Setahu saya, Borobudur BELUM pernah termasuk dari 7 keajaiban dunia....
Dari dulu yang namanya 7 keajaiban dunia adalah: (1) Piramida Giza, (2) 
Taman Gantung Babylon, (3) Mercu Suar Alexandria (4) Patung Dewa Zeus, (5) 
Musoleum, (6) Colossus dan (7) Kuil Artemis ...dan versi lain menyebutkan 
Stone henge dan tembok Besar China termasuk dalam Seven Wonders.... tapi 
Borobudur??

Dari berbagai sumber belum pernah saya baca bahwa Borobudur termasuk dalam 
tujuh keajaiban dunia....
Lagi pula Borobudur dibangun setelah ratusan tahun setelah masehi, 
dibandingkan dengan ketujuh daftar di atas yang lebih tua, ratusan tahun 
sebelum masehi.... 

Sewaktu SD saya malah percaya waktu Bu Guru menerangkan Borobudur termasuk 
dalam 7 keajaiban dunia, setelah 'gede' dan check dari berbagai sumber... 
ternyata memang nggak termasuk dan tidak akan termasuk dalam tujuh 
keajaiban dunia....

Dulu 'setara' dengan Menara Pisa, Taj Mahal, Angkor Wat, etc... ibaratnya 
'second' Seven Wonders......


Regards,

Adi Kuncoro





joko santoso <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
11/24/2006 01:39 AM
Please respond to indobackpacker
 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        [indobackpacker] Borobudur (WoI)



Kompas (Selasa, 21-Nov-2006) memuat kabar Borobudur
terancam tak tercantum dalam 7 keajaiban dunia atau 7
wonders of the world (WoW). Sama halnya saat Pluto
didepak dari tata surya buku pelajaran bakal ikut
geger. Papan-papan petunjuk di seputar Magelang dan
Muntilan yang menyebut '7 keajaiban' pun siap dicabut.
Adakah kebanggaan kita ikut tergerus?

Diakui atau tidak daftar mutakhir WoW sangat lentur. 
Setiap negara rasanya punya senarai sesuai versinya. 
Kambodja memasukkan Angkor Wat, India menyertakan Taj
Mahal, Yordania mencatut Petra, Peru tak mau Machu
Picchu disisihkan, China pasti tak rela Tembok
Besarnya tersingkir, Mexico pun susah menerima bila
kota kuno Tenochtitlan disepelakan. Bahkan di
negara-negara Afrika pun pasti oleh penduduknya ada
yang dianggap mahakarya klas dunia semisal gereja
Orthodoks di Ethiopia atau masjid dari tanah liat di
Djenne (Mali). Lantas mengapa perlu dilakukan
standarisasi? Mencoloknya, salah satu yang masuk
usulan itu adalah patung Liberty! Edan ora? 
Benr-bener keterlaluan! Dalam hal apapun negara
George Bush itu memang tak mau ketinggalan! Jujur
saja, apa kriteria mahakarya pantas diberikan ke
patung yang belum genap 125 tahun itu? Apa layak ia
sejajar piramida yang telah 35 abad diterpa debu
Sahara? 

Mengapa hanya 7, bukan 9 atau malah 15? Ini memang
mengikuti hal-hal yang sudah dianggap baku. 
Menjelajah tanah asing untuk memperkaya isi kepala
telah dikenal masyarakat Yunani kuno. Dari tualang
turis-turis purba ini ditemukan mutiara-mutiara
arsitektur nan memukau. Sebuah epos Alexandria
(menurut Kompas penulisnya seorang Yunani dari Sidon)
mencacah mutiara itu ada tujuh yaitu piramida di
padang Giza, kuil Zeus di Olympia, mercu suar Pharos
di Alexandria, kuil Aertemis di Ephesus, taman gantung
Babylonia, mausoleum Hallicarnassus, dan Colossus di
Rhodes. Dari ke-7 monumen tinggal piramida yang
selamat dan masih bisa dilihat oleh generasi masa
kini.

Mengapa ke-7 monumen WoW hanya di seputar Laut Tengah?
Akibat terbatasnya sarana transportasi? Saya bisa
memastikan bukan itu alasannya! Selain piramida, ke-6
monumen lain dibuat pada kisaran abad VII sampai III
SM. Padahal di abad VIII SM, Herodotus telah
menyusuri Nil. Ia menghulu sampai di kuil Karnak. Di
sana ia mencatat bahwa para rahib Kibti (Mesir kuno)
menyucikan diri 2x di kolam keramat. Siapapun yang
sudah sampai Karnak (kini 3km utara Luxor) pasti
terperangah. Betapa dahsyatnya pusat religi Mesir
kuno itu di masa jayanya.

Jadi benarkah 7 itu memuat diskriminasi? Entahlah. 
Yang pasti dunia memang telah lama dikepung misteri 7.
Tuhan mencipta dunia dalam 7 hari. Menurut St.
Agustinus ada 7 dosa mematikan. Pelaut pun baru sah
mengaku sekelas Sinbad atau Thor Heyerdahl bila telah
mengarungi 7 samudra. Pemeluk Hindu di anak benua
India pun punya 7 tempat suci dan 7 sungai sakral. Di
abad pertengahan universitas di Eropa punya paket
ketrampilan '7 artes magistrates'. Keris Empu
Gandring minta tumbal 7 nyawa. Bahkan sebuah acara
adat di Jawa pun tak akan dimulai tanpa tersedianya
air dari 7 mata air!

Ketimbang risau pada nasib Borobudur lebih baik kita
berpikir produktif. Mengapa kita tak menyusun sendiri
'7 keajaiban di Indonesia' (WoI)? Ide ini saya pinjam
dari tayangan '7 Wonders of Jordan' milik maskapai
'Royal Jordania'. Malah bila perlu lebih dari 7. 
Mana saja sentuhan tangan empu-empu Nusantara yang
patut dinilai keajaiban? Tinggal memilih pun bukan
hal sepele. Lihat saja senarai kandidatnya yang cukup
panjang dibawah ini:

Borobudur,
Prambanan,
kampung Bawomataluo (Nias Selatan), 
desa adat Kete' Kesuk (Rantepao, Toraja), 
pura Besakih, 
kampung Rende Umalulu (Sumba Timur), 
masjid besar Banda Aceh, 
masjid besar Demak, 
masjid besar Ternate, 
kompleks rumah adat/makam raja Sidabutar di Toba, 
kota lama Jakarta, 
kota kolonial Banda Neira, 
kota kuno Semarang. 

Mana pilihan teman-teman? Atau malah punya kandidat
lain yang dielus-elus?

Salam dari Sangatta
22-Nov-2006


__________________________________ 
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. 
http://sg.movies.yahoo.com/

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke