*TAXI*
Selama perjalanan di china, untuk perjalanan di dalam kota kita memang lebih
banyak pakai taxi. karena ternyata biaya naik taxi di china sangat muraaah
untuk ukuran kita. Apa lagi kita berdua  shgg biaya perorang jadi
lebih reasonable dibanding naik bis umum. Dgn naik taxi, kita bisa menghemat
biaya, dan kerbetannya, artinya, cukup kasih tahu tujuan kita, maka taxi
akan langsung menghantarkan kita ke tujuan. Barang bawaan juga lebih enak
dibawa naik taxi.

Taxi di china agak berbeda-beda, tergantung besar kecilnya kota ybs. Di
Sahnghai atau di Lanzhou yg kota besar, maka argometer berlaku. Kalau tidak
salah flag fall pertamanya sekitar 7 yuan untuk jarak sekitar 2 km, setiap
200 meter akan kena 1 yuan (saya lupa detailnya). Kalau Hongkon flag fall
HK$ 15 sama seperti Macau, tapi selanjutnya kayaknya agak beda sedikit,
kalau di hongkong setiap 200 meter kena HK$1, kalau di Macau setiap 160
meter, berarti di macau lebih mahal ya? Kalau di hongkong, kalau jaraknya
pas 2 km memang paling untung naik taxi, tapi kalau dibawah 2 km mending
cari alternatif lain termasuk jalan kaki, kecuali harga tsb dianggap tetap
lebih murah dibanding di indonesia.

Kalau di kota2 kecil, sistimnya kayak naik bis, jauh dekat sama. kalau di
xinjiang (jalur silk road), hampir disemua kota bayarnya kalau dalam kota
sekitar 4 yuan per mobil. Tapi kalau di propinsi Gansu, hitungannya per
orang, seperti di Xiahe, atau Hezuo, per orang 2 yuan (1 yuan = Rp 1.250,-),
muraaaah banget kan .... !!!

Nah kalau ke airport harap hati2, harus tanya orang dulu harga biasanya, dan
kemudian tanya lagi ke sopir taxinya, kalau dia nggak pakai argometer.
Soalnya saya ngalamin di kerjain sopir taxi saat dari Hotan/Hetian
(Xinjiang) ke airport, dia nggak pasang argo tp nembak saya 40 yuan, pdhl
biasanya paling muahaaaaal 20 yuan. Karena saya kesal dikerjain, saya
kerjain balik dianya. Pas di airport, pas dia nunggu penumpang lagi, saya
samperin polisi dan saya laporin ttg kasus saya sambil nunjuk2 ke taxi si
sopir brengsek itu. Nggak lama itu sopir gerah juga dan langsung kabur,
berarti dia kehilangan kesempatan dapat penumpang balik ke kota ..... seri
dah ..... Padahal sebenarnya si polisi asli salah maksud sama yg saya
laporkan. Dia pikir sayanya nanya dia ttg biaya taxi buat ke kota ......
wah, bener2 nggak nyambung ......

Selain dari itu, saya nggak pernah mendapat perlakuan yg nggak seharusnya
dari para sopir taxi di china yg cukup extensive kita pakai. Semuanya
sopan2, dan bersifat ramah dan membantu. Kita cukup comfortable koq dgn
perilaku mereka......

Taxi di kota2 kecil biasanya sdh agak jelek, merek yg umum VW (germany), ini
produsen kalau nggak salah termasuk yg awal sekali (pioneer) investasi
pabrik mobil di china di era tahun 1990-an ......

Ada lagi kendaraan yg nggak pakai tulisan taxi tapi disebut juga sebagai
taxi, pdhl sebenarnya kendaraan charter. Dari Langmushi, gansu, kita sempat
sewa kendaraan ke Xiahe krn sdh kehabisan bis pdhl kita nggak mau lama lagi
di langmushi, sehingga kita sewa untuk jarak sekitar 240 km, 4 jam
perjalanan, dgn biaya 400 yuan. Kendaraannya modelnya ada di majalah auto
bild akhir agustus 2007 yg sekarang, yg katanya mau diimport sama Java Motor
(importir land rover). Kecil, ada bonet (hidungnya) sedikit didepan, kayak
karimun. Buat saya 400 yuan sih murah untuk jarak segitu, lha dia kan harus
balik lagi menempuh jarak 240 km-an ke langmushi ....

Dari Yangshou kita juga ada sewa taxi (tapi bukan taxi), ke airport Guilin
yg jaraknya sekitar 100-an km, dalam 1 jam, melaju di saat subuh, dgn
kecepatan 120-140 km, kita kena 200 yuan. termasuk biaya tolnya yg sekitar
20 yuan. Cukup murah juga sih ....

Untuk mencari taxi sewaan ini, biasanya kita cari lewat restaurant2 yg
sangat di rekomendasikan oleh Lonely Planet - China dan mereka memang sdh
biasa atau memang menyediakan layanan2 seperti ini (merangkap jadi travel
agent nggak resmi). Selama ini sih, kita cukup puas dgn pelayanannya dan
harganya, nggak boong .....

*Three cycle*
Ada lagi kendaraan tiga roda kayak bajaj tapi ini buat barang, adanya hanya
di kota2 yg keciiiil sekal, bayarnya murah cuman 2-3 yuan saja sekali jalan.
Ini kendaraan moncongnya motor, tapi dimodifikasi jadi buat angkut barang,
sempat ada di indonesia, diimport dr china juga. biasanya jadi kendaraan di
pedesaan.

*SEWA KENDARAAN*
Untuk sewa mobil untuk bawa sendiri kayaknya nggak banyak yg sediain, tapi
kalau nyewain kendaraan sama sopirnya banyak. mau kendaraan jenis apa saja,
dikota apa saja ada. Kebanyakan sih kendaraan2 model Toyota land cruiser
atau Mitsubishi Pajero dan Grand Cherokee. Merka tawarkan perhari all in
atau mobil plus sopir tapi bensin  kita yg tanggung, dlsb ....

Untuk motor, saya hanya lihat ada di Yangshou, itupun motor listrik yg
memang kayak sepeda (nggak pakai plat motor)

Kalau sepeda dibeberapa tempat tertentu ada, kayak di Yangshou. Enak lho
jalan2 naik sepeda ke pedesaan mereka, murah hanya 10 yuan sehari .... kalau
perlu guide hanya bayar 50 yuan seharian, yg kita bisa pakai ramai2. Kalau
motor listrik sewanya sekitar 30 - 80 yuan (single seater atau boncengan)

Bisnis pariwisata domestik berkembang pesat sekali di china, sama spt di
Indonenesia. Kenaikan daya beli dan income menjadi kunci utama melonjaknya
bisnis pariwisata di china. Sekarang ini kalau kita mengikuti perbincangan
kalangan backpacker barat, kelihatan sekali kekhawatiran mereka, bhw
melonjaknya wisatawan domestik china akan mengurangi keaslian wisata di
china yg ada. Lucu juga ya, koq malah mereka yg jadinya ketakutan surganya
dinikmati oleh turis domestik lokal yg notabene merupakan pemilik sejatinya
...he5x .....

Ossy'81

On 8/23/07, Dandossi Matram <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya lanjutkan dengan dengan pengalaman dgn moda transportasi lainnya:
>
> *BIS (Antar Kota)*
> Kalau di China, bis antar kota ini hanya ada di setasiun bis utama,
> biasanya kalau di kota kecil ada di tengah kota, tapi kalau di kota besaar
> agak kepeinggir sedikit, tapi masih di kota juga, nggak kayak cililitan atau
> pulogadung yg agak jauh dari kota.
>
> 

Kirim email ke