Sependapat dengan Mas Puguh.

Di tempat saya menginap di Kairo, wawasan pemilik
maupun penerima tamunya bisa dipuji.  Mereka tahu
info-info terkini, bisa 'mengambil hati' tamunya yang
dari Indonesia dengan mengungkap kemesraan
Nasser-Soekarno di tahun 50-an.  Diajak membincangkan
beberapa karya-karya Naguib Mahfouz pun mereka fasih
(FYI .. Mahfoudz wafat sekira 3 bulan lalu di usia 91
tahun).  Trilogi Kairo (Palace Walk, Sugar Street,
Palace of Desire) dan Midaq Alley kami singgung. 
Setting ke-4 buku itu ada di Old Cairo.  Midaq,
terutama, sangat menggoda lantaran meminjam nama
sebuah lorong tak sampai 100m dari Al Azhar.  Begitu
saya coba ganti topik ke Nawal, nampak sekali
ke-tidak-suka-an mereka.  Terutama si penerima tamu
(berasal dari Middle Egypt, sekitar Beni Suef) yang
sudah lewat setengah abad.

Sebagai sesama ikon Mesir, Nawal sepertinya
bertolak-belakang dengan Umm Kholtum (di Indonesia:
Umi Kalsum).  Bila Um Kholtum menautkan dunia Arab
sudut ke sudut lebih dari maskapai manapun, Nawal
dianggap sebaliknya.  Ia menempuh jalan yang sangat
tidak biasa.  Tentunya kaum lelaki di sana tak rela
kehilangan dominasinya (serupa dengan George Bush yang
paranoid dengan gertakan Kim Jong-il-:)).  Tapi orang
besar selalu punya kemiripan.  Mereka diambut hujan
batu di negerinya.

Bagi yang hendak ke Mesir, silakan baca karya-karya
Mahfoudz dan Nawal sebagai bekal.  Panduan-panduan
standard (LP, RG, Let's Go, NGT) hanya menuliskan apa
yang dilihat, yang dibeli, bagaimana ke sana dan modus
transportasinya.  Sementara buku-buku Mahfoud dan
Nawal mengisahkan denyut nadi keseharian di sana.

Salam dari Sangatta



> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> puguh_imanto
> Sent: Wednesday, November 29, 2006 4:36 PM
> To: [email protected]
> Subject: [indobackpacker] Re: Buku: Catatan
> Perjalanan Keliling dunia
> Nawal L saadawi
> 
> Di Gold Souk - Dubai, saya ketemu dengan pria etnik
> Arab. Karena 
> keliatannya dia mengenyam pendidikan yang cukup
> tinggi, iseng saya
> bilang, saya pernah baca beberapa bukunya Nawal. Doi
> langsung naik
> darah! Gak marah ke gue sih... cuma pada dasarnya
> dia anggap Nawal
> sebagai perusak tatanan budaya.
> 
> Mungkin seperti bilang ke Mochtar Lubis bahwa kita
> pemuja Pramoedya.
> 
> poeg
> 




                
__________________________________ 
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. 
http://sg.movies.yahoo.com/

Kirim email ke