Kalau mau lihat cap go meh bisa juga di Singkawang 
(Kalimantan Barat), Cap Go Meh ditandai dengan arak-arakan 
para Tatung (dukun Cina) dengan busana meriah (bisa sampai 
100 an tatung) menuju vihara atau klenteng yang sudah 
dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. 
Lucunya....para tatung bukan hanya keturunan Cina, tetapi 
juga orang dayak dan melayu.....
  
Pagi hari di hari ke 15 ini (Cap go meh), para Tatung akan 
berkumpul untuk melakukan sembahyang kepada Langit di 
altar yang sudah disiapkan di sebuah bukit (saya lupa 
namanya). Perjalanan para Tatung di tandu dengan 
menggunakan tandu yang beralaskan pedang tajam atau paku 
tajam, sambil memamerkan kekebalan tubuhnya (dan ada juga 
yang badannya ditusuk-tusuk besi seperti pada perayaan 
Devavali nya orang India). Ada juga yang naik tangga 
pedang, biasanya terdiri dari 36 atau 72 pundak/tangga. 
Semakin bisa naik ke atas maka artinya semakin kuat juga 
ilmu Tatung tersebut

Di Singkawang, cap go meh akan jatuh pada tanggal minggu, 
4 Maret. kalau mau pergi ke singkawang...Biasa naik 
Batavia atau sriwijaya dari Jakarta (450 an rebu), trus 
melanjutkan perjalanan naik travel (100 an rebu ke 
Singkawang berjarak 150 km selama 3 Jama dari PTK.).

Sekalian kalau mau ke malaysia (kota kucing) dari 
pontianak sekitar 450 an km (10jam naik bis), untuk 
pasport kalbar gratis (gak yakin kalau pasport keluaran 
daerah lain nih......).

Salam
Agus Soetianto

On Sun, 25 Feb 2007 23:14:35 -0800 (PST)
  Ms tari rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Syiip....
> 
> Bgmn dgn Semarang & Cirebon, kabarnya punya Cap Go Meh
> yg unik dan lain daripada yang lain? Bisa dijelaskan
> apanya yg unik? Kalo gak salah yang di Semarang
> berhubungan dgn laksmana Cheng Ho (yang kebetulan
> fotonya ganteng sekali di National
> Geographic...hehehe. ..), 

Kirim email ke