photo panorama tengok di http://odesya.multiply.com/photos/album/56
Rinjani.. Note: sangat di sarankan untuk tidak melakukan solo trekking, karena kalau salah2x resiko kecelakaan akan di tanggung sendiri. motto nya: Mountaineering can make injury or die...withaut complain perjalanan saya waktu ke rinjani, saya naik sendirian... alias solo, dengan style ultralight trekking! tampa tenda dan perbekalan yang standart.. tapi, saya sudah pikirkan resiko ini, jadi perlu kehati-hatian yang maksimal enaknya, solo trekking kita bisa mengatur irama kemampuan phisyk dengan cara kita sendiri, kapan harus break, atau mau terus melangkah, dan dalam perjalanan ke rinjani! petugas bilang "mas, sebaiknya bawa guide atau porter".... lah, saya trekking hanya dengan satu daypack bukan Backpack, karena anak dan istri menginap di senaru.... kenapa anak nggak dibawa? pulang dari moyo anak sempat demam dan sempat di bawa ke dokter di sumbawa. karena di Moyo sangat remotest.. nggak ada dokter disini, walaupun sudah riang... saya sendiri tetap khawatir kalau tetep di ajak naik rinjani. jadi lah saya jalan sendiri ke rinjani! berapa biaya trekking sendirian ke rinjani? saya kemarin hanya abis sekitar Rp. 120.000 sudah termasuk sedikit logistik dan ojek dari senaru ke sembalun lawang. buat temen2x yang mau naik rinjani, apalagi anda pemula... sebaiknya pakai Guide, juga porter.. Mahal, ya tentu saja..... karena guide akan menjaga keamanan anda selama trekking, makan tinggal nunggu di sediain... dengan bayar guide + porter, nenek -nenek juga bisa sampai ke danau, kemarin saya ketemu 4 nenek2x yang lagi mau turun ke danau... Tambora! gunung ini, termasuk gunung yang jarang di daki, nggak heran jalurnya rapat.. penuh semak, dan perlu extra hati2x, karena kalau salah injek... entar malah ke injek Ular, selama saya trekking bareng anak (backpacking with children) nggak banyak kendala yang kami hadapi.. kecuali saya harus extra maksimal karena si anak sering main2x di belakang, kalau ada buah strawbery.. mesti stop.. dan ambil buah nya... jadilah, sepanjang jalan si odesya nyanyi "kili kanan, kulihat adalah banyak phon strawbeli"... sepanjang jalur treking, banyak sekali pohon strawberi, dan.... dari Pos 2 sampai pos 3, kita nggak panen straw bery lagi, tapi panen Pacet! kaki kalau nggak pakai sepatu trekking... bisa berdarah2x, karena serangan pacet. apalagi kemarin abis hujan..kemarin ada 8 lebih yang nyarang di kaki saya, karena saya pakai sendal trekking banyak sekali yang mesti di perhatikan ketika bawa anak bayi ke puncak gunung, faktor paling dominan adalah safety nya, kehangatan tubuh nya... dan, stamina nya.... sempet panik, karena ketika muncak.. sianak masih lelap tidur di gendongan belakang, jadi lah kami tiba di puncak sekitar jam 12.30 siang, rute yang mestinya kami normal 3-4 jam, kami bisa butuh 6-7 jam... lucu nya, si anak tiba di puncak malah mainan Pasir.... karena emang puncak tambora datar dan penuh dengan pasir... perjalanan turun, ternyata lebih berat! pundak rasanya pengen copot, karena si anak kadang suka miring ke kiri dan ke kanan, apalagi menghindari Hutan jelatang yang nyengat nya lumayan panas.. biaya perjalanan ke Tambora lumayan mahal, karena kemarin kami bawa 2 porter, belum lagi kami juga jalan2x santai ke pasar kadindi dan Pulau Satonda! nanti update nya saya upload di website.... pengen nyoba naik Bus dengan sangat overload? coba naik bus dari dompu ke Calabai, diatas penuh dengan orang.... kalau naik Bus calabai - Mataram, bus nya penuh dengan Barang.. dan, karena sudah sore... kami kemarin ke sumbawa naik bus ini,.. gile! penumpang keujanan karena di atas ada 16 box Udang... airnya bukan air hujan, tapi air amis bau udang... salam ARIS-- -------------------------- http://odesya.multiply.com http://community.webshots.com/user/kunlun_it "The true mountaineer-climber or hill walker walks softly through the wilderness striving to leave not the slightest trace in his passage." "Mountaineering - Freedom of the Hills" Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
