Kepada rekan-rekan pencinta `n peminat dunia diving. Dari sebuah posting ada yang sempat bertanya seputar mencari alat selam. Apa saja yang harus di beli? Beli dimana? Dll. Dari pertanyaan ini tergelitik untuk sedikit mengulas seputar alat selam berdasarkan pengalaman belajar di kelas, latihan di kolam, ujian di laut, dan beberapa kali melakukan "fun dive" di laut.
Namanya alat selam memang ribet dan mahal. Begitulah kesan bagi sebagian publik. Karena ribet dan identik dengan harga yang cukup mahal akhirnya ngeri juga untuk belajar diving. Sama seperti hobi fotografi yang identik dengan hobi mahal demikian juga kegiatan diving identik dengan peralatan yang serba mahal. Anggapan ini memang benar. Namun tentunya bukan berarti tidak ada celah mendapatkan barang dengan harga terjangkau dengan cara wajar. Istilahnya Murah-Meriah. Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok : 1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS Indonesia disebut : "Peralatan Selam Dasar". Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung) 2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat). Dari 2 kelompok ini pertanyaannya apakah perlu di miliki semua? Jawabannya kalau memang ada dana dan budget unlimited, kenapa tidak? Total biaya untuk semua peralatan sekitar 10 juta. Bahkan bisa lebih kalau ingin beli baju selam, pisau selam, Dive Comp, dan asesoris lain. Biaya akan lebih besar lagi kalau sudah fanatik dengan merek tertentu. Barang, fungsi, bentuk sama tapi karena merek beda harganya bisa beda juga. Tapi kalau budget unlimited kenapa tidak ya? Sebaliknya bagaimana kalau budget memang terbatas sehingga tidak mampu di beli semua? Inilah yang ingin saya diskusikan. Untuk Skin Dive memang sangat dianjurkan punya sendiri. Mengapa? Karena itu alat personal yang sifatnya pribadi. Contoh fin atau kaki katak. Sama seperti sepatu yang punya ukuran berbeda, demikian juga kecocokan tiap orang akan berbeda. Fin saya ukuran 42-43, cukup besar, maka tidak bisa dipakai yang kakinya kecil. Pun juga masker. Salah satu persyaratan masker yang oke adalah nyaman dipake sesuai keberadan fisik wajah ybs. Maka kenyamanan dan kecocokan tiap orang terhadap suatu masker akan beda. Masker yang saya gunakan adalah masker minus. Sebelah kanan minus 5, sebelah kiri minus 3.5. Sudah pasti masker saya tidak bisa digunakan mereka yang tidak berkacamata. Untuk boot atau sepatu. Kalau memilih jenis fin "Full Foot" maka boot tidak perlu. Sebaliknya bila memilih jenis fin "Open Heel" pasti perlu boot. Boot akan berguna untuk jalan di pasir supaya tidak kena karang tajam. Harga fin jenis Full Foot dan Open Heel berbeda. Sudah pasti lebih mahal yang Open Heel. Belum lagi harus beli boot-nya. Demikian juga untuk snorkler. Masih ada bahkan masih banyak yang merasa risih kalau snorkler dipake bersama, berarti dari mulut ke mulut. Atas pertimbangan itu sangat disarankan punya sendiri. Konsekuensinya perlu siapkan budget sekitar 1 juta untuk skin dive lengkap. Itupun tergantung merek. Ck...ck...ck... gile mahal juga untuk yang berkantong pas-pas-an. Pikir panjang dech untuk beli. Pada akhirnya ngga jadi belajar diving dech. Tapi tunggu dulu, itu khan masih disarankan bukan diwajibkan. Kalau memang belum sanggup atau merasa sayang anggarkan dana 1 juta hanya untuk beli skin dive ya jangan dipaksakan. Solusinya adalah SEWA. Lho memang bisa? Jawab-nya bisa. Umumnya tempat kursus punya inventaris skin dive. Siswa selama pendidikan bisa menggunakan gratis. Itu yang saya alami di awal latihan. Latihan pertama saya di kolam boleh dibilang hanya modal badan aja, maksudnya cukup bawa celana berenang. Skin dive sudah disediakan gratis. Cuma memang tidak jamin ukuran yang cocok dengan anda tersedia. Lalu kalau untuk urusan risih karena snorkler dipake dari mulut ke mulut, sebaiknya untuk rasa risih itu sudah disingkirkan saat anda akan latihan diving. Kalau tidak akan menyulitkan anda sendiri. Kalau sudah nyemplung di laut sangat pasti anda akan menelan air laut baik disengaja maupun tidak disengaja. Pertanyaannya apakah anda yakin air laut yang anda telan itu higienis? Bagaimana kalau saat anda nyelam bersama teman anda, diam-diam teman yang berada disebelah anda pipis? Nah lho....Itu sangat mungkin terjadi... ha...ha...ha.... Seperti pernah saya alami saat diving di Pulau Karya, Kep Seribu. Begitu nongol ke permukaan, teman yang sudah ada dipermukaan teriak ke saya, "Adolf...awah ada "ranjau" di depan loe". Wah benar aja, hanya disekitar 1 meter di depan saya, sebuah "ranjau" manusia lewat di depan saya....ha...ha...ha....Ya itulah konsekuensi diving. Bagaimana dengan SCUBA Gear? Sama seperti Skin Dive, kalau budget anda unlimited tidak salah anda beli. Kalau perlu pilih yang merek- nya cukup bergengsi. Untuk BCD & Regulator, baru bukan second, harganya di kisaran 4 5 juta. Itupun boleh dibilang merek yang standar. Kalau merek yang wah bisa lebih mahal lagi. Tapi karena budget unlimited kenapa ngga beli aja... Sebaliknya, bagaimana kalau budget terbatas? Gampang. Jangan ragu SEWA. Terutama nantinya anda dive hanya sesekali aja, misalnya 2 bulan sekali. Kalau tiap 2 minggu sekali diving dari kalkulasi biaya ketimbang sewa mending beli. Tapi kalau sanggup diving di laut 2 minggu sekali dengan biaya sendiri (bukan sponsor) sulit dipercaya kalau mengatakan tidak ada dana...ha...ha.... Biasanya saat anda belajar kalau belum punya Dive Gear akan di pinjamkan oleh penyelanggara. Di perguruan tempat saya belajar, demikian juga di tempat lain, biaya kursus sudah termasuk sewa Dive Gear komplit untuk jangka waktu latihan tertentu. Kalau setelah lulus anda ingin diving, anda bisa sewa di Dive Center atau Dive Shoop. Salah satu Dive Shop di Grogol, Sea Pearl, juga menyewakan BCD & regulator dengan harga terjangkau. Di Pulau Pramuka ada dive center yang bisa menyewakan alat dengan harga terjangkau. Elang Ekowisata salah satunya. Jadi anda tidak perlu mengeluarkan biaya jutaan. Lalu bagaimana dengan tabung & weigtbelt? Duh ngapain bawa alat berat-berat. Lalu ngapain harus beli tabung yang harganya 2 jutaan. Sewa aja di tempat anda akan diving. Harganya pun terjangkau. Contoh di Pulau Pramuka, sewa tabung plus isinya hanya 35.000, weight belt hanya 10 ribu. Cukup murah khan. Itu dengan catatan di lokasi anda akan diving ada dive center. Kalau ingin diving di Ujung Kulon atau di Belitung yang saya tahu belum ada dive center yang bisa menyewakan tabung. Konsekuensinya kalau ngotot ingin diving disana ya bawa tabung sendiri atau sewa dari Jakarta. Pun saat anda akan latihan di kolam atau ujian di laut, biaya kursus sudah termasuk biaya tabung & weightbelt. Terakhir, bagaimana dengan baju selam? Lagi-lagi kalau budget unlimited kenapa tidak beli aja. Untuk merek Scubapro, tipe long, 3 mm, siapkan budget 1.5 juta. Itu yang merek Scubapro. Yang shorty 1 mm atau 2 mm harganya lebih murah lagi. Tapi merek khan ngga hanya suba pro. Punya saya merek "Ist", tipe long, 3mm, harganya hanya 650 rb. Saya beli di Planet Diving Hotel Sahid. Sampai sekarang sudah dipake 30 kali lebih dive di laut masih oke. Ketimbang keluar duit 1.5 juta jelas jauh lebih hemat keluar duit 650 rb. Pertanyaannya lagi, bagaimana kalau budget terbatas sehingga berat beli baju selam? Jawabnya, jangan paksakan beli donk. Jangan terpengaruh teman-teman di sekitar anda yang pake baju selam mahal. Jangan gengsi. Gengsi itu ada biaya-nya lho. Baju selam tidaklah wajib meski ada kegunaannya juga. Waktu saya ujian ada kog rekan yang hanya pake kaos dan celana pendek. Toh tetap bisa nyelam juga. Pernah juga waktu dive trip baju selam seorang rekan ketinggalan di rumah. Mau sewa ngga ukuran, ya sudah cukup pake kaos aja dan celana pendek. Toh tetap bisa nyelam. Lagipula tidak ada larangan nyelam di laut hanya pake kaos `n celana pendek. Dari ulasan panjang lebar di atas, dan semoga tidak capek bacanya, saya hanya ingin memberikan gambaran riil potret kegiatan diving terutama dari sisi pengadaan alat. Kesan kegiatan diving yang mahal bisa ubah menjadi murah-meriah, meski harus dijaga baik-baik supaya tidak menjadi kegiatan murahan ya. Itu baru mencari terobosan mengakali alat yang mahal menjadi murah dan terjangkau. Ada juga tips `n trik mencari alat diving yang murah-meriah. Apalagi ternyata dive shop yang menjual alat-alat diving di Jakarta cukup banyak. Dari hasil penjelajahan di beberapa dive shopt merek skin dive `n dive gear ternyata banyak. Fakta juga masing-masing dive shop memang harga yang berbeda. Contoh maker minus yang saya gunakan. Untuk kondisi yang sama di salah satu dive shop pasang harga 900 rb. Tapi saya bisa beli diharga 600 rb. Lumayan khan bisa hemat 300 rb. Sampai sekarang meski sudah digunakan puluhan kali diving masih nyaman dan enak dipake. Bila ada minat di posting yang lain saya coba sharing pengalaman mencari dive gear yang murah-meriah, meski bukan murahan lho. Sharing ini berdasarkan pengalaman aja sebab saya pun masih termasuk pemula menekuni diving. Dari beberapa posting saya lihat ada juga rekan IBP yang berlatarbelakang diver yang sudah ratusan kali nyelam dan sudah level advanced. Seharusnya beliau inilah yang lebih relavan sharing. Salam
