Jelas!, saya jadi backpacker biasanya jelas cari Free and Cheap
  karena terus terang saya agak ngga nyaman berpergian dengan rombongan besar,
  taruhlah, backpacking favorit saya, karena saya jg hobi motret objek2 
bangunan2 gak jelas, dan saya banyak belajar arsitektur dan beberapa ilmu 
sosial,...
  jadi saya lebih suka ngelayap sendiri dan punya prefrensi tempat yg mungkin
  susah cocok dengan rombongan lain, kecuali kalau saya lg bawa rombongan 
student.
  (banyakan pasti mengeluh dengan jadwal saya)...
   
  kalau masalah backpacking dengan sifat dan destinasi jungle trekking or 
adventure trip,...wow, ini masalah lain,ini masalah infrastruktur,...biaya 
mahal bukan hanya buat backpacker, tanya saja orang setempat ongkos dari tempat 
A ke B berapa disitu patokannya (harga barang2 domestik di sana jg ikut 
berpengaruh). jelas kalau infrastruktur kawasan tersebut sudah siap, biaya 
Insitu pasti lebih murah, makannya urban backpacking menurut saya selama ini 
jauh lebih murah,lebih mudah dari pada nature or adventure backpacking / dari 
barang yg mesti di bawa, sudah lain.
   
  cmiiw, kesimpulan saya:
  mahal murah destinasi secara kasar bisa dilihat dari:
  1. infrastruktur (jauh, dekat, sering, jarang, baik, buruk, privat transport 
or publik transport)
  2. eklusifitas servis (akomodasi, transport, 
  3. efisiensi di berbagai pos (akomodasi vs transportasi, penyusunan jadwal, 
menggunakan sistem rombongan jadi bisa dapat harga2 khusus rombongan dll)
  4. Jenis destinasi (adventure, nyelem, ke gunung, panjat tebing, jalan2, 
foto2, belanja)
   
  G+
   
  wibi aulia harsum <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          tentu bukan di jasa porter atau lokal guide, tapi di biaya sewa..

Q: maksudnya biaya sewa apa ya?

mendaki gunung, untuk menekan biaya.. kamu harus bisa lakukan sendiri..
tapi, kalau backpacking di organize, ini menjadi sangat mahal... rata2x
harga Adventure di negara sebut saja amerika, taman Nasional menawarkan
mulai USD 1000 - USD 6000 untuk walking on Jungle, river...

Q: ini case di amrik sana kan? indonesia ngga akan semahal itu sih gw rasa.

kalo menurut gw sih yang namanya backpaking identik ke hal-hal seperti "murah" 
and "free where to go", dan yang paling jelas adalah bawa backpack. masalah 
spending sih relatif atuuh... kalo si backpacker ternyata "shopaholic", biaya 
gw ke singapur sejuta 3 hari, mungkin dia bisa 10jt dalam sehari. yaa intinya 
mah pinter2 mengorganize dan mengaplikasikan itinerary aja dengan appropriate :)
cmiiw

-wibi-

Kirim email ke