Dear All,

Saya setuju banget dengan usul Mas Heru. Kalo liat turis2 asing
(backpacker) di Indonesia, guidebook mereka pasti kalo ga Lonely Planet,
ya Frommers (atau penerbitan lain). Masa sih guidebook untuk Indonesia yg
notabene negara kita sendiri, itu orang luar yg buat (coba liat ke bagian
author).

Tentang tiap tiga tahun direvisi, saya kurang setuju. Pasti ada salah satu
hotel/penginapan yg telah tutup, atau harga2 yg sudah berubah. Lebih baik
diupdate setiap tahun.

Setelah bandingin beberapa guidebook, saya pribadi lebih menyukai format
Lonely Planet. Ada how to get to somewhere, penjelasan singkat tentang
objek wisata, bahasa lokal.

Regards,

Ronald A. Indra

Kirim email ke