3 tahun lalu saya (dan istri) ke Urdun (Yordania) pakai 'Royal Yordan' (RJ). Harga tiket RJ jauh lebih murah dibanding maskapai tetangga-tetangganya. Entah sekarang RJ masih hinggap di Jakarta atau nggak. Yordania itu kecil, ujung ke ujung (utara-selatan) hanya 4,5 jam dengan bis. Kota utamanya Amman. Obyek andalannya Jerash dan Petra. Jerash itu dulu kota kuno Romawi Gerasa. Kalau belum pernah melihat situs Romawi, Jerash cukup menakjubkan. Ia bisa jadi hanya diungguli oleh Forum Romanum (Roma) dan Ephesus (Efes, Turki). Jerash sekitar sejam dengan bis umum dari terminal Abdali. Bila sudah sampai Jeras sebaiknya diteruskan ke Umm Qeis. Dari sana Israel (danau Tiberias) dan Suriah (Dataran Tinggi Golan) sudah nampak di depan hidung.
Petra berada di Jordan selatan . Dari Amman bisa pakai bis umum, hanya 3,5 jam dari terminal Wahadat. Tiket masuknya terusan. Kalau waktu terbatas, membeli tiket 2 hari cukup untuk melihat 80% monumen yang ada. Kalau hanya trekking ke tempat umum (Al Deir -- monastery) atau High Place of Sacrifice, cukup dilakukan sendiri. Kalau mau menjelajah (yang tentunya lebih dari 2 hari), misalnya sampai ke Jabal Harun (makam Nabi Harun), disarankan dengan guide. Yang pasti jalur treking di sana berdebu. Sebagian debu bercampur kotoran keledai (Ini serupa labyrnth yang meliuk-liuk di Santorini). Tak kuat jalan? Ada keledai sewa. Tapi naik keledai lebih cocok untuk 'uji nyali'-:). Kaki kita sendiri nginjak tubir jurang saja keringatan, apalagi bila yang nginjak kaki keledai dan kita ada di punggungnya keledai-:). Di tengah keterpukauan melihat kota merah mawar itu ada hal yang mendatangkan prihatin. Di dalam situs Petra (dari al Khazneh hinggal al Deir) ada banyak penjaja souvenir. Mereka adalah badui Arab yang dulunya berrumah di batu-batu yang dipahat. Konon 3-4 abad silam, letak pintu masuk ke Petra sangat dirahasiakan. Para badui khawatir diketahuinya Petra oleh dunia luar akan mencelakakan mereka. Sedikit-banyak kekhawatiran itu telah terbukti. Para badui itu direlokasi. Apakah status warisan dunia mengharuskan steril, atau minimal jauh dari aktivitas manusia? Coba lihat kawasan Fatimiah, Kairo dan kota Kathmandu di sekitar istana Hanoman Dhoka. Keduanya juga warisan dunia dan masih tetap dipakai untuk tempat tinggal. Salam dari Sangatta ----- Original Message ---- From: Yulia S <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, 6 December 2006 11:09:47 AM Subject: [indobackpacker] Petra -jordania? hai hai.. ada yg bisa kasih info ttg travel ke jordania? gw kpingin bgt ke Petra... so breathtakingly beautiful... tp berapaan yah ke sana? pls help!!!! Recent Activity 50New Members Visit Your Group SPONSORED LINKS Backpacking travel insurance Backpacking travel Travel Deals Yahoo! FareChase Find great prices on airline flights Yahoo! News Kevin Sites Get coverage of world crises. Yahoo! Groups Start a group in 3 easy steps. Connect with others.. __________________________________ Meet your soulmate! Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather http://asia.yahoo.com/meetic [Non-text portions of this message have been removed]
