Raiyani Muharramah wrote: > pengalaman saya jalan ke biak pertama kali juga begitu, melihat maaf, > org2nya yang keliatan hitam, garang dan giman gitu, sempat berfikir > menkautkan buat saya, tapi baru satu hari disana, saya sudha berubah, > mereka ternyata ramah banget, dan sangat welcome dengan pendatang > > tentang masakapai penerbangan merpati juga saya dnegar begitu, teman > saya yang berombongan 30 org ke merauke, akhinrya trepaksa ngalah gak > pulang sampe 2 hari karena seatnya tergser oleh org pemerintahan yang > akan ke jakarta, dan besoknya juga gak jaid pulang karena pesawat > rusak dan gak balik ke merauke... > > semoga menjadi masukan buat kita2 semua > > > www.raiyani.multiply.com > > */: Aris Kunlun Tue Sep 11 03: 16: [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED];;;, "::Aris > Kunlun" <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote: > > > > > cerita Merpati, ini bukan hanya di flores... lho, walaupun > transnusa di majalah nya begitu manis tcerita entang conecting > kota-kota di flores, ternyata hanya di ambisi doang.. faktanya, > ternyata banyak Jalur penerbangan nya tak pernah ada lagi, alias > karena nggak ada penumpang... > jadi wajar, kalau pas lagi rame! harga naik, karena hukum ini juga > laku di kota2x lain di indonesia >
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
