Hi Guys,

Menarik juga membaca thread ini. 

Kalau menurut saya, apapun visi dan misi dari sebuah tayangan televisi, 
bukankah sebaiknya tayangan tersebut memberikan pembelajaran yang baik kepada 
pemirsanya? Pertanyaannya apakah JP sudah melakukan itu?

Selama ini JP merupakan salah satu tayangan favorite saya, secara positif saya 
bisa menerima penjelasan Mas Puguh dimana JP telah berlaku jujur untuk 
menggambarkan apa adanya kehidupan Masyarakat Dayak, tetapi apakah JP sudah 
berusaha menjelaskan kepada pemirsanya bahwa hal yg demikian juga  dapat 
berakibat buruk, artinya bisa terjadi kepunahan atas hewan-hewan tersebut. 

Memberikan/menayangkan gambar yang jujur bukan berarti harus menayangkan gambar 
yang terlihat mengerikan seperti perburuan/penembakan rusa atau hewan lainnya, 
apalagi pake ada keliatan darah segala... ihhh... ngeriiii... kasiannn.... 
nggak tega.... (secara pribadi saya nggak tega liat hewan diburu atau dibunuh).

Kalau saja presenternya peka, malah lebih asyik kalau dia bisa memanfaatkan 
moment itu untuk berpesan kepada pemirsa agar menjaga  kelestarian alam kita 
yang indah ini. Memang terkesan menggurui pemirsa, tetapi itu akan lebih bijak 
ketimbang tidak memberikan  pembelajaran yang baik kepada pemirsanya. 

Sedikit masukan untuk Bolang, kayaknya agak aneh kalo anak yang berperan 
sebagai bolang harus dikasih ransel dan topi bolang. Naturalnya jadi ilang dan 
merusak pemandangan mata. Ngga pake topi atau ransel saya rasa pemirsa cukup 
jeli bisa membedakan mana si bolang dan mana kawan-kawannya. Ekspresi anak-anak 
pasti akan lebih berbicara ketimbang ransel dan topinya.

Mohon maaf jika tulisan ini bisa menyinggung, tidak ada maksud sedikitpun untuk 
menyinggung. Hanya ingin berbagi saja. 

Sukses utk tim JP dan Bolang.

Salam
Coemy



puguh_imanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 Bro Anwar,
 
 Bukan kah berarti dalam hal ini acara Jejak Petualang sudah berlaku 
 jujur dengan menggambarkan apa adanya kehidupan masyarakat disana, 
 tanpa mencoba memaksakan nilai-nilai atau pesan perlindungan dari 
 masyarakat pendatang.
 
 Bahwa seperti itu masyarakat Dayak telah hidup secara turun menurun 
 memenuhi kebutuhan protein hewani mereka. Dan laju penggantian hewan 
 buruan mampu mengimbangi laju perburuan(pernyataan ini tentu bisa 
 diperdebatkan)
 
 Tp kalo pertanyaannya apakah aksi 'berdarah' seperti itu layak 
 tayang, ato tentang alur acara yang 'I was here and there'...gak tau 
 juga deh...
 
 yang pasti gw ikut seneng banget si Bolang masuk prime time...
 
 tabik,
 Puguh
 
 --- In [email protected], anwar siswadi <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:
 >
 > Gilee, barusan banget nonton Jejak Petualang di Trans 7. Kayaknya 
 lokasinya di Kalimantan, sebab gue gak nonton dari awal. Medina Kamil 
 (host) dkk disana, dipandu penduduk yang mereka sebut orang dayak. 
 Tujuannya ke cagar alam gitulah, mau lihat banteng yang akhirnya 
 nongol di kejauhan. Perjalanannya lewat sungai Bahau (ada yang tahu 
 daerah mana?). Pas gue mulai nonton, rombongan lagi nyembeleh kerbau 
 di sungai itu. Gak jelas gue asal muasalnya. Sebagian daging kerbau 
 dibawa untuk bekal makan rombongan.
 
 
     
                       
       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke