Dari berita terkahir, ke 40 orang yang selamat adalah yang berhasil keluar lewat pintu darurat sebelah kiri. Seorang penumpang menendang pintu macet berkali-kali hingga terbuka.
Ini mengembalikan ingatan saya tentang kursi yang dialokasikan disamping pintu/jendela darurat. Sudah dua kali saya ditempatkan di posisi ini membantu kru. Waktu saya tanya ke bagian check in katanya karena saya kliatan fit. Sebelum mengiyakan saya ditanya kondisi kesehatan, juga tentang pemahaman membuka pintu jika terjadi kondisi darurat. Saya pikir wah boleh dicoba, tapi ternyata saya ditempatkan di tengah, diantara dua orang laki yang bodinya lebih preman daripada saya. Sampai sekarangpun, begitu mbak pramugari memperagakan penyelamatan diri saya sempatkan mencari titik pintu darurat terdekat. Kebiasaan ini terus kebawa sampai sekarang biarpun check in online (memilih tempat duduk sendiri). Salah satu cara lain adalah dengan asuransi travelling. Cuman ya itu tadi, budget flight kadang terbatas banget. Yah services always follow by money (atau kebalikannya ya....). Salam, Ambar --- In [email protected], ais <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kualitas pesawat memang di bawah Garuda. Tapi lebih baik dari Lion. > > Kecelakaan pesawat di Thai tersebut memang sangat mengejutkan. Tapi yang namanya kecelakaan bisa terjadi di mana2. > > Salam Damai >
