Kayaknya safety penerbangan kita (termasuk Garuda) kurang bisa
memuaskan pihak Aviasi Eropa. Kalau ngg salah memang udah beberapa
tahun ini Garuda ngg melayani Eropa, kebanyakan Asia Australia dan
sekitarnya. 

Mungkin juga karena catatan buruk aviasi Indonesia dengan berbagai
kecelakaan belakangan ini. Sedih juga ya...mosok Garuda disamakan
dengan negara Afganisthan. Jadi ngg enak rekomendasi orang dengan
penerbangan sendiri. Padahal saya paling suka promosi untuk make
Garuda di penerbangan domestik tanpa mengabaikan penerbangan budget lain. 

Kalau semua nyari tiket murah dan melupakan safety, wah rasanya nyawa
sendiri juga jadi murahan ya..


...There are no new types of aircrashes — only people with short
memories. Every accident has its own forerunners, and every one
happens either because somebody did not know where to draw the vital
dividing line between the unforeseen and the unforeseeable or because
well-meaning people deemed the risk acceptable.

If politics is the art of the possible, and flying is the art of the
seemingly impossible, then air safety must be the art of the
economically viable. At a time of crowded skies and sharpening
competition, it is a daunting task not to let the art of the
acceptable deteriorate into the dodgers' art of what you can get away
with.

— Stephen Barlay, 'The Final Call: Why Airline Disasters Continue to
Happen,' March 1990.

Salam,
Ambar


--- In [email protected], Ully Soraya <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Tadi baru baca di text TV di rumah yang isinya semua
> penerbangan milik perusahaan penerbangan Indonesia
> termasuk garuda dilarang melayani rute dari dan ke
> wilayah EU (Uni Eropa). Jadi mulai sekarang gak
> bakalan bisa naik Garuda dari dan ke Eropa, padahal
> dulu favorit kita untuk terbang dari dan ke Amsterdam
> pake Garuda soalnya selain murah kru-nya pada pake bhs
> indo jadi merasa at home. Kira2 kenapa ya, apa karena
> sistem keamanannya yang terlalu buruk atau gimana ya.
> ___

Kirim email ke