dear backpackers,
wah,terima kasih banyak atas tanggapan,saran,masukan
juga support dari teman teman semua.
ini semakin menguatkan semangat saya untuk tetap
berbackpacking(sekalipun mungkin dengan teman baru)di
waktu lain.
lain kali pasti semua masukan dari teman2 akan saya
pakai jika harus melakukan perjalanan dengan teman2
baru yang belum saya kenal sebelumnya.
memang benar kegiatan outdoor mengandung banyak
resiko,baik bagi diri sendiri ataupun teman
perjalanan.dan karena kita tidak bernaung di sebuah
institusi resmi,maka segala resiko dan akibat buruk
yang kemungkinan terjadi,kita sendirilah yang akan
menanggungnya.
saya juga sependapat bahwa mendaki gunung ataupun
bentuk petualangan lain bukanlah sekedar untuk
mencapai puncak ataupun mengedepankan ego dan tidak
peduli dengan sesama teman seperjalanan.
tapi saya juga tidak bisa menyalahkan teman2 lain yang
tetap meneruskan perjalanan ke puncak,karena saya
yakin merekapun juga punya alasan yang kuat untuk
itu.seperti misalnya,mereka telah menyiapkan
perjalanan ini jauh hari sebelumnya,juga mengingat
susahnya mereka mendapatkan ijin cuti dari tempat
mereka bekerja.
memang saat itu beberapa teman menganggap saya bukan
orang yang tegaan,kurang tegas ataupun terlalu memakai
perasaan.dan mengingat situasi saat itu sedang
panas,saya tidak mau menjelaskan alasan saya bersikap
seperti itu kepada teman2 karena hanya akan
menciptakan situasi yang lebih buruk lagi.
tapi ada satu hal yang saya yakini dan saya pegang
kuat,bahwa(mungkin alasan ini terlalu
pribadi)berpetualang,apapun jenis kegiatannya,bukanlah
sekedar menikmati keindahan pemandangan alam
belaka.bukanlah sekedar sebagai penikmat
keindahan.lebih dari itu,sekali lagi ini alasan
pribadi saja,sebagai tempat untuk belajar memahami
manusia,memahami diri sendiri,belajar bersikap,belajar
ttg kebaikan hati,tentang kesetiakawanan dan sebagai
proses untuk mematangkan jiwa saya sendiri.
karena saya yakin kematangan jiwa seseorang akan
menjadikan orang itu tangguh dalam menghadapi berbagai
persoalan hidup.
maaf,bukan bermaksud menggurui,tapi itulah alasan
sebenarnya kenapa saya terkesan bersikap lunak dan
tidak tegaan waktu pendakian kemarin.
terus terang,waktu saya berlari menuruni punggung
gunung sendirian saat itu,saya seperti menyaksikan
pertarungan dua sisi didalam diri saya.satu sisi
adalah ego,yang bercampur kemarahan,membujuk saya
untuk tidak peduli dan mengikuti ambisi saya,sementara
di sisi lain,perasaan kasihan,kepedulian terhadap
kawan dan sisi baik dari hati saya menyemangati saya
untuk berlari turun mencari teman yang jatuh tersebut.
selama perjalanan memang saya sudah katakan kepada
teman2 baru saya(sebagai perkenalan agar mereka tidak
kaget)bahwa saya punya dua sisi,baik dan buruk yang
sama kuatnya. 
dan malam itu,alam menguji dua kekuatan itu.

intinya,saya berharap kejadian itu tidak akan pernah
teman teman semua alami.yang jelas,persiapan dan juga
kehati2an jangan sampai dilupakan.berpetualang dan
pulanglah dengan selamat!
dalam suatu catatan perjalanan,saya pernah menuliskan
puisi pendek sebagai berikut:

..karena bagi seorang petualang
setiap puncak gunung,setiap pantai,setiap kota
dan semua persinggahan

hanyalah jalan panjang menuju ke rumah

ok.sekali lagi thanks buat tanggapan teman2,juga buat
mas aris,tentu,suatu saat kita pasti akan jalan
bareng!
sampai ketemu di perjalanan berikutnya!

salam
budi



       
____________________________________________________________________________________
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
 

Kirim email ke