Kawans, Dalam http://www.lintasdhyanapura.com/cetak.php?id=56 wisatawan itu secara garis besar dibagi 2 : 1. Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat local. 2. Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya. 3. Mid-Centris, yaitu terletak diantara tipologi Allocentris dan Psycocentris
Wisatawan yg Phsycosentris itu pada umumnya dari negara2 mapan seperti negara2 Eropa, Jepang, dlsb. Spy mudah, saya sebut saja wisatawan Physcosentris itu "Turis", dan diluar jenis itu sy sebut "Traveler". Dengan image Indonesia saat ini yang : 1. Sarang teroris : bahkan jagoan teroris Thai Selatan & Phillipine berasal Indonesia 2. Daerah bencana 3. Infrastruktur payah : mode transportasi, dan juga yg plg krusial dan kerasa bgt buat wisatawan : WC Umum & telp umum! 4. Tempat wisatanya kotor, bahkan di gunung banyak sampah, 5. Masyarakat lokal yg suka gak jujur ngemplang turis Ditambah harga gasoline yg meroket shg biaya penerbangan/transportasi jg asik naiknya, jelas Indonesia bukan tujuan utama turis yg mencari kenyamanan, terutama dari negara2 mapan tsb. So, market Indonesia harus diubah. "Turis" asing yg pada umumnya sgt heboh soal issue keamanan jelas bukan market Indonesia lagi. Indonesia harus mulai membidik "Traveler". Saya pernah coba bicara dgn orang budpar saat pameran, mereka tetap ngotot membidik market nya ke "Turis", dgn asumsi "turis" pny lebih banyak uang dan suka belanja, jd mendatangkan devisa yg lbh banyak. Menurut sy, dgn kondisi spt ini, sebaiknya kita justru membidik "Traveler", karena walaupun devisa yg dihasilkan sedikit dari traveler (mereka bukan tukang belanja), "Traveler" pny karakter berkelompok dgn "Travelers" lainnya dan saling berbagi cerita. SO, lewat mereka lah promosi gratis ttg Indonesia mendunia lewat saling tukar informasi di traveltourist.com, thorntree.com, dlsb. Ketika kondisi membaik, kita bisa gunakan popularitas yg sudah beredar tsb utk kembali membidik "Turis" asing. Tapi, bukan berarti promosi ke "Turis" dihilangkan. Yang tepat adalah promosi ke "Traveler" yg selama ini tidak digarap mulailah digarap. Keduanya bisa jalan bersamaan. Buat teman2 yg bisa nulis dlm bahasa asing, tulislah daerah2 Indonesia yg menarik di majalah2 asing. Contonya, Dieng saat ini populer di kalangan wisawatan Perancis krn pernah ada media asing yg meng-cover Dieng. Kawans, Dgn kondisi Indonesia saat ini, susah jg mengharapkan pariwisata bisa mensejahterakan penduduk lokal dgn kedatangan turis asing. Mungkin nanti ketika Indonesia image sudah membaik. Jadi, jika tujuannya mensejahterakan penduduk lokal di lokasi wisata pada saat wisatawan asing masih takut ke INdonesia, maka traveler/turis yg tepat adalah : Turis/travler lokal! So kawan, mari traveling. Jangan ragu buat belanja, hitung2 utk menggerakkan roda perekonomian daerah, dan amal :) Kalo nggak butuh? Ya tetap belanja aja......Kalo nggak butuh ya kasih saya aja nggak pa pa koq.. Salam, Tari --- frida handayani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > mo sharing aja ney,, > > kebetulan di kantor ada rombongan 4 mahasiswa > belanda yang lg internship selama 3 bulan. dan > mereka berencana untuk melakukan beberapa perjalanan > di beberapa kota di pulau jawa seperti jogja dan > solo. Mereka prefer untuk naek kereta api aja > ketimbang pesawat, alasannya biarpun butuh waktu > yang lebih panjang tapi mereka merasa lebih nyaman. > Kita dah coba untuk ngeyakinin mereka tapi tetap aja > khawatir. Dan yang menjadi pertanyaannya: apakah > sebegitu tidak amannya naek armada (lokal) meskipun > itu sekelas garuda??? > > > > > > --------------------------------- > Don't pick lemons. > See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. > > --------------------------------- > Need a vacation? Get great deals to amazing places > on Yahoo! Travel. > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > "No SPAMMING or forwarding unrelated messages, you > will be banned immediately" > > Indonesian Backpacker Communities > visit our website at www.indobackpacker.com > backpacking trip visit > http://backpacking.indobackpacker.com > Photogallery visit > http://photogallery.indobackpacker.com > > "Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang > tidak Perlu dan kkutip bagian yang perlu saja" > > Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk > menghindari Virus dan Menghemat Bandwidth. > > - Satu email perhari: > [EMAIL PROTECTED] > - No-email/web only: > [EMAIL PROTECTED] > - menerima email: > [EMAIL PROTECTED] > - berhenti dari milist kirim email kosong : > [EMAIL PROTECTED] > - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > (Yahoo! ID required) > > mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > ____________________________________________________________________________________ Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware protection. http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php
