Kabar gembira Pak Santoso,

Sebagai orang Indonesia kita ngg perlu visa ke Chile. Duh saya ikutan
lonjak-lonjak nih. Menurut website Embassy Chile di Inggris, WNI malah
boleh tinggal sampai 60 hari tanpa visa. Silakan di cek disini 
http://www.echileuk.demon.co.uk/consulatevisas.htm

Tentang yellow fever saya sendiri belum pernah suntik. Menurut
penjelasan di http://en.wikipedia.org/wiki/Yellow_fever ini
dikarenakan virus yang disebarkan oleh nyamuk. 

Dari wiki saya lihat pola sebaran virusnya ini hanya kebanyakan daerah
hutan Amazon melewati Brazil, Colombia, sebagian Bolivia, Venezuela.
Negara Chile dan Peru malah enggak terlalu besar pendemiknya di tahun
2005. Vaksinasi Yellow Fever valid dari 10 hari setelah disuntik
hingga masa 10 tahun. Tapi sepertinya aggak mahal karena harus
sertifikasi internasional.

Biasanya kalau ngisi form kertu imigrasi ditanyakan :
apakah akhir2 ini anda mengunjungi negara-negara Asia Selatan? nah ini
kalau masuk negara super sterile seperti singapura atau usa pasti
ditanyakan oleh petugasnya. Karena itu sertifikatnya dibawa terus.

Maaf saya enggak tahu untuk biayanya Pak, mungkin kawan2 di Indonesia
terutama yang berkaitan dengan medis bisa menjelaskan lebih lanjut.

Salam,
Ambar


 
--- In [email protected], joko santoso <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> 
> Dear BPs .. saya mau ngerepoti dengan beberapa
> pertanyaan berikut.
> 
> 1. Ada yang pernah ke Chile?  Apakah untuk orang
> Indonesia yang ke Chile tidak memerlukan visa (atau
> ada layanan visa on arrival? 
> 
> 2. Siapa pun yang hendak ke Latin disarankan melakukan
> vaksinasi yellow fever.  Apakah yellow fever ini
> semacam sakit kuning atau hepatitis? 
> 
> 
> 
>               

Kirim email ke