Saya adalah salah satu pengguna jalan raya Malang-Surabaya yang cukup sering (1-2x per minggu). Saya pikir masalah yang ditimbulkan lumpur Porong hanyalah pada jalur ini, dan saya tidk menduga akan mendapatkan kenyataan yang cukup menyedihkan beberapa hari yang lalu jauh dari Porong.
Beberapa hari yang lalu saya ke Gn. Bromo. Ketika datang, saya tidak menemukan sesuatu yang aneh. Keesokan subuhnya, saya naik ke Puncak Penanjakan untuk melihat pemandangan matahari terbit disana, yang konon merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama matahari terbit. Ketika sampai disana, saya hanya mendapati sekitar 30 orang yang ada disana, dan yang bukan turis asing rupanya hanya kami berdua, 1 orang wanita, dan satu keluarga (5 orang). Penasaran dengan kenyataan ini, saya mulai berbicara dengan penduduk di desa Wonokitri (ini desa terakhir sebelum Bromo), dan saya diberi tahu oleh penduduk bahwa dulu sebelum ada lumpur Porong, minimal pengunjung di Puncak Penanjakan adalah 200 orang! Sungguh penurunan yang drastis sekali. Saya mulai membayangkan nasib orang-orang disana yang hidupnya bergantung pada pariwisata (yang untungnya gak banyak, karena mata pencaharian utama mereka adalah pertanian). Memang bom Bali II berperan juga, tetapi penurunannya tidak sampai 10%. Di tempat penginapan saya pun mulai mengamati karena ternyata hanya kami yang menginap disana. Dan penduduk lokal juga bercerita, ketika lebaran 2005, mereka bingung menyediakan penginapan bagi para pelancong, tetapi di lebaran 2006 ini bahkan ada penginapan yang sama sekali tidak ada tamu! Mungkin bagi sebagian orang ini tidak mengejutkan, tetapi buat saya, cukup membuat shock. 10 tahun yang lalu Indonesia dikenal sebagai salah satu tujuan wisata utama di Asia. Tetapi kenyataan saat ini, setelah kedua bom Bali, lumpur, kerusuhan Poso dan Ambon, semua itu menjadi seperti mimpi di siang bolong. Saya juga tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan semua keadaan itu. Tetapi saya menulis e-mail ini dengan harapan bisa menggugah para anggota milis kita tercinta ini untuk melemparkan ide bagaimana mengembalikan kejayaan negara kita sebagai salah satu tujuan utama wisata di Asia. Siapa tahu ide-ide kita bisa didengar sama yang punya kuasa, termasuk para pemilik Lapindo Brantas Inc., untuk kembali menagangkat pamor negara kita. Kita memliki sangat banyak sumber daya alam pariwisata, yang menurut para pengamat pariwisata internasional, dapat menghasilkan devisa jauh melebihi jumlah devisa yang dihasilkan minyak. Thank you for reading! ________
