Helo yang pada mau ke Malaka,
Diajeng bener, jalan ke Malaka temanya adalah heritage. Kalo ndak salah ini
sih pelabuhan pertama orang asing datang ke semenanjung Melayu. Mulai dari
orang cina, eropa (VOC), Portugis, dll.
Uniknya adalah bagaimana semua budaya nyampur jadi satu dan meninggalkan
jejaknya di Malaka dan dari sini menyebar ke seluruh penjuru Malaysia.
Sepertinya tidak perlu guide khusus, karena sebagian besar point of interest
bisa ditempuh dengan jalan kaki. Apalagi kalau nyempetin ke musium malaka
(bayar RM 5), kita sudah bisa dapat gambaran sejarahnya Malaka lengkap.
Ada beberapa point of interest yang bisa dilihat. Mulainya dari ujung
pelabuhan .. hallmarknya Malaka kan Christ Church - Gereja Merah, lalu dari
situ bisa lihat Stadhyus peninggalan Belanda (sekarang jadi musium malaka) -
jalan kaki aja. Terus ke sisa-sisa gereja St. Paul (gereja yang dibikin sama
orang Portugis). Terus ke bekas bentengnya Portugis (Porta de Santiago) dengan
sisa pintu gerbangnya AFamosa. Dan beberapa gedung sejarah lainnya.
Semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki ... atau kalo capek ya nyewa becak
aja ... kira-kira antara RM 7 - 10, bisa minta dibawa puter puter. Jangan lupa
nawar ya ... Becaknya cantik-cantik lho .. pake kembang goyang segala.
Kalo tadi udah tema sejarah, nah untuk tema cuci mata, jangan lupa
jalan-jalan sepanjang Jonker Street .. Nuansanya kayak Kuta (Bali) meski tidak
seramai Kuta ... Disini sudah banyak kafe-kafe funky, dan juga toko-toko antik
yang lucu-lucu banget.
Tapi ati-ati ya kalo minat sama batu-batuan seperti jade, .. ada yang antik
bener ada juga yang jade muda dari Cina. Untuk yang seneng barang antik,
kayaknya disini lumayan banyak peninggalan kapal VOC dan Portugis yang
tenggelam di laut dan diambil untuk komersiel kali yaa..
Untuk yang kepingin lihat peninggalan Portugis, bisa pergi ke Portugis
Settlement (desa orang Portugis) .. agak jauh dari pusat kota tapi. Bisa naik
taksi kayaknya.
Must see and visit : musium Peranakan Baba & Nonya (jalan Tun Check Lock).
Masuknya agak mahal RM8, tapi worth it. Ini adalah bekas rumahnya orang Cina
kaya raya (dari Funan), generasi pertama yang dateng ke Malaka, berdagang, dan
kemudian beranak pinak dan menjadi cikal bakal orang Peranakan (campuran Cina &
Melayu). Rumahnya baguuuus banget dengan ukir-ukiran dari Funan, arsitekturnya
juga sudah modern - meski dibangun ditahun 17 an (kalo ndak salah), dengan
sistem drainage yang digabungkan dengan feng shui. Belum lagi keramik-keramik
lantai dan tembok yang dibawa langsung dari Portugis (meski yang punya rumah
orang Cina ... kayo rayoooo !)
Hebatnya lagi, rumah ini dirawat dengan baik sekali - lengkap dengan perabot
besar dan kecil, furniture, foto, dll. Kenapa ya kita di Indonesia nggak bisa
punya dan merawat barang peninggalan seperti begini ??. Setelah selesai diantar
puter rumah sama mbak-mbak guide, kita dikasih Chinese tea hangat ...... enak
deh.
Yang senang arsitek bangunan .. nah, semua bangunan sepanjang jalan Tun Check
Lock ini sangat menarik, khas Malaka, colorful dan bagus buat di foto.
Terakhir : saya koq cocok ya dengan makanan Peranakan di Malaka. ... Pergi ke
restaurant Peranakan deh di jalan yang sama dengan musium peranakan ini. Wah,
ayam kluwak - ikan asam pedas (?)nya .... yummmmmmm....
BTW, kalo dari Malaka mau lanjut perjalanan ke luar Malaysia, lebih dekat
dari malaka ke KLIA. Jangan balik lagi ke KL ... soalnya Malaka itu lokasinya
setengah jalan dari Kuala Lumpur ke KLIA (international airport). Sayangnya
nggak ada bis yang langsung dari Malaka ke KLIA. Kalau mau naik taksi ke
airport, biayanya sekitar RM 150 ... mahal ya sebenernya. Tapi kalo kefefet, ya
bisa jadi alternatif. Ini saya ada salah satu nomer tukang taksi : Jeffry
Ibrahim (Manager) ... JN Puncak Enterprise - HP : 012-6017284 (jangan lupa
country codenya Malaysia dulu). Cik Jeffry udah sering antar dan jemput orang
Indonesia yang mau berobat ke Malaka. Tapi kalau pakai dia, jangan kaget ya
kalo dia bolak balik telpon dengan HP nya ...
OK, sorry ya kalau kepanjangan ceritanya. Soalnya saya senang jalan di
malaka, meski hanya 1.5 hari saja.
Selamat jalan-jalan buat yang mau jalan di bulan Agustus, semoga bisa seneng
juga disana seperti saya.
Reni
diajeng jakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hi Seli,
saya juga rencana ke Malaka = Melaka = Malacca di Malaysia.
speciality ? tampaknya lebih ke heritage ...
Hi Muiz, apa bisa city tour di Melaka tanpa guide ?
Salam,
Andri
--
www.diajeng.tk
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
[Non-text portions of this message have been removed]