mau nambahin aja kalo bisa lengkapi dgn alat2 keselamatan yang baik
  lifejacket buat snorkling,buoy buat kalo ada yg kram bisa di bantu pake ini 
sekalian 
  buat kasih tanda krn warna buoy biasanya gampang di lihat,usahakan kalo sama 
temen2 naek kapal trus snorkling/diving, harus ada surface watch buat jaga di 
atas kapal, jangan terlalu mengharapkan orang kapal(tp kalo dah sering bawa 
tamu biasanya dah tau sih)...
   
   
  thx 
  -aldo lanksink-

Johannes Keioranto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sarah,

Turut bersedih dengan apa yang menimpa rekan-rekan mu. Saya pribadi juga pernah 
merasakan kehilangan teman satu grup di kejadian yang lain. Kejadian di P 
Pramuka kemarin masih meninggalkan tanda tanya yang cukup besar tapi pada 
intinya adalah karena kurang perhatian dengan rekan sejawat serta kurangnya 
pengetahuan akan kondisi lapangan. 

Pada dasarnya rekreasi di laut lepas harus dipersiapkan dengan baik. sehingga 
mengeliminir situasi yang tidak diinginkan. Bawalah peralatan yang memadai 
seperti kalau snorkling ya bawa fin dan masker. Kalau tidak punya bisa nyewa 
khan? Atau kalau nyelam ya fin nya untuk yang menyelam dan bukan fin untuk 
snorkling trus ada regulator cadangan (octopus) kalau2 ada rekan sejawat yang 
butuh pertolongan di bawah sana. Trus pengetahuan juga harus tahu. Semisal 
kalau menyelam lebih dari 30 meter ya kudu tahu kalau ada resiko mabuk nitrogen 
sehingga minimal harus bisa melihat rekan sejawat. Kalau tidak bisa melihat 
karena pandangan buruk ya mending gak usah diteruskan. 

Khusus untuk bermain-main di tepi pantai, kita bisa mencontoh para surfer bule. 
Sebelum surfing mereka biasanya jalan-jalan di tepi pantai untuk melihat 
gelombang dan arus. Ada fenomena yg ada yg menyebutnya fenomena gigi ompong 
dimana ada celah diantara gugusan karang sejajar di tepi pantai persis seperti 
celah diantara deretan gigi kita. Nah disitulah aliran air akan menyempit kalau 
kembali ke laut dan menghasilkan tarikan kuat cukup untuk menyedot perenang. 
Daerah ini gak boleh direnangi!! Kalau terjebak di tempat seperti ini, 
bersukurlah anda kalau memakai fin. Kalau tidak, jangan dilawan. ikuti saja 
sampai pengaruh tarikan hilang kemudian berenang sejajar sampai ke tempat lain 
yg lebih aman.

rgd,
Joe

----- Original Message ----
From: Sarah JoJo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, June 29, 2007 11:32:33 AM
Subject: [indobackpacker] Re: Pramuka, 30 Juni - 1 Juli. Ada yang mau join?

Mas Yuditha,

Kalo boleh lebih spesifik, kecelakaannya kenapa ya? trus pas lagi kegiatan apa? 
diving kah? snorkeling kah? atau yang lain? soal nya saya tertarik bgt ke 
p.1000 (hehe). dan sampai saat ini pulau seribu masih jadi andalan untuk wisata 
laut terdekat dibanding anyer, yang mana di laut ini bener2 parah ombaknya. 
Pasang naik dan surut nya bener2 gak teratur.

Saya jadi inget waktu backpacking rame2 tmen2 Senat + Bem kampus. 
Critanya kita pembubaran senat di pulau seribu, basecamp P. Untung Jawa selama 
2 malam.
Kelar dari pulau seribu, beberapa orang termasuk saya lanjut 'ngeteng' tronton 
ke anyer untuk RaKor BEM selama 2 malam juga (duh, tapi saya bener2 gak inget 
nama penginapannya nya apa di anyer). Setelah semalam suntuk rapat, pagi2 
sekitar jam 6 pagi cewe2 main2 di pinggir laut. Kayak ngebentuk lingkaran orang 
gitu lompat2 gak jelas juga sih.. tapi ketinggian air nya cuma se-lutut. 
Tapi lama kelamaan tanpa ada yang sadar mereka terbawa arus ke tengah laut, 
sampai tiba2 ada ombak besar yang menyapu cewe2 itu. Beberapa temen cowok 
langsung berenang untuk menolong.
Tapi akhirnya 5 temen saya bener2 pergi pagi itu. 2 orang wanita dan 3 orang 
pria yang bermaksud menolong.



         

       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke