Salam kenal untuk Rekan2 BP. 

Saya belum lama bergabung dengan BP dan ingin memperkenalkan diri sambil
posting cerita sedikit.

 

Ini sekedar info untuk rekan2 BP yg berniat jalan2 murah meriah di Jerman.
Tidak banyak cerita mengenai Jerman-nya sendiri
karena fokusnya hanya untuk cerita keliling Jerman dengan low budget untuk
transportasi n akomodasi.

Saat bikin plan untuk jalan2 keliling Jerman dengan waktu yg terbatas oleh
cuti yg cuman 2 minggu, saya berniat mati2an meng-optimalkan waktu tsb
dengan budget transportasi n akomodasi yg sudah sangat minim sehabis
dipotong untuk biaya pesawat pp Jakarta - Frankfurt (plus bayar fiskal yg
selalu bikin naik darah). 

 

Untuk transportasi antar kota di Jerman yg paling reliable (on-time
departure & arrival) dan flexible (various departure schedule from dawn to
midnight), Tante Google memberi info transportasi naik train. Juga ada info
tentang kantor Rail Europe (jaringan kereta api di Eropa) di Jakarta (phone
# 70681681). Staf mereka ternyata sangat informatif membantu saya membuat
budget transportasi minim menggunakan paket 8 Day Rail Pass.

 

Untuk akomodasi, mengingat Jerman merupakan cikal bakalnya bisnis hostelling
sejak tahun 1900-an dan orang Jerman sendiri terkenal maniak dengan
cleanliness-nya, saya langsung book berbagai hostel via www.hostelworld.com
<http://www.hostelworld.com/>  dengan kriteria simple yaitu bisa jalan kaki
sambil menggotong luggage dari train station untuk menghemat biaya
transportasi dalam kota.

 

Singkat cerita, setibanya di Jerman via Frankfurt Airport, saya langsung
jalan kaki menuju Airport Train Station. Perjalanan Frankfurt - Berlin
(depart 14.13 - arrive 18.19) dengan menggunakan jatah Day 1 Rail Pass
ditempuh tanpa terasa karena kondisi train sangat comfy sehingga saya sempat
tertidur nyenyak. Hostel A&O am Zoo di Joachimstaler Str 1-3 terletak pas di
seberang Zoo Train Station dan dapat dicapai dengan jalan kaki 5 menit. Yg
8-Bed-Mixed Shared Room dengan Bathroom di dalam kamar itu Euro
15/bed/person. Lingkungannya rada serem dikit krn ada museum erotica di
deket2 ground floor-nya (hostel di lantai 2). Dari Zoo Train Station ini
saya menjelajahi Berlin via kereta (ada tiket kereta harian yg cukup murah)
dari ujung ke ujung selama tiga hari. Walaupun Berlin sudah bersatu sejak
1989, masih terasa adanya perbedaaan kualitas hidup antara Berlin Timur yg
sedikit kumuh dan Berlin Barat yg sudah modern. 

Jatah Day 2 Rail Pass saya optimalkan dengan cara pagi2 naik train
bolak-balik Berlin - Postdam (one-way sekitar 30 menit) mengunjungi
Sanssouci Castle & Park sebelum menempuh perjalanan Berlin - Dresden (depart
13.42 - arrive 15.53). Dresden itu kota tua yg terbagi menjadi 2 area -
Altstadt di selatan Sungai Elbe dan Neustadt di utara-nya. Hostel Louise 20
di Louisenstrasse 20 terletak 20 menit jalan kaki dari Neustadt Train
Station. Yg 5-Bed-Mixed Shared Room dengan Bathroom di luar kamar itu Euro
15/bed/person. Kamar hostel-nya bener2 cantik krn bed-nya pake model bed
kayu yg masih baru. Dua hari di Dresden saya kemana2 jalan kaki. Kotanya
tidak terlalu besar dan menyenangkan buat jalan kaki santai2 sambil
mengagumi bangunan2 tua atau sekedar duduk2 di pinggir Sungai Elbe.

Jatah Day 3 Rail Pass saya gunakan untuk perjalanan Dresden - Nuremberg
(depart 08.08 - arrive 13.24). Hostel Lette'm Sleep di Frauentormauer 42
terletak 15 menit jalan kaki dari train station. Yg 8-Bed-Female Shared Room
dengan Bathroom di luar kamar itu Euro 16/bed/person. Rada kumuh. Tapi
memang cuman ada 2 hostel di kota ini dan yg satunya lagi letaknya di dekat
castle yg jalannya jauh banget n mendaki mati2an pula. Untuk meng-optimalkan
Day 3 Rail Pass, sekalian sorenya saya pakai untuk naik train bolak-balik
Nuremberg - Bamberg (one-way sekitar 30 menit). Bamberg itu kota tua kecil
dibelah oleh dua sungai yg bisa saya jelajahi jalan kaki (super cepat sambil
sedikit lari2) dalam waktu 3,5 jam. Kota ini biarpun kecil tapi penuh dengan
bangunan tua obyek turis yg unik. Nuremberg juga kota tua yg tidak terlalu
besar. Sebagian besar area kotanya masih dikelilingi oleh tembok batu kuno
dan bisa di-explore dengan jalan kaki seharian penuh dari area shopping-nya
yg cukup modern sampai Kaiserburg Castle & Park yg sudah berdiri sejak abad
pertengahan.

Jatah Day 4 Rail Pass saya pakai untuk pagi2 naik train bolak-balik
Nuremberg - Regensburg (one-way sekitar 1 jam). Regensburg itu juga kota tua
(emang semua kota di Jerman masuk kategori "tua") yg juga penuh bangunan tua
dan indah dibelah oleh Sungai Danube. Kemudian siangnya saya pakai lagi
untuk menempuh perjalanan Nuremberg - Munich (depart 14.28 - arrive 16.12).
Hostel Wombats City di Senefelderstrasse 1 terletak 10 menit jalan kaki dari
train station pusat. Yg 6-Bed-Female Shared Room dengan Bathroom di dalam
kamar itu Euro 16/bed/person. Big chain hostel. Sarana public transportation
di Munich sangat lengkap dan cukup affordable (ada tiket train/tram/bus
harian yg cukup murah). Munich merupakan salah satu kota terbesar di Jerman
yg terlalu penuh dengan obyek wisata. Jalan kaki di sini bukan option yg
menyenangkan kecuali jika kita punya waktu yg tidak terbatas dan stamina
atlit jogging.

Karena lokasinya yg strategis dan didukung oleh jaringan kereta yg superb,
saya menjadikan Munich sebagai base-camp untuk explore area sekitar Bavaria
lainnya. Jatah Day 5 dan Day 6 Rail Pass saya gunakan untuk one-day-trip
naik train bolak-balik Munich - Lindau (one-way sekitar 2,5 jam) dan Munich
- Fussen (one-way sekitar 2 jam). Lindau merupakan sebuah pulau kecil di
pinggir Danau Constance yg airnya sangat biru dan perfect untuk sailing. Di
seberang danau terlihat pegunungan Alpen dengan puncak2 saljunya yg sangat
amat indah. Fussen merupakan gate menuju salah satu obyek wisata terheboh di
Jerman yaitu Neuschwanstein Castle yg konon menjadi inspirasi design istana
Disneyland karena bentuk dan warna-warninya yg lebih mirip istana2 dari
negeri dongeng daripada istana2 tua di Eropa lainnya.

Jatah Day 7 Rail Pass saya gunakan untuk perjalanan Munich - Frankfurt
(depart 08.26 - arrive 12.08). Hostel Stay & Learn di Kaiserstrasse 74
terletak 5 menit jalan kaki dari train station pusat. Yg 5-Bed-Female Shared
Room dengan Bathroom di dalam kamar itu Euro 20/bed/person. Kali ini Rail
Pass saya optimalkan sekalian untuk naik train bolak-balik Frankfurt -
Heidelberg (one-way sekitar 1 jam) untuk mengunjungi Heidelberg Castle &
Park. Personally, saya rasa tidak banyak spot di dunia ini yg bisa
menandingi nuansa romantis senja hari duduk2 di bangku taman sekitar istana
ini. Sesudah sejenak menikmati Heidelberg, Frankfurt terasa sangat common
dan tidak berkesan banyak (kecuali shopping street-nya yg bernama Zeil dan
area flea market-nya). 

Jatah Day 8 Rail Pass, yg mengakhiri perjalanan keliling Jerman kali ini,
saya habiskan untuk one-day-trip naik train bolak-balik Frankfurt -
Freiburg/Titisee (sekitar 4 jam perjalanan) di kawasan Black Forest. Titisee
merupakan kota resort mungil di pinggir danau dengan latar belakang
pegunungan yg indah. Dari sini saya kemudian meneruskan perjalanan naik
train mendaki pegunungan menembus hutan mengunjungi kota resort mungil
Schluchsee yg juga terletak di pinggir danau.

Biaya akomodasi untuk menginap 3 malam di Berlin, 2 malam di Dresden, 2
malam di Nuremberg, 4 malam di Munich dan 3 malam di Frankfurt adalah total
sebesar Euro 230 (sekitar Rp.2.6 Juta untuk 14 malam). Paket tiket train yg
saya beli namanya German Rail Pass. Valid untuk traveling di wilayah negara
Jerman saja (ada paket2 berbeda untuk Negara Eropa lainnya). Harga paket
tiket tergantung dari berapa hari-perjalanan yg kita inginkan. Minimal untuk
4 hari-perjalanan seharga Euro 160. Untuk setiap tambahan hari-perjalanan
dikenakan lagi biaya Euro 20 per hari. Paket yg saya beli untuk 8
hari-perjalanan dalam sebulan sehingga total menjadi Euro 240 (sekitar
Rp.2,7 Juta). 

 

Berbekal Rail Pass ini, serta konsep bahwa hostelling itu fun n jalan kaki
itu sehat, saya berhasil keliling 2/3 area Jerman dalam 14 hari mengunjungi
kota Frankfurt, Berlin, Postdam, Dresden, Nuremberg, Bamberg, Regensburg,
Munich, Lindau (Danau Constance), Fussen (Neuschwanstein Castle), Heidelberg
dan Freiburg/Titisee/Schluchsee (Black Forest). Cukup lumayan buat budget
murah meriah.

Semoga cerita ini cukup informatif untuk Rekan2 BP lainnya,

Vivin

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke