Hai semua.
 
Aku baru - baru ini aja masuk jadi anggota milis yang itupun secara enggak 
sengaja aku temuin saat lagi googling. 
Pada dasarnya, aku suka jalan - jalan. Dari sejak kecil, kalo ditanya apa 
hobiku, aku pasti jawab, baca buku dan jalan - jalan. Tapi, terus terang, aku 
enggak pernah ngeh sama istilah backpacker. Padahal selama ini aku jalan - 
jalan yah cuma bawa satu tas ransel, numpang - numpang bis AKAP, kadang di bela 
- belain ngebaik - baikin supir dan kondektur, supaya bisa dapet one trip 
free.Rasanya dulu semua orang begitu ramah, begitu manis, enggak kayak sekarang 
dimana setiap orang harus waspada sama orang tidak dikenal yang ngajak ngomong 
diterminal....."jangan - jangan nanti gue dibius, trus dirampok trus....amit - 
amit diapa - apain lagi....." 
Yah, semua itu karena aku memang suka aja, jalan - jalan, ngeliat daerah baru, 
ngerasain pagi di tempat baru, dan ngeliat matahari terbenam di tempat yang 
lainnya lagi. Rasanya seperti burung kecil yang selalu terbang kesana kemari 
sepanjang hari. 
 
Baru setelah saya dapat kesempatan menetap di Bali, aku kenalan dengan beberapa 
orang yang menyebut dirinya Backpacker. Mereka itu adalah orang - orang yang 
sering menjelajah berbagai tempat nyaris tanpa pernah melupakan backpack mereka 
di punggung, karena mereka hampir tidak pernah stay berlama - lama di satu 
daerah, atau tinggal di hotel mewah yang menyediakan fasilitas lemari serta 
laundry. Jadi semua barang ( bersih atau kotor ) mereka bawa dalam satu tas, 
yang selalu mereka bawa kemanapun langkah kaki mereka menuju.
 
Disaat itulah saya berpikir, itu juga kan yang sering aku lakukan selama ini. 
Cuma aku ini ibaratnya backpacker kelas kampung. Karena perjalananku cuma 
meliputi  singgah - singgah di beberapa tempat di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera. 
Itupun pakai modal nekat, alias.... kalo sempet cari hotel murah... yah stay di 
hotel, kalo enggak....terpaksa deh... cari - cari sahabat pena yang mau aku 
tumpangin....  
 
Kalo seperti mas Aris bilang, backpacker seringkali enggak pusing sama 
barang....mungkin emang iya..yah.
Aku pernah punya kenalan seorang backpacker asal Australia. Dia membuat saya 
takjub. Usianya waktu itu sudah 33 tahun, ngakunya dia sudah pernah hampir ke 
seluruh dunia. Katanya sih, dia memang suka banget sama travelling, saking 
seringnya, setiap kali punya uang dia langsung backpack dan pergi menghilang. 
Karena hobinya itulah, sampai di usia sekian dia masih tinggal bareng dengan 
nenek yang mengasuhnya sejak kecil ( alias belum punya rumah sendiri ). 
 
Tapi sekarang ??  Terus terang, aku agak mikir buat backpack sendirian. Keadaan 
makin tidak bersahabat di jalan. Di Bandung saja, aku kecopetan dan kata 
beberapa orang yang menyaksikan aku dicopet, pelakunya adalah orang yang duduk 
di sebelah aku saat di bus MGM ( Cileungsi - Bandung). Padahal tingkah orang 
itu seperti orang mabuk perjalanan, dia ribut kepalanya pusing, malah sempat 
aku kasih air minum segala....tapi teganya dia malah mencopet dompetku !! 
Gregetan sekali rasanya !!
Dan oh ya... kapan yah Fiskal di negeri kita tercinta ini dihapuskan ? Kok bisa 
sih, birokrat di negara ini begitu noraknya....hingga berpikir cuma orang kaya 
yang sanggup ke luar negeri ??
 
 

Kirim email ke