Dear BPers,

Pada bulan September ini di Ubud Bali akan diselenggarakan Ubud
Writers & Readers Festival.

Acaranya sangat menarik, sampai Festival ini dinobatkan sebagai ‘salah
satu acara buku terhebat di dunia’ oleh Conde Nast Traveler dan ‘satu
dari enam Festival sastra teratas di dunia’ oleh Harper’s Bazaar.

Saya sendiri akan datang... sampai ketemu di Ubud, Bali...

Salam,
Sisca

======================================

http://www.ubudwritersfestival.com/iindex.php
Ubud Writers & Readers Festival, 2007

25-30 September
Ubud. Bali. Indonesia

Ubud Writers & Readers Festival merupakan salah satu acara sastra
terakbar di wilayah Asia. Pada tahun 2006, Festival ini dinobatkan
sebagai ‘salah satu acara buku terhebat di dunia’ oleh Conde Nast
Traveler dan ‘satu dari enam Festival sastra teratas di dunia’ oleh
Harper’s Bazaar.

Festival 2007 akan mempertahankan reputasi ini dengan diskusi-diskusi
yang menggugah perasaan, lokakarya-lokakarya yang kreatif, peluncuran
buku, acara-acara makan siang dan makan malam sastra yang menggugah
selera, program anak-anak gratis, ditambah lagi dengan pagelaran
puisi, teater, musik, tari  dan pemutaran film â€" melalui program enam
hari yang menggairahkan di salah satu tempat terindah di dunia.

Penulis Hong Kong, Nury Vittachi, menyebut Festival Penulis & Pembaca
Ubud ini sebagai ‘perpaduan Timur dan Barat yang magis dan mistis’ dan
melihat pilihan tema kami untuk 2007, Sekala-Niskala | Yang Terlihat &
Yang Tak Terlihat, Anda pasti dapat memahaminya!

Menampilkan lebih dari 80 penulis dari 16 negara, termasuk pemenang
Man Booker Prize 2006, Kiran Desai; pengarang The Great Indian Novel,
Shashi Tharoor; pengarang Australia pemenang penghargaan Richard
Flanagan; dan pendongeng muda India yang penuh misteri, Rana Dasgupta.

Beberapa penulis dalam negeri hadir mewakili wilayah di Indonesia
diantaranya Ahmad Tohari, Debra H Yatim, Julia Suryakusuma, Hamid
Basyaib, Ratih Kumala, Isbedy Stiawan ZS, Wiratmadinata, Ratna
Indraswari Ibrahim, Marhalim Zaini, dan Isman H Suryaman. Dan tentunya
penulis Bali sebagai tuan rumah festival akan membahas lebih dalam
mengenai Sekala- Niskala diantaranya Ida Wayan Oka Granoka, Ketut
Sumarta, Gusti Ngurah Harta, Cok Sawitri, dan Ida Bagus Agastya. Kami
berharap Festival tahun ini memberikan pengertian yang lebih mendalam
di hati para pengunjung dan peserta Festival akan berbagai hal yang
sepertinya memisahkan tetapi sebenarnya menyatukan kita.

Tiket mulai dijual 15 Juli. Program acara festival selengkapnya akan
diterbitkan awal Agustus. 

Kirim email ke