Dear Donny 'n rekan-rekan BP khususnya peminat diving....... Wah good news kalau memang banyak guide lokal yang berperan, ketimbang bule..... Kalaupun saya singgung guide lokal vs bule, bukannya mau sok nasionalis ya....Sama sekali ngga.... Saya hanya merasa Bunaken masih sebagai milik negara Indonesia, masih merasa Menado sebagai tanah leluhur/nenek moyang. Walau yakin banget kalau saya kesana belum tentu "diakui" hihihihi.....Atas dasar itu rasa-nya miris membayangkan ke negeri sendiri kog kulonuwun-nya sama Bule, kog dianter-nya sama Bule....kog bayarnya ke Bule, pake dollar lagi. Masa di negeri sendiri mata uang rupiah ngga diakui sich..... Hihihi ada semacam rasa berontak juga dalam batin ini....Tapi informasi dari Donny cukup melegakan.....
Rasanya saya pribadi ngga keliru menentukan Bunaken sebagai pilihan diving..... Keinginan ini sudah mulai ada sejak Oktober lalu lho sejak berhasil menyelesaikan A-1 POSSI/CMAS. Itu dikarenakan sounding Bunaken sebagai salah satu dari 10 Dive Spot terbaik dunia berdasarkan hasil polling para divers. Raja Ampat aja belum termasuk....Mungkin karena masih jarang yang kesana..... Memang pernah rekan mengusulkan agar saya ke Bali dulu atau ke Komodo, yang juga oke dive spotnya, yang mana biayanya bisa lebih murah.....Tapi pilihan tetap Bunaken dulu dech. Ibarat saya ini orang udik 'n ndeso banget yang belum pernah melihat gemerlap kota Jakarta. Hanya dengar aja dari mulut ke mulut. Sebagai orang udik jadi penasaran ingin melihat gemerlap kota Jakarta. Setelah Jakarta baru lihat kota-kota besar lainnya. Begitulah awal niat ke Bunaken. Stelah Bunaken baru dech jelajah Bali dan tempat-tempat lain. Lagipula kalau ngga ke Bunaken barangkali ngga akan tengok tanah leluhur hihihi..... Untuk tanggal berangkatnya rombongan kami sudah sepakat, yaitu 26 Mei - 3 Juni. Jadi hanya perlu ambil cuti 4 hari. Sementara untuk pilihan dive operator yang masih belum final. Artinya, kami masih penjajagan terhadap penawaran yang masuk. Keinginan dari kami sich ngga muluk-muluk. Murah-meriah tapi bukan murahan, nyaman 'n tidak harus mewah. Meingat dalam sebuah dive trip apalagi akan dive berkali-kali, fisik harus dijaga. Bayangkan gimana ngga bete kalau tidurnya untel-untel-an atau di kamar ala barak misalnya. Belum lagi kalau yang tidur rata-rata kelas "berat", yang umumnya berisik....Kasihan juga yang tidurnya 'silent'. Ditambah lagi bagasi para divers biasanya lebih ribet...Nah kalau akomodasi untel-untel-an dan akhirnya kumuh, dijamin akan cepat bete. Kalau udah bete diving pun bakalan ngga enjoy..... Rencana kami diving 15 x, per hari berarti 3x diving. Cukup menguras tenaga khan? Karenanya kami memprioritaskan bisa tidur nyenyak dech, supaya badan bisa segar untuk diving besokannya......Perkara fasilitas penginapan tidak ada diskotik, tempat bilyar, atau tempat dugem lainnya, bagi kami no problem...Karena dalam rombongan kecil kami sudah sepakat selama disana please no drugs, no dugem, no keluyuran malam-malam. Kalaupun mau keluyuran akan ada waktunya, yaitu land tour sambil menunggu waktu ngga boleh terbang. Belum lagi untuk urusan makan. Sejauh ini selama di Jakarta saya pribadi jarang menikmati masakan Manado. Kalau melihat menu Menado seperti bubur Menado, ikan tude, B2, B1, yang tersaji di restoran di Jakarta, terus terang saya ngga suka alias ngga cocok. Karenanya salah satu term 'n condition yang kami ajukan, apakah sanggup untuk saya dan beberapa rekan yang beragama Muslim menyediakan menu nasi goreng telor, gado-gado, nasi telor, dll, selain ikan, B2, B1....? Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan "the best price" dari penawaran yang masuk yang bisa mengakomodir keinginan kami. Sejauh ini kami berusaha membereskan dari Jakarta. Kami coba perhatikan dive operator yang punya wakil di Jakarta. Mengingat kami perlu meng-hemat biaya telepon. Jadi begitu di Bunaken tinggal jalanin seperti itinerary aja. Bahwa akhirnya akan ada semacam "fee" untuk perwakilan tersebut, sejauh harga yang ditawarkan worthed, ya no problem lah.....Yang penting bisa di percaya dan bisa saling percaya. Mumpung masih beberapa bulan lagi, tentunya kami juga saling pasang telinga terhadap credible dive operator yang akan handel kami. Lingkungan divers di Indonesia khan masih sempit. Kami percaya apabila ada dive operator yang bandel atau pernah punya kasus berat pasti akan cepat tersebar dari mulut ke mulut..... Sekalian dech kalau boleh tanya, bagaimana medan dive spot di Bunaken, dalam arti tingkat kesulitan dan tingkat risikonya? supaya kami bisa preprare dengan berbagai latihan maupun meningkatkan ketrampilan sebelum berangkat. Thanks.....
