Dear Andi, di Taman Nasional Kerinci seblat, itu rumornya bukan Suku Kubu... saya ralat: Kubu itu sebutan orang desa untuk mengatakan orang - orang yang tinggal di dalam hutan dan masih no maden.
Kubu = artinya Bodoh ini saya dengan orang luar sulsel menyebut suku Bajo, padahal suku Bajo nggak pernah ada di sulawesi, yang ada suku bugis, Mandar, makassar, duri, toraja, dll... Bajo = Bajak Laut, orang yang selalu tinggal dan mengelana di atas laut di sebut Orang Bajo.. saya waktu mampir ke Labuhan Bajo = Port of Bajak Laut ini arti yg bener nya.. sama seperti Paotere = Tali pengikat Kapal. kalau mau ketemu orang anak dalam alias Kubu, coba berkunjung ke TNB13, seru dan pernah teriak2x di Hutan Belantara? di bukit tiga belas, untuk ketemu orang anak dalam, dulu saya harus ikut teriak.. semakin kuat, semakin cepat ketemu, mudah-mudahan aja sekarang orang kubu dah pada pinter, karena adanya sokola. Di Taman Nasional Kerinci seblat, dulu sempat di sebut-sebut sebagai tempat tinggal terakhir Orang Pandak (pendek), karena tinggal lebih pendek dari kebanyakan orang sumatra, ini mungkin di dapat sebutannya.. padahal di beberapa desa di enrekang, orang nya juga pendek2x... why? alam dan kontur pegunungan atau karena proses evolusi! legenda ini, mungkin nggak beda dengan Yeti, kali yee... yang katanya perbah hidup di peg Himalaya itu. yang sudah Pasti, TNKS sebagai pusat perlindungan Hidupan liar seperti harimau sumtara, gajah, siamang, dan ratusan hidupan liar lainnya termasuk surga bagi burung2x untuk berjumpa orang pendek? wah-wah.. 1000:1 kecuali masuk jelajah hutan yang luasanya 1,3 juta hectar, atau 10 kali lipat luas Taman Nasional Ujung Kulon. Pak Komar yang tinggal di desa Taman Jaya, pernah kesasar berhari2x di dalam Hutan Taman Nasional Kerinci seblat beberapa tahun silam. saya malah kepengen ke G seblat, loh.. jangan lupa singgah ke Danau Gunung Tujuh.. dan one days trip to Marapi di Bukit Tinggi. salam ARIS adisusanto rosadi wrote: > Dear.... > > Juli , Kika dan mungkin member IBP di Yogya lainnya... > > Untuk Mbak Ambar silahkan aja datang ke Yogya kalau ada waktu..Juli dan Kika > saya tgl 19 -22 juga ada. Besok malam rencananya saya dan teman-2 akan kita > naik ke Merapi sampai puncak dengan 4 anak BP ( JKT, SBY , YGY) . Merapi > sekarang lagi cerah-2nya nih..sampai jam 3 sore masih cerah dan keren banget > banget karena hampir bisa terlihat semu sisinya. Hayooo siapa lagi yang > pengin berpose dengan wedus gembel merapi..he.he..? > > Sementara ini, saya sedang persiapan karena saya akan series climbing ke > Sumatra dari tgl 27 januari, terutama mencari jejak dan kalau beruntung bisa > mendokumentasikan keberadaan suku Kubu di Kerinci. > > Ayo Kika kamu aja deh jadi kordinator cepat segera siapkan kompor..tuk bikin > kopdar anak Yogya..? Kita caving aja yuk di gua Semuluh.. > > salam > AndiAZT > > > > > > ----- Original Message ---- > From: Bulan Purnama <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Friday, January 12, 2007 10:11:47 AM > Subject: Balasan: Re: [indobackpacker] Usulan: rencana pembentukan Offline > Kontak By Kota (kopdar Jogja yuksss....) > > > Aku juga ada rencana ke Jogja nih tgl 19 - 22 > yuk kumpul2....ngobrol. ...keluyuran di Jogja > > > Regards, > Juli > > Ambar Briastuti <ambar_briastuti@ yahoo.co. uk> wrote: > He he he pas banget Ris. Saya lagi pengen ke Jogja neh.... Hallo kawan > backpacker di Jogja bisakah kita ngangkring dan wedangan bareng sambil > ngobrol ampe pagi? Warung di Pakualaman atau café yang rada terhormat ndak > masalah. Atau ada yang menawarkan wisata kuliner yang lebih jos selain pecel > ugm dan warung pancingan ikan di kaki merapi? > > Mas Andi tentang Casrtenz bisa jadi topik menarik atau gimana backpacking 3, > 5, atau 7 negara dengan selamat? > > Salam, > Ambar > > On 11/1/07 06:23, "Aris" <[EMAIL PROTECTED] com.sg> wrote: > > >> >> >> Dear teman-teman, >> >> untuk memudahkan kita, juga untuk tetap bisa menjalin hubungan >> silaturahim sesama member mailinglist Komunitas ini, >> saya ada usulan untuk membuat offline Kontak, atau perwakilan di setiap >> kota di indonesia juga luar negeri, >> > >
