Begin forwarded message:

> From: Dvi Shifa <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 7 June 2007 09:42:46 GMT+08:00
>
> Subject: Re: [indobackpacker] IBP Challenge for Green Travel :   
> Green Travel dan Responsible Tourist
>
> Temans,
> Mau ikutan bersuara sedikit.
> Memang sebuah fenomena yang mengerikan tentang keadaana bumi kita  
> sekarang ini.
>
> Mungkin Mbak Ambar dan teman2 di IBP bisa menjadi contoh untuk  
> orang2 lain.
> Kami pun saat ini sedang menggodok program semacam green travel dan  
> responsible tourist yang dikhususkan pada generasi yang lebih muda,  
> anak-anak dan remaja Indonesia, dari usia 8 sampai 20 tahun.
> Yang menjadi misi utama kami adalah bagaimana memberikan pencerahan  
> sedini mungkin kepada anak2 dan remaja tersebut.
> Mereka kita ajak traveling sambil belajar, baik ke luar negeri  
> maupun di dalam negeri....well, menggabungkan sisi bisnis dan  
> idealisme lah.
>
> Ada yang tertarik ikutan ? hubungi saya lewat japri saja...!
>
> BTW, WWF juga sedang mencari Public Educator (volunteer) untuk  
> memberikan penyuluhan program2 lingkungan kepada anak2 dan remaja  
> Indonesia.
>
> salam
> shifa
>
> Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebenarnya apa sih Green Travel. Jalan-jalan make baju ijo ? atau
> kemana-mana bawa ransel warna ijo ? aduhhhh...bukan gitu.
>
> Kata-kata : pemanasan global, perubahan cuaca, emisi karbon rasanya
> terlalu hebat untuk dijabarkan. Gampangnya gini : pernah ngg kepikir
> kalau kita travelling dengan pesawat sebenarnya kita bertanggung jawab
> terhadap polusi yang dihasilkan?
>
> Lah itu kan urusan maskapai penerbangan, or negara. Kan mereka yang
> harusnya mengontrol tingkat emisi di udara kita. Jawabnya TIDAK.
> Mereka akan tutup mata melihat kenyataan bahwa hampir setiap hari
> mengoperasikan oplet udara dengan asap.
>
> Apa hanya pesawat aja? ternyata bis, mobil, kereta dan bahkan rumah
> ikut andil membuat bumi makin panas. Penggunaan listrik, gas dan
> minyak. Jadi tanggung jawab siapa-kah ini?
>
> Jawabnya ya kita ini. Tukang jalan, pengguna transportasi, pengguna
> energi. Apakah memerlukan group pressure seperti Walhi, Greenpeace
> atau WWF untuk mendesak pemerintah peduli? bisa ya bisa tidak.
> .
>
> 
>
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke