Met pagiiii.....

Maaf ngg kekabar. Rasanya klise kalau disebut kesibukan. Tapi  
begitulah hidup he he he... Ohya untuk updating IBP Challenge hari  
ini hanya cerita tentang naik kereta di Shanghai-Hangzhou. Walau  
cuman sehari pp tapi masalah pembelian tiket lumayan ribet. Terutama  
karena saya enggak bisa bahasa Mandarin. Jadi please kalau ada yang  
bisa Mandarin akan sangat-sangat membantu. Bisa sih survive tapi akan  
membutuhkan dua kali effort untuk memahami rute. Saya juga telah  
mengantongi jadwal kereta di China tapi yang ini tahun lalu 2006.

Juga soal info dari buku. Ternyata jalur SIN-Beijing ini kurang  
terlalu diminati. Kemungkinan karena biasanya para backpacker adalah  
melintasi Trans Manchuria dari Moscow-Beijing sedang seterusnya lebih  
suka langsung ke Bangkok. Nah ini tantangan lagi kan? Jika temen2 ada  
referensi buku tentang jalur ini akan sangat membantu. Sementara ini  
saya hanya make dari cat-per seorang yang overland EuroAsia dan buku  
pinjeman Trans-Siberia Handbook nya Bryn Thomas.

Jalur yang diberitakan putus antara Hanoi-Beijing itu ternyata  
disebutkan dalam Lonely Planet Trans Siberia  dan belum diupdate.  
Beberapa buku terbaru dan informasi lapangan menyebutkan rute ini dua  
kali dalam seminggu. Jadi no problem. Permasalahan mungkin adalah  
ngepasin hari keberangkatan. Kalau ketinggalan mungkin terpaksa  
nginep beberapa hari lagi di Hanoi. Saya minta bantuan temen2 untuk  
scheduling.

Scheduling ini disusun berdasar day 1, 2, 3 dan seterusnya walaupun  
kita belum menetapkan hari keberangkatan. Terus-terang saya cuman  
bikin untuk saya sendiri berdasar interest saya terhadap tempat  
mampir. Kemungkinan sidetrip saya dihitung dari Singapore :

1. Hat Yai (few hours)
2. Bangkok (one days for break)
3. Siem Riep (2days)
4. HCMC (1day)
5. Hanoi (2day)
6. Mampir Shanghai atau langsung ke Beijing?

Ada yang bisa memberi alternatif? Bersama email ini saya sertakan  
jadwal kereta China 2006 via pdf. Bagi temen2 di yahoogroups silakan  
buka di
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/files/ > IBP Challenge  
 >  China Train Table 2006

 
------------------------------------------------------------------------ 
--------------------------------------
Stasiun kereta kok bulet...
http://ambarbriastuti.multiply.com/journal/item/253 (plus photos)


Emang berada di negeri ini menantang segala kemampuan survival. Dari  
hal sepele seperti pesan makanan atau naik taksi menjadi moment  
menarik. Termasuk juga dengan naik kereta.

Hari Minggu lalu berombongan kami ke Hanzhou sekitar 2 jam naik  
kereta dari Shanghai. Untung banget salah satu anggota jalan adalah  
native Chinese, jadi urusan pesan memesan tiket cukup  
didelegasikannya. Sebenarnya rencana semula adalah hari Sabtu,  
berhubung dah ketinggalan kereta terpaksa ganti esoknya. Beli tiket  
di loket enggak ada dalam bahasa Inggris. Jadi enaknya minta  
dibuatkan kartu  tulisan chinese berisi tujuan dan hari. Lengkap  
dengan one way atau return ticket. Anehnya untuk return ticket,  
loketnya ternyata beda plus harus ngisi form.

Kami berhasil dapet tiket kereta cepat 1st class dalam outbound  
(Shanghai-Hangzhou) tapi dapet kereta lambat 1st class untuk inbound.  
Ini karena hari Minggu, penuh banget dengan penumpang yang piknik.  
Berangkat 1030 dan pulang 1808. Jadi emang ngg nginep.

Yang bikin kagum adalah stasiun keretanya. Untuk jurusan Hangzhou  
stasiunnya adalah di South Railway Stasiun. Perlu diketahui ada 4  
stasiun kereta di Shanghai, termasuk Metro atau kereta dalam kota.  
Yang ini wah....grandeur deh. Bener-bener gres, anyar tenan.....
Cuman kawan saya komplain soal kenapa stasiun kereta kok bulet.  
Dimana-mana mah stasiun emang kotak dengan platform yang sempit. Ini  
saking lebarnya mobil 4 bisa saling lewat.

Strukturnya dari baja, cantik sebenarnya. Saya sih bisa lihat kenapa  
bulet. Because bulet adalah simbol kesinambungan dalam mitologi  
China. Bulet juga sebuah journey yang tanpa awal dan tanpa henti. Dan  
stasiun adalah wujud journey yang tidak akan ada habisnya. Halah...

Harga tiket untuk kereta cepat RMB 70. Sedang yang kereta lelet  
seharga RMB 40. Nah berapa sih kecepatan maksimalnya? percaya atau  
tidak kereta ini bisa nyampe 200km/jam. Cuman karena ada beberapa  
pekerjaan konstruksi selama perjalanan, kereta cuma bisa nyampe 180km/ 
jam. Speed kereta jelas terlihat di papan elektronik.

Kereta-nya juga super gres. Biasanya saya ngecek dari kondisi toilet  
dan tempat duduk. Dan hasilnya hmm bersih kinclong. Ada layar TV-nya  
lagi. Wush...lagi-lagi nostalgia naik kereta  
terbayang.....*plethaks...ngalamun doang*
Cuman butuh 1.5 jam ke Hangzhou, tapi sekitar 4 jam untuk balik. Why?  
karena kereta lelet tadi bener-bener lelet. Musti stop beberapa kali  
menyilakan kereta lain lewat. Jadi lain kali kalo mau naik kereta  
pesen dulu 2-3 hari biar ngg keabisan. Bisa lewat travel agent, hotel  
atau datang sendiri. Ngg susah sebenarnya. Cuman siap2 mangkel...

PS: US$ 1 = 7.5 RMB

Cerita Ambar
http://ambarbriastuti.blogspot.com
http://www.flickr.com/photos/ambarbriastuti/
Adventure. Backpacking. Photography.





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke