Note:  cerita ttg hotel aman?  saya jadi ingat ttg ......   yg paling
baik, jangan pernah tinggalkan Barang berharga di Hotel, termasuk
Notebook!   why, karena Hotel kalau kasih kunci, itu kunci duplikat,  si
pengelola hotel selalu punya kunci cadangan...
lho kok Bisa?  karena dia tau tamu suka bawa Kunci, dan nggak Balik
lagi....

saran saya, apalagi memilih kelas Hostel, Bukan Home stay.. selama
pengalaman saya pakai Homestay, tampa Kunci kamar.. ninggalin Notebook,
Hape, nggak pernah Ilang!  kenapa, karena orang ndeso jarang punya
keinginan untuk mencuri.. keep Trusted nya lumayan.

salam
ARIS

Sam Ichulz wrote:
> Mas, Bisa minta tolong tulisan berikut disebarkan di milist
> Indobackpacker ?. Barangkali bermanfaat. Makasih sebelumnya.
>  
>  
> ================================================================================
> Dear all,
>  
> Setelah mendapat email forward-an beberapa waktu lalu tentang kejadian
> pencurian di hotel di Bandung , pada mulanya saya tidak percaya.
> Sampai kemudian saya mengalaminya sendiri. Saya perlu untuk
> menceritakan pengalaman saya ini supaya menjadi pertimbangan pembaca
> jika hendak memilih hotel untuk menginap.
>  
> Seperti kebiasaan setiap long weekend, orang Jakarta pada berlibur ke
> Bandung sehingga tingkat hunian hotel mencapai 100 persen. Rasanya
> susah banget mendapatkan hotel karena harus bersaing dengan begitu
> banyak pelancong. Akhirnya setelah putar sana-sini sampai sore hari,
> saya berhasil juga menemukan hotel yang masih available, yaitu HOTEL
> AUGUSTA, hotel bintang dua yang terletak di JALAN SURAPATI NO.203 
> BANDUNG, persis di perempatan antara JALAN SURAPATI dan JALAN
> PAHLAWAN. Hebatnya, dari sekian banyak kamar hotel tersebut, tinggal
> satu yang belum terisi !! Ada apa nih ??? Pertanyaan ini yang mengiang
> selama menginap di sana .
>  
> Jumat tanggal 1 Juni 2007 pukul 19.00, saya dan teman saya check in di
> HOTEL AUGUSTA. Pada saat check in, kami tidak menemukan keanehan
> apapun karena pada saat membayar sewa hotel, kami tidak memeriksa
> terlebih dahulu kondisi kamar. Baru kemudian saya sadari ketika
> memeriksa kondisi pintu kamar no.42 lantai 3, satu-satunya kamar
> tersisa yang ditawarkan resepsionis kepada kami. Kunci pintu kamar
> tersebut ternyata rusak. Karena sudah terlanjur membayar uang sewa,
> kami tidak bisa membatalkan lagi. Apalagi kami sudah capek setelah
> seharian puter-puter nyari hotel yang masih available. Saya kemudian
> mengeluh ke bagian resepsionis untuk memperbaiki kunci pintu kamar
> yang rusak tersebut. Tapi resepsionis berhasilkan meyakinkan saya
> bahwa pintu kamar tersebut aman dan bisa dikunci dari dalam. Saya pun
> akhirnya mengalah karena saya maklum dengan harga sewa yang tidak
> terlalu tinggi, kayanya sebanding dengan kondisi kamar yang disewakan.
>  
> Pada malam pertama menginap, semuanya berlangsung aman-aman aja.
> Seperti yang dibilang resepsionis, seluruh kamar hotel dalam keadaan
> penuh karena waktunya yang bertepatan dengan liburan akhir pekan
> panjang. Sehingga bisa dipastikan banyak orang yang lalu lalang di hotel.
>  
> Pada malam kedua yaitu sabtu malam minggu, awalnya berjalan aman-aman
> saja. Mungkin karena badan yang sudah sangat capek karena seharian
> jalan-jalan keliling kota sehingga membuat saya kurang waspada
> terhadap sekeliling saya. Saya juga lupa dengan keadaan kunci pintu
> kamar yang rusak sehingga pada saat akan tidur, saya belum memastikan
> bahwa pintu terkunci dari dalam. Ketika saya bangun jam 12 malam, saya
> masih menemukan HP yang saya letakkan di samping tempat tidur saya.
> Demikian juga dompet saya yang saya taruh di atas meja tidak jauh dari
> pintu masuk. Ketika bangun jam 03.00 pagi, saya masih mendapati HP
> saya tergeletak di meja dekat tempat tidur saya. Pada saat jam 05.00
> lebih, saya bangun dan ke toilet yang juga terletak dalam kamar untuk
> buang air dan mengambil air wudhu.
>  
> Betapa terkejutnya saya pada saat keluar dari toilet karena mendapati
> kamar saya sudah terbuka dengan kondisi terganjal oleh sandal saya.
> Teman saya yang pada saat kejadian tertidur pulas, terbangun karena
> mendengar suara saya kemudian ikut memeriksa barang-barang dalam
> kamar. Kami terkejut karena dalam tempo yang singkat itu, dua HP
> dengan merek NOKIA dan O2 lenyap dari kamar. Demikian juga dengan dua
> dompet milik saya dan teman saya yang berisi uang dan surat-surat
> penting (SIM, STNK, ATM, Kartu Asuransi Kesehatan dsb) ikut lenyap
> disikat oleh pencuri. Uang yang tersisa hanya 22000 rupiah, yang gak
> bakalan cukup buat balik ke Jakarta .
>  
> Sungguh benar-benar nekad pencuri itu sehingga tidak takut
> membangunkan teman saya yang saat itu tidur di kamar. Pencuri ini
> benar-benar lihai sehingga bisa masuk ke kamar tanpa menimbulkan suara
> yang bisa menarik perhatian kami ataupun membangunkan teman saya yang
> lagi tidur.
>  
> Kami buru-buru melapor ke bagian sekuriti untuk membantu kami
> memeriksa keadaan kamar kami. Sekuriti kemudian memeriksa kamar kami
> sebentar dan kami disuruh untuk menunggu sampai jam 08.00 pagi. Hal
> ini tentunya memberikan kesempatan kepada pencuri untuk menghilangkan
> jejak. Perlu diketahui, pada saat kami melapor kepada sekuriti tentang
> kejadian pencurian ini, belum ada satupun penyewa hotel yang check
> out. Tapi pada saat itu sudah banyak penghuni yang memesan sarapan
> pagi dan pelayan hotel sudah berseliweran untuk mengantarkan pesanan
> makanan ke kamar-kamar hotel.
>  
> Ketika jam menunjukkan pukul 08.00, kami bertemu dengan seorang
> sekuriti yang mengaku bertanggung jawab terhadap keamanan hotel. Kami
> kemudian melaporkan kejadian yang kami alami dan kami menuntut
> kompensasi terhadap kerugian kami. Tapi kemudian terjadi perdebatan
> antara kami dengan pihak sekuriti hotel. Akhirnya kami mengadu ke
> kantor polisi terdekat yaitu kantor Polsek Cibeunying Kaler. Dalam hal
> ini pihak hotel terkesan melepaskan diri dari masalah yang kami hadapi
> yang sebenarnya juga menjadi tanggung jawab pihak hotel. Saya
> menanyakan pihak manajemen hotel yang bisa saya hubungi untuk menuntut
> kompensasi tetapi pihak hotel mengatakan bahwa saat itu tidak ada
> satupun pihak manajemen hotel yang masuk. Kemudian kami minta kontak
> person yang bisa saya hubungi pada hari seninnya (karena saya harus
> balik ke Jakarta ) tetapi pihak sekuriti menyarankan kami untuk
> menghubungi nomor telpon hotel yang sebenarnya adalah nomor untuk
> pelanggan hotel, tanpa memberikan nama kontak personnya. Celakanya
> lagi saat pemeriksaan di kantor polisi belum selesai, sekuriti hotel
> sudah mewanti-wanti kami untuk segera keluar dari hotel karena waktu
> menunjukkan pukul 12.00. Kami di-/dead line/ kalo tidak segera keluar
> akan dikenakan denda 25 persen dari harga sewa. Akhirnya setelah nego,
> kami hanya diberi waktu sampai jam 13.00. Gila gak sih ??
>  
> Bersama ini juga saya menghimbau kepada calon penginap untuk
> berhati-hati sebelum memutuskan untuk menginap di HOTEL AUGUSTA
> BANDUNG . Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, kondisi
> kunci kamar yang menurut saya kurang aman sehingga mudah untuk dibuka
> paksa dari luar. Kunci pintu, dalam hal ini kamar NOMOR 42 di LANTAI 3
> dalam kondisi RUSAK. Sehingga jika Anda akan menginap dan disodorkan
> kamar nomor tersebut, sebaiknya Anda menolak, karena sangat rawan
> untuk terjadi pencurian. Di hotel, tidak terlihat satupun kamera CCTV
> yang terpasang, sehingga jika terjadi kejahatan sangat sulit dilacak.
> Pada saat keluar hotel, usahakan jangan meninggalkan barang-barang
> berharga seperti HP, dompet dsb di dalam kamar hotel. Pada saat tidur
> usahakan untuk menyimpan barang berharga dalam almari dan terkunci
> atau Anda masukkan kedalam saku sehingga lebih aman. Karena pencuri
> sangat ahli dalam membaca situasi dan akan beraksi begitu Anda lengah.
> Dalam kasus kami, pencuri bisa masuk dan mengambil barang-barang di
> atas meja dalam kamar tanpa kami sadari walaupun saat itu saya ada
> dalam toilet dan teman saya dalam keadaan tertidur dalam kamar. Ingat,
> pencuri sangat ahli dalam membaca kelengahan korban.  Dan dalam banyak
> kasus pencurian di hotel, kemungkinan untuk mendapat kompensasi dari
> pihak hotel sangat kecil.
>  
> So, sekali lagi hati-hati jika akan menginap di HOTEL AUGUSTA BANDUNG
> atau hotel manapun dimana Anda menginap. Mending membayar rada mahal
> tapi aman daripada lebih murah tapi tidak aman.
>  
>  
>  
> SOLICHUL
> Jakarta Selatan
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Pinpoint customers
> <http://us.rd.yahoo.com/evt=48250/*http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v9.php?o=US2226&cmp=Yahoo&ctv=AprNI&s=Y&s2=EM&b=50>who
> are looking for what you sell. 


-- 
--------------------------
http://odesya.multiply.com
http://community.webshots.com/user/kunlun_it
"The true mountaineer-climber or hill walker walks softly through the 
wilderness striving to leave not the slightest trace in his passage."

"Mountaineering - Freedom of the Hills"

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke