Halo Teman Milis, berikut adalah tulisan tentang kisah perjalanan saya
menyusuri 3 negara Asean pada bulan Februari 2006 lalu. Saya berencana
membaginya dengan teman-teman di milis secara berkala setiap minggu. Semoga
memberi manfaat bagi kita semua. Setiap kritik dan saran mengenai penulisan
atau isi tulisan harap dikirimkan ke email pribadi saya di
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Jika ada apdet, berita terbaru
atau kekeliruan isi bisa dikoreksi dan dibagi bersama dalam milis ini.
Terimakasih dan selamat menikmati.
JOURNEY TO BANGKOK, KUALA LUMPUR, SINGAPORE.
BAGIAN PERTAMA : KEINGINAN MUNCUL LALU MENYUSUN RENCANA
Latar Belakang Kesukaan Berpetualang.
Keinginan jalan-jalan ke negara-negara Asia seperti Thailand, Malaysia,
Kamboja dan lainnya sebenarnya sudah muncul lama sekali, sekitar akhir tahun
2003. Saat itu di banyak media massa muncul cerita dari para wartawan koran
dan majalah yang melakukan perjalanan murah meriah ke negara Thailand,
Malaysia, juga ke Vietnam dan Kamboja. Salah satunya adalah Bernada Rurit
dari Koran Tempo yang sempat saya hubungi untuk mendapatkan informasi
mengenai perjalanannya ke negara-negara Asean ini. Dari beliaulah info
kongkrit mengenai biaya perjalanan yang murah, tujuan wisata yang asyik dan
tips lain saya dapatkan secara lebih komprehensif. Saya kumpulkan dan catat
detil seluruh informasi yang didapat.
Saat itu saya belum bergabung dengan milis-milis perjalanan yang ada. Selain
itu karena keinginan yang masih sangat minim, hanya curiosity saja, jadi
beberapa waktu kemudian keinginan itu lenyap pelan-pelan ditelan kesibukan
kerja. Di pertengahan 2004, saya bergabung dengan beberapa milis yang
memberi ruang untuk mendapat dan membagi cerita tentang jalan-jalan,
petualangan dan juga makan-makan. Antara lain Jejak Petualang, Jalansutra
dan Jalan-Jalan. Setelah membaca dan mendengar cerita2 para anggota milis,
tumbuh kembali rasa ingin jalan-jalan lalu membagi ceritanyanya dengan yang
lain.
Bertualang, naik gunung, camping sebenarnya bukan barang aneh. Di SMA saya
sempat jadi Ketua Hippasmas, Himpunan Pelajar Pecinta Alam SMA 15 Surabaya,
yang tiap tahun tidak ketinggalan ikut Lomba Kebut Gunung di Gunung
Penanggungan, Prigen, Pasuruan. Juga Lomba Susur Pantai Surabaya, Bersih
Gunung Arjuna Lali Jiwo, tiap tahun Kesadha di Bromo dan lain-lainnya. Tapi
jalan-jalan ke negeri orang, dengan act locally, memang sesuatu yang lain.
Dalam pekerjaan pun setiap tahun ada trip perjalanan ke luar negeri yang
disediakan perusahaan. Setiap tercapai target penjualan tertentu hadiahnya
adalah overseas trip. Seluruh perjalanan diatur perusahaan yang bekerjasama
dengan travel agent tertentu.
Tapi itu kan perjalanan yang terbatas, hehehe.., karena dibatasi oleh travel
agent. Tempat wisata yang dikunjungi tertentu, waktunya juga sudah
ditentukan, setelah itu harus bergerak lagi ke tempat lain. Susah
mengeksplorasi baik suasana, kebiasaan atau kekhasan tempat wisata tersebut.
Suasananya lain sekali, dalam bayangan saya ketika itu, bahwa kita akan bisa
makan makanan khas dan unik daerah wisata tersebut. Lain ya ceritanya kalau,
pas, saya ambil extended trip.
Seperti contoh saya pernah ke Perth, Australia, seminggu. Pagi-pagi bangun
habis sarapan kita keliling kota, lalu tour ke Vineyard dengan Wine Tasting.
Lalu beberapa tempat wisata. Sudah. Lalu saya ambil extended trip ke
Fremantle.
Pagi-pagi saya nongkrongin para pemilik toko yang mulai membuka tokonya,
sarapan dan seterusnya. Saya lalu ke pasar tradisionalnya, ke pasar loaknya
dan ke toko coklatnya seperti toko coklat di film Chocolatenya Johny Depp.
Juga, bersama teman-teman, di jalan di areal perumahan, menyetop mobil
penjual keliling yang menjual sosis goreng dan eskrim. Sambil melihat
pemandangan anak-anak bule bermain sepeda di taman. He he..
Begitu juga di Sydney. Saat diberi satu hari bebas, dari pagi sampai malam,
saya dan beberapa teman ngubek-ngubek pasar tradisionilnya, terus
mengunjungi Bondi Beach. Blusukan di perumahan sekitar pantai. Malamnya
hangout dengan anak-anak Indonesia yang belajar atau kerja di Sydney sambil
makan steak murah. Jalan-jalan di lorong pertokoan yang gelap saat mereka
menjelang tutup. Atau semuanya naik taksi rame-rame ke Sydney Imax Theatre
atau naik Monorail keliling kota. Gitu, kan, yang namanya jalan-jalan?
Menyusun Rencana Perjalanan dan Mengumpulkan Informasi.
Ternyata setelah semua rasa terkumpul dan rencana tersusun. Semuanya gagal
berantakan karena sesuatu hal. Saya terkena kanker. Sejak didiagnosa
menderita lalu operasi pengangkatan otomatis saya melupakan semua rencana.
Hampir setahun, waktu dibutuhkan untuk memastikan si kanker tidak mengganggu
fisik dan mental. Hingga direncanakan akhir tahun 2005 untuk
merealisasikan jalan-jalan ini.
Di Agustus 2005, saya dapat kepastian untuk menghadiri sebuah acara penting,
Million Dollar Round Table Seminar, MDRT Experience, konperensi dan seminar
mengenai asuransi jiwa yang diselenggarakan di Bangkok pada bulan Februari
2006.
Karena memang rencananya adalah jalan-jalan ke Bangkok, lalu Kamboja, saya
memutuskan menggeser waktu pergi menjadi Februari, seminggu sebelum
seminarnya.
Mulailah saya menyusun itinerary lengkap dengan rencana biayanya secara
sangat detail. Jam ke jam, biaya2 kecil seperti makan, ongkos taxi, tips,
ongkos bus hingga fiskal dan tiket-tiket baik pesawat, ferry boat, juga
biaya penginapan bahkan kira-kira ongkos tuktuk.
Perjalanannya sendiri akan dimulai dengan penerbangan ke Batam, lalu dari
Batam menyeberang ke Singapura. Lalu diteruskan pada hari yang sama dengan
penerbangan ke Bangkok. Bangkok dan sekitarnya akan diselesaikan dalam 3
hari setelahnya saya berencana ke Siem Reap Kamboja.
Sepulang dari Siem Reap saya akan mengikuti Seminar MDRT Experience selama 3
hari. Setelah itu ke Kuala Lumpur, eksplorasi ke Melaka dan sekitarnya
sebelum kembali ke Singapura dan keliling Singapura 2 hari lalu pulang
lewat Batam ke Jakarta.
Dalam waktu yang berjalan, beberapa perubahan terjadi. Pertama, AirAsia,
perusahaan penerbangan Low Cost Carrier menggelar tiket gratis ( hanya bayar
pajak saja ), lalu karena adanya teman-teman yang ikut Seminar MDRT
Experience kepingin gabung dan ikut jalan-jalan di Bangkok sebelum hari
seminarnya.
Air Asia membuat biaya perjalanan sangat rendah sekali sehingga perjalanan
hemat dari segi biaya transportasi. Rute perjalananpun berubah. Ke Siem Reap
terpaksa batal karena 'muter-in' Bangkok, ( memang akhirnya Bangkok nggak
ada habisnya sih..), tapi tetap ke Kuala Lumpur juga Singapura.
Saat penyusunan itinerary banyak sekali saya mendapat info penting dan tips
dari teman-teman milis Indobacpacker dan Jalan-Jalan, Khun Bangkok, Erwin,
di milis Jalansutra yang sangat menguasai Bangkok, juga blog n tips dari
TravelMaster SonSon aka Kang Ocon. Selain itu Google tentu saja banyak
membantu. Web-web semacam Khaosan Road.com, Virtualtourist, BangkokBob
banyak memberi informasi yang terkini.
Selain itu di milis banyak teman-teman yang melakukan perjalanan serupa
dengan waktu yang hampir-hampir sama. Eva Santos Fedele dkk, Dian di milis
Indogeografi, Anna di milis JS adalah beberapa teman online yang punya
rencana perjalanan di waktu bersamaan dengan saya. Kita juga janjian
bertemu.
Jadi rencana dan draft kasar itinerarynya adalah Jakarta - Batam dengan Air
Asia seharga 50ribuan, menyeberang dari Batam ke Singapura dengan Ferry
seharga 150ribuan, malamnya terbang ke Bangkok dari Changi dengan harga
tiket 80ribuan. Sampai tengah malam di Bangkok, saya sudah booking hotel
murber, murah bersih, di Sawasdee Bangkok Inn, di daerah surga turis Khaosan
Road.
Besok paginya akan keliling Bangkok dimulai dari Chao Phraya River dengan
naik boat, mengunjungi Grand Palace, Wat PhraKaeow, Wat Arun. Sorenya ke Wat
Trimitr di Yaowaraj, malamnya ke SuanLum Night Bazaar lalu melewatkan
tengah malam di Moon Bar di Banyan Tree. Di sini 'janjian' akan bertemu
beberapa teman dari perusahaan asuransi lain.
Keesokannya lagi rencananya ke Royal Barge, tempat perahu kerajaan Thailand,
Wat Saket atau Golden Mountain, lalu Wat Benchamabophit. Siangnya ke Mah
Boon Krong dan mall sekitarnya, seperti Siam Paragon. Rencananya malamnya
akan ikut Dinnercruise di Chao Phraya River.
Hari keempat di Bangkok saya merencanakan ke Istana Vimanmek dan Chitralada
di area Dusit, lalu siangnya check out dari Sawasdee Bangkok Inn dan pindah
ke Plaza Hotel di Surawong Road. Di sini akan bergabung teman-teman satu
kantor dari Allianz Life Indonesia.
Oya, Allianz sendiri mengirimkan sekitar 100 peserta ke Seminar MDRT
Experience di Bangkok ini dan menginap tersebar di beberapa hotel di
Bangkok.
Malam harinya saya berencana, selain makan malam di Silom Village, juga mau
mau tahu Soi Cowboy, sebagai tempat hangout malam di Bangkok. Baru nanti
pulang tengah malam ke hotel mampir di Patpong. Wow!
Hari ke lima sampai ke delapan seminar di BITEC (Bangkok International
Trade and Exhibition Center ) di area Bangna.
Satu hari setelahnya, pagi-pagi teman-teman Allianz pulang balik ke Jakarta,
saya masih tinggal sehari lagi. Rencananya saya mau melihat Snakefarm di
Thai Red Cross Community lalu mengunjungi Siam Ocean World di Siam Paragon.
Lalu.pijat! Biar besok keluar Bangkok segar hehehe.. Huah! Padat kan
rencananya? Ini baru Bangkok lho.
Esoknya lagi saya terbang ke Singapura jam 11.45. Biayanya? Cuma 200 ribu
saja. Akan tiba di Singapura jam 2-an siang dan langsung naik bus ke Kuala
Lumpur (KL). Kok, nggak langsung aja dari Bangkok ke KL? Ya, itu tadi karena
beberapa perubahan, saat konfirmasi tiket terlambat dan dapat harga yang
jauh lebih mahal untuk rute Bangkok ke Kuala Lumpur. Jadi terpaksa deh ke
Singapura dulu.
Di Kuala Lumpur saya sudah book Pujangga Homestay di jl Berangan, 400m dari
Jl BukitBintang. Perkiraan sampai KL malam hari sekitar jam 11. Jadi rencana
jalan baru keesokan harinya.
Kunjungan pertama adalah Petronas Tower, lalu ke Batu Cave. Sorenya ke
Central Market lalu Petaling Street kemudian makan malam di Jl Alor yang
dekat dengan Pujangga Homestay. Setelah itu menjelang tengah malam, mau
hunting foto Petronas malam hari.
Besok paginya lagi, saya berencana jalan ke Genting Highland dengan bus dari
Pudu Raya, lalu sorenya balik ke KL lagi langsung ke IKEA di Damansara.
Malam harinya, ke KL Tower sambil foto-foto dan makan malam. Besok akan
balik ke Singapura.
Pagi sekali, keesokannya , jam 8, saya naik bus ke Singapura. Di Singapura
rencananya 1 hari satu malam saja dan menginapnya di New Seven Storey Hotel
di Bugis Street. Di Singapura kemana? Saya mau habiskan sore di Esplanade,
Gedung Duren, lalu makansutra yang enak di Glutton Bay. Setelahnya
menghabiskan waktu di Mustapha.
Sabtu, 25 Februari saya akan mengakhiri perjalanan dengan menyeberang balik
ke Batam, siang hari. Lalu dengan penerbangan Air Asia jam 5 sore seharga
120 ribuan kembali ke Jakarta.
Nah, seluruh itinerary tersebut saya lengkapi setahap demi tahap dengan
data yang terbaru hingga menjelang hari keberangkatan.
Selebihnya berdoa, deh, supaya semuanya lancar.
Next : Menyeberang Batam-Singapura, naik bis di Singapura dan.hampir
ketinggalan pesawat.
Sekali jalan-jalan terus makan-makan,
BARENS HIDAYAT
see my activities on <http://beha38b.multiply.com>
http://beha38b.multiply.com
[Non-text portions of this message have been removed]