Wah sesama Anker(anak-kereta) juga, Metro memang dibuat dengan warna yang beda menunjukkan jalur atau nama lines. Emang enak banget mendefinisikan jalur dengan warna ketimbang dengan nama (karena agak susah mengingat menurut saya).
Metro akan berhenti di titik yang ditunjukkan di peta, lengkap dengan namanya. Kalau di map dikasih bulet putih. Nah terkadang jalur ini akan saling bersilangan itu menunjukkan interchange. Jadi kita bisa pindah jalur di titik tertentu. Lihat sekali lagi titik-titik putih itu. Kalau titik itu menggabung dua jalur berarti kita bisa lompat sana sini. Terkadang sebuah interchanges bisa menggabung 3 atau lebih jalur, biasanya stasiun gede seperti Gare de Lyon atau Haussmann Saint-Lazare. Menurut saya sih gampang, yang sulit memang namanya itu. Kalau jalan kaki juga terlihat karena stasiun Metro biasanya diberi tanda sekitar 50 meter dari lokasi. Yang mungkin terasa aneh adalah konstruksinya yang tua. Tersesat di belantara Paris? wah kok bisa ya... Salam, Ambar --- In [email protected], "Sophie Nurbani" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear BPer, > > > > Kemarin saya baca (baca apa ya? lupa), ada orang Indo yang tersesat di > stasiun metro, Paris selama 3 jam sebelum akhirnya menemukan metro yang > harus dia naiki. Untuk BPer yang sudah pernah bergulat di metro Paris > mohon sharing infonya. Saya memegang map metro tersebut. Sepertinya ada > 13 metro lines (dengan berbagai warna berbeda). Kalau saya lihat > sepintas begini: Misalnya, saya ambil metro line no. 2 dengan tujuan > stasiun Anvers (untuk ke Place du Tertre, Montmartre) dari tempat > menginap yang satu jalur dengan line no. 2 tersebut. Nah, stasiun metro > yang khusus line 2 tersebut apakah hanya ada line itu saja (satu line > khusus rute Anvers dan yang sejalur?). removed] >
