok lagi.

ongkosnya Rp. 30.000,- 

Truck ini nggak hanya angkut orang, tapi apa saja yg dibawa orang
dibawa, termasuk pigy, doggy, guguk, dll... pokoknya seru banget deh.. 

begitu juga sebaliknya,.. Truk berangkat dari lamarela sebelum jam
04:00 Pagi.. jadi harus Standby, kelewatan.. nunggu besok lagi..

akomodasi di Lamarela ada 3 homestay, All homestay price Incl 3 Times
Meal  @ 50.000   
kemarin kami menginap di WhiteHouse Building, alias Rumah Putih milik
Bapak Yosep, di kelola oleh Guru.  Nice View of the Village lho..

Makanan, duh.. disini agak repot kalau merasa risih, Maklum Aroma
Piggy lumayan menyengat...

penduduknya ramah2x, dan friendly.. terus, di desa ini kita di
sarankan pakai pakaian yg sopan, termasuk kalau mau berenang di
Pantai.. di larang pakai swimsuit..

100% penduduknya katanya di buku di tulis beragama Old Catolic!

semoga bermanfaat...  oh ya, untuk Pelni hanya ada KM. Awu yg mampir
Lembata.

yg paling berani, nangkep Paus, sebenernya bukan orang desa Lamalera,
tapi Desa Lamakera, tahun ini mereka katanya sudah dapat 3 paus, di
Lamarela, belum satu pun tertangkap..
padahal, hari minggu sebelum kami datang, sempat terlihat..

Buruan nggak hanya Paus, tapi Ikan Pari Mantaray, Lumba-Lumba, Penyu..
dll..   kemarin kami hanya lihat Penyu..

Kalau Mau ke Ausie, gratis.. rajin2x ikut Peledang, kalau pas lagi
apes, ikan Paus bisa bawa peledang sampai ke Laut Ausie Lho.. ini
cerita para "lamafa = Juru Tombak"..

Pantes aja, Bandara International Eltari Kupang hanya ada Penerbangan
International Darwin to Kupang untuk Kirim Nelayan kita yg ketangkap
di Ausie..hehe..

salam
ARIS




--- In [email protected], Janji Joni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Coba cek ini : 
>    
>  
http://web.gatra.com/2006-08-02/majalah/artikel.php?pil=14&id=96792&crc=-1292243165
>    
>   atau ini :
>    
>  
http://www.photoimageindonesia.com/page.php?display=library&by=lokasi&bahasa=id&id=91&tmk_id=d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e
> 
>   Atau telepon Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (LKBN ANTARA) di no
telp. 021- 3458771, bilang ingin bicara dengan Mas Hermanus Priatna,
beliau pernah bikin laporan lengkap ritual dan upacara perburuan ikan
paus ini. Malah pernah di muat di KOMPAS satu halaman penuh berupa
esai foto. Atau Bung Bona juga GFJA, dia putra daerah Lamalera.
>    
>   Atau juga Joseph Arkian, dia asli putra daerah. Tahun kemarin
pernah bikin foto esai tentang perburuan ikan paus di lamalera.
Sekarang dia fotografer TEMPO bisa dikontak di jantornya  021 - 7255625.
>    
>   Selamat berburu.
>    
>   PS. 
>   Informasi tambahan ya... bawa duit yang banyak...,soalnya kalo
berhasil motret ikan paus harus bayar 1 juta sama pemuka
adat....kontroversi memang. makanya hubungi Bona biar gratis. Dia itu
disegani disana. Dia juga mempertanyakan komersialisasi perburuan itu.
>    
>   PSS.
>   Kalo motret paus ikut perahu nelayan bayar 50ribu ke nelayannya
(itu tahun yang lalu). 
>    
>    
> resa_anasto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Hi Guys, sekalian menyambung yang sebelumnya tentang Ende,
saya 
> terlupa mengenai Lembata dengan desa yang dikabarkan masih berburu 
> ikan paus pilot dengan cara konvensional, pernah dengar nggak? 
> Bagaimana ya cara ke sana dan ada siapa begitu di sana yang mungkin 
> bisa saya hubungi.
> 
> Thanks ya sebelumnya
> 
> --resa b. anasto--
> 
> 
> 
>          
> 
>  Send instant messages to your online friends
http://asia.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






"No spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
forum online please visit http://forum.indobackpacker.com

"Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang tidak Perlu dan kkutip bagian 
yang perlu saja"

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari Virus dan Menghemat 
Bandwidth.

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke