Teman-teman,

Tulisan ttg sempu ada dimuat di website Indobackpacker, dan beberapa waktu
lalu seingat saya juga sudah cukup banyak postingan tentang tempat ini.
Mungkin bisa coba dicari lewat mail archive.
 
Dibawah ini ada sedikit oret-oret tentang perjalanan kesana pada bulan Maret
2006. Maaf buat member milis yg sudah pernah dapat postingan ini pada
tanggal 2 August'06 lalu. Buat yang berencana maen kesana mudah2an bisa
sedikit membantu ya.

 

salam,

Imas - Bontang

-----------------------------

"kamu udah nonton film The Beach nya Leonardo DiCaprio?" 

"udah dong, wuih..itu hidden island-nya keren amat yah, udah gitu view
lagoon-nya fantastis"

"kalo mau ngeliat view kayak di film itu, gih sono maen ke Sempu"

"emang bagus ya?"

"I swear, you'll find the perfect hidden place"

 

Itulah awalnya, perbincangan dengan seorang teman yang sudah lebih dulu
menjejakkan kakinya ke pulau Sempu, pulau kecil tanpa manusia yg mendiaminya
dan terletak di ujung selatan Kabupaten Malang. Tak sulit untuk mencapai
lokasi tersebut, karena akses jalan menuju kesana sudah dibangun dgn bagus,
berikut transportasi yang juga mendukung. Waktu yg disarankan untuk
menyeberang dari pelabuhan sendang biru ke pulau sempu sebaiknya pagi hari
dan sore hari, itu pun tidak boleh lebih dari pukul 4 sore. Kalau air laut
sedang surut kita bahkan bisa jalan kaki langsung dari pulau Jawa ke pulau
Sempu.

 

Jadilah akhirnya tanggal 3 Maret lalu, saya dengan 8 orang teman asal
Surabaya berangkat menuju Sempu. Berangkat dari terminal bugurasih Surabaya
jam 10 malam dengan tujuan Malang. Di Malang kami transit di rumah salah
seorang teman, dan pukul 2 malam kami berangkat menuju Sempu dengan mobil
charteran. Perjalanan malam jelas menghemat waktu karena cukup lancar, dan
tepat saat adzan subuh kami tiba di Sendang Biru, pantai terakhir sebelum
menyeberang ke pulau Sempu. Air laut masih surut dan amat memungkinkan jika
ingin menyeberang dengan berjalan kaki. Tapi rencananya kami akan berperahu
dulu keliling pulau sebelum masuk ke Sempu. Akhirnya deal dengan pemilik
perahu Rp.150.000,- untuk membawa kami keliling pulau kira-kira 2 jam,
berikut menjemput kami kembali di Sempu keesokan harinya. Pukul 7.30 pagi
kapal meninggalkan pantai sendang biru, dengan ombak yang masih tenang
perjalanan keliling pulau dengan pandangan lepas ke laut selatan tidak
begitu menyeramkan. Banyak karang-karang yang mengelilingi pulau ini, cantik
dan unik. Bahkan karena cuaca cukup cerah, pagi ini gunung Arjuno terlihat
diantara karang-karang.

 

Puas berkeliling pulau akhirnya perahu merapat di pulau Sempu dan kami
menurunkan seluruh barang. Disini perjalanan sedikit berat di mulai, karena
harus trekking melintasi hutan kira-kira 4-5 km sebelum tiba di Segara
Anakan tempat kami akan menggelar tenda, dengan beban backpack ditambah
berliter-liter aqua untuk keperluan selama disana. Keperluan air tawar
memang harus dibawa sendiri, karena tak ada sumber air tawar di Segara
Anakan nanti. Hutan Sempu cukup terjaga dan banyak pohon besar dijumpai
lengkap dengan penghuninya (monyet, burung rangkong and the gank). Karena
termasuk hutan tropis, jalan masuknya cukup lembab, licin dan berlumpur
tebal. Selama kira-kira 2 jam menempuh jalur ini saya sukses jatuh
terpeleset lebih dari 6 kali, dan akhirnya sandal trekking sayapun menyerah
alias putus ditengah jalan. Untung saja sudah bawa cadangan karena
sebelumnya sudah diingatkan seorang teman kalau jalurnya akan sangat parah. 

 

Jalur trekking ini menunjukkan tanda berakhir saat jalur yang ditempuh sudah
mengitari pinggir danau Segara Anakan yang bening, indah dan berwarna tosca.
Kembali saya harus hati-hati disini, karena jika saya terpeleset tak ada
pilihan lain selain jatuh nyemplung ke air :D. Akhirnya.lagoon yang indah
terbentang didepan mata, dengan pantai putih bersih, langit biru dan air
hijau sebening kristal. 

Teriakan girang langsung memecah kesunyian, kaki pegal dengan lumpur yang
menempel diseluruh badan rasanya hilang terlupakan. What a perfect lagoon in
a hidden island! Benar kata teman saya, rasanya seperti jadi actor di film
The Beach, dan tak perlu jauh-jauh ke Thailand serta melintasi ladang opium
sambil dihujani tembakan peluru untuk menikmati tempat indah ini. Indonesia
kita toh punya segalanya kan.:D [cuma memang tak ada Leonardo Di Caprio
dalam perjalanan menikmati lagoon ini. :D].

 

Segara Anakan ini adalah telaga yang dikelilingi batu karang untuk
membatasinya dengan laut. Air telaga ini berasal dari karang yang
ditengahnya berlubang besar, yang selalu dihantam ombak laut selatan dan
mengalirkan airnya melalui 'lubang jendela' karang tersebut. Kita juga bisa
berenang bebas dalam air yang sebening kristal ini tanpa harus takut
terseret gelombang, apalagi kalau mengingat perairan yang mengelilingi pulau
ini perairan laut selatan yang bergelombang besar.

 

Tenda-pun didirikan dilahan datar dekat pantai, dan kemudian semua sibuk
dengan kesukaan-nya masing-masing. Ada yang langsung terjun berenang, hiking
ke atas karang, main ayunan di akar pohon, baca buku sambil berjemur (?)
dipantai, mancing, dan masak. Sampai saat sore menjelang semua langsung
sibuk naik keatas karang untuk menikmati matahari tenggelam, dan bias sunset
yang terlihat dari celah karang dengan pecahan ombak dibelakangnya terlihat
menakjubkan.

Setelah makan malam (yang jelas bukan saya yang masak.he3), tetangga tenda
sebelah yang berisikan mahasiswa dari UNIBRAW lumayan menghibur dengan gitar
dan lagunya yang oke, dan bisa request lagu juga lho.. Kebetulan saat ini
ada 2 kelompok yang nge-camp di pulau ini, kami dan 7 orang mahasiswa tadi
yang sudah 2 malam disini. Malam ini cerah, dan beberapa dari kami
memutuskan untuk tidur diluar tenda beralaskan matras. Berbaring dipinggir
pantai sambil melihat jutaan kerlip bintang, dengan iringan gitar tetangga
plus celoteh riuh teman-teman yang lagi main kartu. Malam yang indah.

 

Pagi hari, saat air surut kita bisa berjalan kaki melintasi telaga untuk
menikmati pandangan lepas ke laut selatan dari jendela karang tempat
masuknya air. Tapi hati-hati karena karangnya lumayan tajam dan percikan air
laut cukup 'menyiksa' buat kamera. Sepanjang pagi itu dihabiskan dengan
kegiatan seperti hari sebelumnya ditambah beberapa orang main bola dipantai.


Dan saat jam menunjukkan pukul 10 pagi kami pun berkemas, membongkar tenda,
mengumpulkan sampah, memasukkan barang pribadi ke dalam backpack dan
siap-siap untuk meninggalkan pantai. Ah..ini yang terberat, beranjak pulang
dan meninggalkan tempat indah ini. Kali ini hujan deras menemani kami
disepanjang jalur trekking, dan sudah jelas menambah berat kerja kaki karena
jalan makin licin dan berlumpur. Lumayan..saat perjalanan pulang saya hanya
jatuh 2 kali dan waktu tempuhnya pun hanya 1,5 jam. Sesuai janji, perahu
yang kemarin mengantar kami sudah menunggu dipinggir pulau untuk membawa
kami kembali ke Sendang Biru dan melanjutkan perjalanan kembali ke Malang. 

 

Saat di atas perahu, dan sinyal telkomsel menyambar, sebuah sms mampir di hp
saya:

gimana sempu-nya non?

gak nyesal kan walopun trekkingnya mandi lumpur?

 

Reply:

indah bgt, thx udah nyaranin gw kesini.

someday mau balik lg, tapi berdua aja ama leonardo dicaprio :P

-----------------------

foto versi amatir saya bisa dilihat disini:

http://imassofyan.multiply.com/photos/album/25

http://imassofyan.multiply.com/photos/album/23

http://imassofyan.multiply.com/photos/album/20

 

perjalanan ke sempu yg pernah dilakukan oleh Aris & Nefran juga ada di
website indobackpacker:

http://www.indobackpacker.com/Cerita_Perjalanan/Hiking/Semalam_di_Pulau_Semp
u/

 

versi lain cerita perjalanan yang dibuat oleh Evy, salah seorang teman
seperjalanan saya bisa juga dilihat di:

http://evy900.multiply.com/journal/item/4

http://evy900.multiply.com/photos/album/12

 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke