Himalaya dan Everest?  Tergantung dari mana Anda
menempatkan diri.  Lebih tepat, ke mana Anda berpihak.
 Saya hanya menambah apa yang sudah ditulis
rekan-rekan lain.

Sadar atau tidak, nama-nama pada dasarnya adalah
kolonialisasi yang dinikmati-:-).  Ini berlaku lebih
khusus bagi orang Indonesia.  Adakah yang asli kalau 
kita bicara tentang Indonesia (dari bahasa tentunya)? 
Kata Indonesia sendiri berasal dari Latinisasi bahasa
Yunani.  Indus (dari Indos) artinya India, nesia (dari
nesos, ingat rangkaian kepulauan Melanesia dan
Mikronesia di Pasifik) artinya pulau-pulau. 
Indonesia, pulau-pulau di belakang Hindia.  Dari sini
bisa dianalogikan bahwa sungai Indus itu sungai yang
di seberangnya ada India.  Ada yang bilang nama ini
diberikan Megas Alexander (Alexander Agung).  Benar,
India memang punya budaya berpengaruh tapi namanya pun
berbau Yunani!  Orang India menyebut negaranya Bharat.
Ingat Mahabharata, keluarga bharata yang besar.

Karena dewasa ini (mungkin malah sejak era eksplorasi)
hegemoni (budaya) barat demikian kuat, semuanya pun
dilihat dari kacamata mereka. Columbus dan Cook
dianggap 'penemu' Amerika dan Australia.  Apa itu
tidak melecehkan orang Indian dan Aborigin?  Himalaya
disebut Everest.  Kok sepertinya seenaknya saja. 
Himalaya itu kata Sanskrta.  Himal kira-kira daratan
yang tertutup salju (di Nepal ada salah satu puncak
bernama Ganesh Himal), laya hampir sama dengan tempat.
 Di Jawa (yang bahasanya turunan ke sekian dari bahasa
Sanskrta), laya diartikan kuburan.  Banyak nama-nama
tempat pemakaman yang diakhiri dengan kata laya.  Di
Solo, misalnya, ada daksinalaya.  Daksina sendiri
artinya kanan atau memutar ke kanan.  Karena orang
Arya masuk ke India dari arah barat, daksina (sisi
kanan) ada di selatan.  Makanya daksinapati pun
letaknya di selatan.

Orang Nepal menamai Himalaya, Sagharmata.  Shagar
(ingat kata Jawa/Bali/Lombok segara) artinya laut. 
Shagarmata padanannya kening dari lautan.  Sungguh
ajaib, meski hidupnya penuh mitologi orang Nepal sudah
tahu lebih dulu ketimbang para geolog(ist).  Himalaya
memang lipatan dari sisi selatan lempeng Eurasia (Asia
Tengah(?)) yang melesak ke atas ditabrak lempeng anak
benua India.  Karena tabrakan berkepanjangan puncak
Sagharmata pun bertambah 0,5-1cm per tahun.  Sedang
Orang Tibet punya nama sendiri Qomolangma, ibu bumi.

Saya punya hipotesa yang dianggap Himalaya itu bukan
hanya rangkaian pegunungannya, tapi juga titik
tertingginya.  Sayang saya belum menemukan buku yang
mendukungnya.  Hanya saja ada padanan, dalam
Mahabharata untuk menggapai moksa keluarga Pandawa
menuju Himalaya.  Yang dimaksud di situ tentu bukan
Manaslu, Macchapuchare, atau sebangsanya.

Salam dari Sangatta


> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Wahyu setyawan
> Sent: Wednesday, November 22, 2006 7:12 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [indobackpacker] HIMALAYA tahun depan
> ????
> 
> nah, ini dia nih,
> saya mau tanya pertanyaan bodoh
> tapi mending pintar sekarang daripada bodoh sampai
> nanti kan?
> 
> himalaya dan everest, apa perbedaan yang
> mencoloknya?
> 
> saya sih pengennya yang mampir Tibet juga..
> 



                
____________________________________________________ 
Yahoo! Singapore Answers 
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg

Kirim email ke