Silahkan mencoba :
SOTO KUNING

Soto kuning Bogor cukup banyak penggemarnya. Coba saja
jalan-jalan
keliling Bogor, pasti di tiap jalan Anda temukan dua atau
bahkan
lebih
tukang soto kuning. Dan anehnya setiap hari soto mereka
ludas dibeli
orang meski lokasinya cuma di emper-emper jalan.

Salah satu pedagang soto yang jadi favorit adalah Soto Pak
Bongkok.
Letaknya di Jl. Suryakencana, di perempatan jl. Roda, Gg.
Aut, dan
Suryakencana. Soto ini mangkal di depan m antan toko Djaja,
toko yang
menjual onderdil mobil.

Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga
kuning
warnanya. Isinya berupa daging dan jeroan yang diletakkan di
atas
wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang
diruncingkan,
Anda bisa memilih dan menusuk daging pilihan Anda. Ada
babat, lidah,
daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto akan
memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam
mangkuk.
Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang
goreng,
daging tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali
rasanya. Di situ
disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai
tambahan.

Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok
ini,
kita harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti
habis.
Apalagi kalau hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti
berebutan.
Salah satu pelanggan setianya adalah perancang kenamaan
P eter Sie.
Makanya tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6
kg
daging dan jerohan sapi seharinya.

Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang
lain.
Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC.
Penjualnya
adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni
antara Rp
1.500 - Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya.

Sama dengan Soto Pak Bongkok, di Soto Salam (nama soto ini),
kita
juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya
bangku yang
disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita datang
pukul 19.00,
sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya
baru
pukul 17.00, lo! Soto kuning paling enak ditemani emping
jengkol.
Jangan takut akan baunya, karena dengan pengolahan
sedemikian rupa,
rasa dan bau jengkol nyaris tak terlacak!

TAOGE GORENG

Jangan lupa mencicipi Tauge Goreng kalau mampir ke Bogor.
Salah satu
Tauge Goreng yang sangat nikmat disantap adalah Tauge Goreng
Ibu Hj.
Rodiah di Jl. Jend Sudirman. Walaupun dinamakan taoge
goreng, tapi
sebetulnya sang taoge sama sekali tidak digoreng. Tauge
direbus
bersama mi di atas nampan yang dipanaskan dengan api dari
bara arang.
Taoge yang sudah matang ini lalu disajikan bersama tahu
goreng,
lontong dan disiram kuah taoco yang dimasak bersama oncom
dan bumbu.

Meski tiap pedagang taoge goreng selalu menyediakan bangku
seadanya
tempat kita makan, toh, orang lebih suka membawa pulang.
Ternyata
taoge yang dibawa pulang, lebih lezat dan harum. Apa
rahasianya?
Kemasan taoge yang berupa daun patat ternyata membuat taoge
goreng
lebih nikmat dan harum. Harga per porsi taoge goreng
berkisar Rp.
3.500.

Selain, di depan toko roti Lautan, tauge goreng Hj. Rodiah
bisa juga
ditemui di Pasar Anyar. "Yang di sini sehari membutuhkan 10
kilogram
taoge seharinya," kata Ishak Sopa ndi, sang pengelola.

CUNGKRING

Selintas namanya mengingatkan kepada teman kita yang
berbadan kurus,
tapi di Bogor yang namanya Cungkring adalah jajanan lezat
yang cukup
digemari. Makanan ini berupa potongan cingur sapi yang
dimasak dengan

bumbu kuning. Lalu disantap bersama lontong dan saus kacang.
Kadang
juga ditemani dengan tempe atau oncom goreng tepung.

Pedagang cungkring umumnya keliling dulu lalu mangkal di
suatu
tempat, seperti pasar-pasar, sekolah, gereja, atau lokasi
yang banyak

dilewati orang. Bentuk dagangannya berupa kotak kayu
berdinding kaca
hingga kita bisa dengan mudah memilih cingur yang
dikehendaki.

Kemasannya berupa takir daun. Sang pedagang biasanya sudah
menyediakan lidi untuk mempermudah kita makan. Rasanya,
renyah, khas,
dan
sedap. Sayang cungkring cuma bisa ditemukan hingga pukul 12
siang.
Karena
setelah waktu itu biasanya dagangan mereka sudah habis.

DOCLANG

Untuk makan pagi, kita bisa pilih Doclang. Makanan ini
berupa
potongan lontong, tahu kuning, dan kentang. Lalu disiram
dengan bumbu
kacang yang beraroma pedas, gurih dan manis. Makin membuat
tak
terlupakan karena gerusan kacangnya yang agak kasar. Kalau
ingin
mencicipi Doclang yang enak, pergilah menuju Pasar De Vries,
di Jl.
Mantarena, dekat Jembatan Merah. Doclang di sini dikelola
oleh Mak
Icoh.

Mulanya Mak Icoh berjualan bersama suaminya di daerah
Panaragan
Kidul. "Tahun 1985 kami baru pindah ke Jembatan Merah.
Sekarang saya
jualan ditemani anak, soalnya suami saya, Pak Jumawi sudah
meninggal
5
tahun lalu," terang Mak Icoh sambil melayani pembeli.

Pembeli Doclang Mak Icoh selain penduduk asli Bogor, juga
dari
Jakarta, Puncak, hingga Cipanas. Di hari libur, para
pelanggannya
sudah mulai antre sejak jam 6 pagi. Soalnya, kalau sedang
ramai
Doclang bisa habis sebelum pukul 2 siang. Seporsi Doclang
harganya
Rp. 2.500. Di hari libur mereka bisa memasak 6 liter beras
untuk
lontong. Lontongnya sendiri dibungkus dengan daun patat
hingga khas
keharumannya

PESOR

Di Bogor, orang lazim menyebut Ketupat Sayur dengan Pesor.
Salah satu

Ketupat Sayur yang sangat terkenal berlokasi di dekat Gang
Aut,
sekitar Jl. Suryakencana. Ketupat Sayur ala Bogor tidak beda
jauh
dengan ketupat sayur yang sudah kita kenal. Hidangannya
terdiri dari
potongan ketupat yang disiram sayur labu siam lalu
dilengkapi dengan
semur kentang dan kerupuk kanji. Kalau ingin pedas, tinggal
dibubuhi
sambal.

Harga sepiring pesor Rp. 2.000 plus Rp. 500 bila ditambah
telur.
Pesor di Gang Aut sudah ada sejak tahun 70-an, lo. Saat ini
Pak Edi
meneruskan usaha dari Pak Ajum, kakeknya. Tiap hari Edi
harus
menyediakan untuk sayurnya 40 buah labu siam.

Bukan cuma kelezatan pesor yang bisa kita nikmati di
tempat-tempat
penjual pesor. Kecuali menatap orang-orang yang sudah rapi
karena mau

berangkat kerja atau sekolah, juga obrolan hangat sesama
mereka yang
makan di bangku. Perbedaan status hilang di sini. Yang ada
hanyalah
sepiring pesor panas yang lezat. Ada lagi yang menarik yakni
cara
memotong telur yang menggunakan benang. Seutas benang
dijalankan di
tengah telur, dan potongan telur pun meluncur mulus ke atas
piring.

BANSUS

Bansus adalah kependekkan dari Bandrek Susu. Nikmat sekali
dinikmati
pada malam hari, di tengah udara sejuk kota Bogor. di
Bandrek sendiri

berupa campuran minuman yang terbuat dari sari jahe dan
rempah-rempah, sehingga beraroma pedas dan hangat. Biasanya
disajikan
selagi panas.

Penambahan susu pada bandrek menjadikan rasa pedas bandrek
sedikit
berkurang, diganti dengan gurihnya susu. Warung bansus
banyak sekali
tersebar di sekitar Bogor. Tapi Bansus paling terkenal
terdapat di
Jl.
Pahlawan, sekitar turunan Empang. Di warung Bansus yang
sudah 18
tahun ini, juga dijual nasi uduk, empal goreng, dan semur
jengkolnya.

Menurut salah seorang pelanggannya, semur jengkol yang
disediakan
oleh
Pak Hasan Basri sangat empuk dan tidak berbau.

"Ya, begitulah komentar para pembeli. Kami yang memasak
hanya
berusaha memberikan makanan yang enak disantap," jelas Ibu
Tuti,
putri Pak Hasan Basri. Banyak pelanggan seperti pejabat
Bogor atau
artis kondang yang menyempatkan diri mengudap di warung
nonpermanen
ini.

LUMPIA BASAH

Ada satu cemilan yang sangat terkenal di Bogor, yaitu lumpia
basah.
Disebut lumpia basah karena setelah diisi, lumpia bisa kita
nikmati
tanpa perlu digoreng.

Yang membuat lumpia ini beda dengan lumpia yang biasa kita
temui di
kota-kota lain, si penjual menyiapkan lumpia sesuai pesanan.
Kita
tidak bisa membeli lum pia yang sudah siap diisi, tapi harus
menunggu
si penjual menumis bumbu beserta bahan isi di depan kita.
Alasan si
penjual agar lumpia tetap hangat dan kulitnya tidak
mengering.

Untuk menjaga lumpia tetap fresh, lumpia yang sudah siap
disajikan
langsung dibungkus dengan daun pisang satu per satu. Biarpun
sudah
dingin, tapi kalau sudah dibungkus daun pisang, kulit lumpia
masih
empuk dan enak.

SOTO MI

Soto Mi tak hanya dikenal di Jakarta saja. Banyak gerobak
baik
mangkal atau keliling yang menjual Soto Mi. Isinya pun tak
beda, ada
mi kuning dan bihun, ditambah irisan kikil, atau daging,
risoles
goreng, kentang, lalu diguyur kuah kaldu daging. Salah satu
soto mi
yang enak ada di Jl. Siliwangi, sebelum ruko Roti Unyil dan
Asinan
Sedap. Tapi dalam kompleks ruko Asinan Sedap ada juga Soto
Mi yang
cukup enak.

ES PALA DAN ES MANGGA

Es pala dan es mangga selalu bisa kita temukan di berbagai
tempat
jajanan. Misalnya, di ruko Siliwangi yang menjual Asinan
Sedap.
Isinya
tentu berupa pala atau mangga yang diserut lalu dimaniskan.
Rasanya
segar dan asam manis. Per gelas harganya Rp 2.500 atau per
kilonya
Rp.
6.000.

Jimmy salah satu penjual es mangga di Siliwangi itu
menyebutkan, ia
bisa menghabiskan 15 kilogram mangga dalam sehari.
"Belanjanya sih
dekat, di Pasar Bogor saja, tapi pernah suatu kali susah
sekali dapat

mangga, terpaksa beli sampai ke Pasar Kramat Jati, Jakarta,"
tuturnya.

Kalau sedang bukan musim mangga, dan harga mangga menjadi
sangat
tinggi, Jimmy terpaksa menaikkan harga atau mengurangi isi
es
mangganya.
" Kalau sampai benar-benar kosong, barulah tidak jualan es
mangga,"
terangnya.

COLENAK

Nah, nama makanan ini rasanya tak asing di telinga kita.
Colenak
merupakan kepanjangan dari 'dicocol enak'. Makanan yang
terdiri dari
tapai singkong atau pisang yang dipanggang ini memang
disajikan
sambil
dicocol larutan gula. Kini di atasnya ditaburi kerokan
daging kelapa
muda.

Sebagai makanan khas, Colenak bertebaran di mana-mana. Salah
satu
warung Colenak yang terkenal dari dahulu sampai sekarang
adalah di
Jl.
Sukamulya II. Untuk menuju lokasi Saung Cholenak Sukamulya
II No. 19,

Anda harus sedikit jalan kaki karena letaknya cuma di jalan
kecil.

"Dari dulu (tahun 70-an, Red.) tempat ini jadi tempat
nongkrong
anak-anak sekolah se-Bogor," ujar Pak Hasym bangga. Selain
Colenak
pisang atau tapai yang jadi andalan, ada menu lain yang
banyak
dipesan oleh pelanggan Saung Cholenak, yaitu, asinan jagung
dan es
moka kelapa
muda. Sambil menikmati hangatnya colenak, kita bisa
melayangkan
pemandangan sekitar. Soalnya lokasi saung ini cukup tinggi.

Asinan jagung adalah pipilan jagung bakar dan irisan ketimun
yang
disiram c uka yang sudah dimasak bersama cabai, garam, dan
gula.
Dagangan ini pun cukup banyak bertebaran di Bogor. Selain di
Sukamulya, asinan jagung yang mangkal terletak di Ruko
Siliwangi (di
depan Roti Venus).

LOTEK

Bentuk makanan ini tidak asing buat kita. Ada sayuran
kangkung, kol,
tauge kacang panjang dan wortel. Ditambah lagi potongan
kentang dan
tahu, disajikan dengan saus kacang tanah. Untuk orang
Jakarta, kita
biasa menyebut sebagai gado-gado. "Disebut lotek, gado-gado,
atau
pecel ya enggak apa-apa. Yang penting pembeli suka dengan
lotek ini,"
ujar Ibu Ikah yang meneruskan usaha neneknya, Ibu Min.

Nama Ibu Min selanjutnya menjadi trademark lotek yang ada
sejak 32
tahun lalu. "Selain dikenal sebagai Lotek Ibu Min, biasanya
orang
nyebut juga Lotek Bubulak. Soalnya lokasinya, kan, di daerah
Bubulak.

Lotek Ibu Min atau Lotek Bubulak ini ada di Jl. R.E.
Martadinata.
Dari arah air mancur Jl. Jend . Sudirman, warung loteknya ada
di
sebelah kanan, sebelum jembatan Bubulak. Warung sederhana
ini tidak
saja menyediakan lotek. Kalau ingin yang segar-segar, kita
bisa
memesan rujak ulek, keredok, ketoprak atau baso. Saking
banyak
penggemar lotek ini,
Ibu Ikah harus menyediakan 50 kg kacang tanah setiap 4 hari.
"Dulu
sebelum krisis, mah, kacang 50 kilogram bisa habis dalam 2
hari
saja,"
jelasnya.

ES PUTER

Es puter tentu bukan minuman khas Bogor, tetapi ada es puter
yang
salalu diminati pengunjung kota Bogor. Yakni Es Puter Mas
Doto.
Letaknya di Jl. Sukasari. Tak usah heran kalau es ini
demikian
terkenal karena Mas Doto sudah berjualan es sejak tahun 60-
an. Rasa
manis esnya benar-benar dari gula.

Tiap kali produksi, per hari, Doto bisa membuat sampai 100
liter.
Biasanya tiap hari rasanya dibuat berganti-ganti. Kadang
kelapa muda,

kadang avokad, nangka, dan durian. "Ya, tergantung
musimlah," jelas
Pak Doto.

Menikmati es puter ini tak perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Bila
disantap bersama roti harganya cuma Rp.1.000. Tetapi bila
ingin
diminum ramai-ramai, Anda bisa membeli per liter. Nah, yang
ini
harganya Rp. 8.000.

Es puter yang kini juga ngetrend di Bogor adalah es puter
durian.
Uniknya si durian masih dibiarkan bersama bijinya dan
diletakkan di
dasar gelas. Jadi, makan es krim durian serasa makan durian
sambil
disendoki.

NGOHIANG, LOMI, DAN PANGSIT PENGANTIN

Ketiganya sering kali mangkal bersamaan. Ngohiang adalah
daging yang
digulung dalam kulit dan digoreng bersama adonan tepung.
Tentu sesuai

namanya, ada rasa bumbu ngohiang yang cukup tajam dan khas.
Ngohiang
Bogor agak berbeda dengan ngohiang yang kita kenal selama
ini. Selain

adonan dan komposisi bahan yang berbeda, cara
penyelesaiannya lain,
yakni digoreng dalam larutan tepung.

Sausnya pun khas, lo. Warnanya cokelat muda dan kental,
bukan saus
sambal seperti yang kita kenal selama ini. Irisan ngohiang
disantap
bersama kentang goreng, tahu goreng, dan asinan lobak. Harga
satu
lonjor ngohiang Rp. 6.000, sementara tahu dan kentang
gorengnya
masing-masing Rp. 2.000.

Lomi pun memiliki saus yang mirip, tetapi tentu lebih gurih
karena
dibuat dari kaldu daging dan ebi. Isinya seperti mi
kangkung, yakni
mi, kangkung, dan taoge. Tetapi kuahnya kental. Pangsit
pengantin
adalah sup yang isinya terdiri dari irisan ayam, irisan
sayuran,
soun, dan rolade ikan/ udang. Rasanya tentu saja sedap.
Ketiga
makanan ini dapat Anda nikmati di Jl. Sukasari, Jl.
Siliwangi (di
seberang Ruko Asinan Sedap), dan masih banyak tempat lain.


Resto Review Saung Kiray Sangu Tutug Oncom - Bogor

Anda sudah pernah makan sangu tutug oncom? Nah, ini adalah
makanan
khas Tasikmalaya yang makin hari makin sulit dicari. Seperti
namanya
(sangu = nasi, tutug = campur), masakan ini adalah campuran
oncom
hitam bakar yang dihaluskan bersama kencur, bawang merah,
sedikit
terasi (optional), cabe, dan garam yang lalu dicampurkan
dengan nasi
panas.
Beberapa orang lebih suka jika oncomnya ditumis sebentar dg
bumbu2
tadi. Di Bogor kebetulan ada (dan satu-satunya) resto yang
menyajikan

sangu tutug oncom , dan rasanya juga cukup enak. Saung Kiray
namanya.

Konon sudah sejak setahun terakhir mereka menyediakan tutug
oncom dan

ternyata cukup mendongkrak popularitas resto ini. Sebetulnya
tempat
ini bukan resto besar, hanya sebuah rumah yang asri yang
halaman
depannya dirubah menjadi tempat makan berbentuk 3 saung dg
atap
rumbia.
Siang ini saat saya makan siang di sana, semua meja terisi
penuh, dan

hampir separuh patronnya adalah tamu yg tidak berbahasa
Indonesia.

Ada 3 macam varia n tutug oncom yang mereka sediakan,
standard, plus
ikan asin, dan plus opak. Semua disajikan dg sambal goang
(sambal +
garam + bawang merah (optional)), sekerat tempe goreng, satu
potong
ayam goreng yg cukup enak rasanya, dan lalap tomat + selada
+
mentimun
yang menurut saya lebih tepat disebut sebagai garnish
daripada lalap.

Saya sendiri sudah mencoba varian plus ikan asin dan plus
opak,
dua-duanya enak, dg aroma dan karakter kencur yang cukup
kuat namun
mengundang selera, dg tekstur nasi + oncom yang menarik -
tidak
terlalu kering tapi juga tidak basah, just right. Untuk
tutug oncom
opak, nasi + oncom dicampur dengan Opak yang diremas-remas
yang
membuat teksturnya semakin menarik. 3 varian sangu tutug
oncom
tersebut dibandrol Rp. 10.000 pas!

Pengunjung meja sebelah saya kebetulan tadi meminta tambahan
lalap
yaitu daun mangkokan dan daun kedondong rebus - and I jumped
into the

band wagon (waduh, bahasanya ...) - dan ternyata dua macam
daun ini
enak juga untuk dilalap. Karena daunnya agak tebal, daun tsb
masih
cukup renyah meskipun sudah direbus, dan daun kedondongnya
memberi
scent kedondong muda yang cukup segar. Enak sekali dilalap
dengan
sambel goang yang disediakan.

Overall: recommended! Tempatnya sendiri cukup enak dan asri,
pelayanan cukup baik dan ramah (they didn't charge us for
the extra
lalap), bersih, dan harganya juga sangat reasonable.

Alamat resto ini adalah Jl. Binamarga no 13, Bogor. Telp
0251-3233921, jika anda datang dg rombongan besar (beware:
seating
capacity mereka hanya sekitar 15-20 seats), booking is
recommended.
Hari ini saja 3 orang pengunjung setelah saya tidak kebagian
sangu
tutug oncomnya karena sudah habis bis. Mereka buka dari hari
Senin -
Minggu dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, Hari Jumat dan
hari
besar libur.


Resto Review - Pondok Bunaken - Bogor

Resto yang baru buka sekitar 2 bulan ini memang bukan resto
masakan
Manado yang pertama di Bogor, tapi mungkin bisa disebut
sebagai yang
pertama dikelola dengan baik dan bersih. Kemarin saya
mencoba
Cakalang
Rica-Rica dan Sambal Dabu-dabu yang sama sekali tidak pedas,
Cakalang

Fufu yang lumayan gurih, Kuah Asam Tude yang kelewat asam,
Tumis Daun

Melinjo Bunga Pepaya yang agak keasinan, dan Perkedel Jagung
yang
cukup enak.

Dengan layout dan sytle yang mirip Beautika, agak sulit bagi
saya
untuk tidak membandingkan resto ini head-to-head dengan
Beautika. Dan

kalau dibandingkan dg Beautika, resto ini masih lebih harus
banyak
berbenah dari segi masakan. Harus lebih "Manado" mungkin.
Tapi yang
menarik adalah; bahan yang dipakai utk masakan yang kami
pesan masih
segar. Bunga pepaya nya juga masih renyah digigit, demikian
pula dg
daun melinjo nya yang masih terlihat berwarna hi jau cerah.
Ikan nya
juga masih segar, tidak ada jejak2 masakan yang sudah
dipanaskan
berkali-kali, malah waktu kami datang sekitar jam 8 malam,
sudah
banyak makanan yang habis. Saya juga tidak merasakan MSG yg
berlebihan dalam masakan mereka.

Resto ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Harganya
mungkin
di atas rata-rata, namun kebersihan resto ini perlu diacungi
jempol.
Yang jaga nya juga geulis pisan! Saya sampai sulit
berkonsentrasi
saat dia menanyakan pesanan saya.

Resto ini berlokasi di Jl Pajajaran No 28D - Bogor, telp
0251-387962,

persis di sebelah Sate Pak Kumis yg buka 24 jam.

Verdict: Lumayan, tapi masih bisa ditingkatkan lagi kualitas
masakannya.


Resto Review - Ayam Gepuk Eco Raos - Bogor

Ada satu restoran kecil di dekat rumah yang sering sekali
saya lewati

- dan selalu ramai - namun entah kenapa saya tidak pernah
tertarik
untuk mencobanya. Baru hari Sabtu kemarin tiba-tiba saja
saya
kepingin
datang ke sana dan mencoba Ayam Gepuk ini. Yang dimaksud
sebagai Ayam

Gepuk ternyata mirip dengan Ayam Penyet a'la Surabaya, namun
yang
satu ini datang dengan Sambel Goang - cabe yang diulek kasar
dg garam

saja, khas Jawa Barat bagian Selatan.

Selain Ayam Gepuk, waktu itu kami mencoba juga Ayam Goreng
Krepes
(Ayam yang digoreng dg bumbu tepung, anywhere in between KFC
and Ny
Suharti), Gepuk kering yg ditaburi Abon sapi di atasnya,
Tempe
mendoan, lalap sambel, dan nasi timbel.

Ayam Gepuknya boleh juga, sangat simpel - gurih dan
cenderung asin -
digoreng kering, dikeprek dan ditemani dg sambel goang yang
pedes
banget!! Ayam goreng krepesnya tidak jelas kemana arahnya,
gepuknya
lumayan - mantap juga dimakan dengan sambel goang + nasi
panas, tempe

mendoannya OK juga. Nasi timbelnya wangi sekali waktu dibuka
dari
bungkus kulit pisangnya.

Harga m akanan di resto ini sangat masuk akal, berkisar
antara Rp 2500

sampai Rp 7000 untuk makanan utama, dan Rp 7000 sampai Rp
11.000
untuk paket nasi. Murah Meriah dan Pedas!! :-)

Pelayanan di sana juga cukup cepat dan ramah, tidak pernah
pelit dg
sambal mautnya. Hanya sayang kebersihan lantai kurang
dijaga.

Resto ini beralamat di Komplek IPB Baranangsiang IV Blok B
No 1,
Cimahpar - Bogor, Telp 0251-343729 dan menerima pesan antar
(delivery).

data ini gw dapet dari teman2 di backpacker....selamat berwisata

nicolla

-----Original Message-----
From: "Nugroho Dwi Gardhono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "SMUN81 Groups" <[EMAIL PROTECTED]>, "Putuss Groups" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Chic Groups" <Chic-
[EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
Date: Mon, 22 Jan 2007 21:32:37 +0700
Subject: [indobackpacker] info kuliner bogor?

> dear all,
> sori kalo udah pernah di bahas
> 
> hummm, ad yg pny info wisata kuliner di bogor g? mo kesana c kamis
> minggu
> ini, kmrn2 ud sempet nyobain pai apel n makaroni panggang siy (slurp
> slurp...), trus ad yg laen g? any info please
> 
> thankyou
> 
> best regards
> nugroho
> 
> -- 
> soul for d three and leave the fourth undone... (n.n)v
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 


Kirim email ke