Terimakasih banyak mas joko, Hari ini hari terakhir saya di cairo... Memang seperti yang dibilang, tidak cukup hanya 3 hari... Tapi untungnya saya sempat ke piramid dan cairo museum meskipun dengan beberapa kesan buruk yang berbekas.. Uang yang terkuras (semua orang meminta tips...), punggung yang sakit gara2 naik unta, bahkan harus membayar teh celup atau kopi sachet yang disediain di kamar hotel (aku pikir ini biasanya gratis...) But overall, cairo adalah kota yang menakjubkan, dan mereka sedang berbenah diri disana. sebagian besar hanyalah puing2 bangunan dan debu. Kesempatan berikutnya, saya akan cari teman dulu orang mesir sebelum memutuskan untuk jalan2 dan berbelanja (karena tour dari hotel pun tetap membawa kita ke orang pribumi dan mereka tidak seramah kita orang indonesia)...
Salam hangat Rifki Posted by: "joko santoso" [EMAIL PROTECTED] Sat Jan 13, 2007 1:42 am (PST) Heliopolis (tempat Sheraton berada) itu seperti Mentengnya Jakarta. Hosni Mubarak tinggal di daerah itu. Yang menyita perhatian di sana adalah bangunan yang mirip Angkor Wat! Heliopolis tak terlalu jauh dari Fatimid Land (paling hanya 2-3km). Tanah Fatimiah itu kompleks Islamic Cairo di mana tersebar situs-situs sejak datangnya Islam (641M) hingga era Raja Farouk. Untuk melihat sambil lalu saja di sana tak cukup sehari! Begitu banyak monumen penting sebutlah semisal masjid Ibn Tulun (yang mirip masjid di Samarna, Irak), al Qal'a (istana kediaman Sultan Saladin), dan tentu saja masjid Al Azhar. Sebagai bekal untuk merasai denyut hidup sehari-hari di sana bisa dibaca 'Lorong Midaq' karya Naguib Mahfoudz.
