Ide ini OK juga sih, namun yang perlu diingat adalah menjadi tour guide berarti kita harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang lengkap tentang sejarah & budaya yang menjadi obyek wisata.
Saya ingat waktu ke Beijing, ada tour guide yang pake name tag ada yang nggak pake. Saya tanya ke tour guide saya, dia jawab, bedanya yang punya name tag adalah tour guide resmi. Untuk menjadi tour guide resmi mereka mesti ikut ujian nasional yang dilaksanakan departemen pariwisata (or something like that) yang mereka wajib lulus dengan mata pelajaran wajib Sejarah Cina, mata pelajaran pilihan Sejarah Beijing (tergantung mau jadi tour guide di daerah mana), mata pelajaran wajib lainnya adalah Bahasa Asing (tergantung mau jadi tour guide yang berbahasa apa) - dan kelulusannya sangat sulit!! Bahkan waktu saya mengunjungi Angkor Wat/Angkor Thom, saya juga lihat bahwa tour guide yang boleh masuk daerah wisata hanya tour guide yang punya name tag (tapi gimana cara dapet name tag-nya nggak tau deh).. Maksud saya begini: Sebagai tour guide kita harus mempresentasikan negara kita sebaik2nya, jadi nggak cuma bersikap jujur, ramah dan helpful tapi kita juga harus memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada turis. Karena turis2 asing biasanya malah udah pelajari daerah tujuan wisatanya dulu, jadi mereka suka tanya hal2 yang lebih advance. Bukan cuma tanya "dibangun tahun berapa/oleh siapa" dst.. Khan keliatan lebih "professional" dan "nasionalis" kalo kita fasih banget soal sejarah bangsa dan budaya kita sendiri.. Regards, Gemmy On 9/20/07, hattchii <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear all dan mods, > maaf jika posting semacam ini sudah pernah dimuat sebelumnya. Saya mau > numpang tanya, waktu saya ke prambanan beberapa waktu lalu, saya > ketemu dengan tour guide yang merupakan mahasiswa dari sekolah > pariwisata setempat/ lokal. Mereka jadi tour guide sebagai syarat > magang untuk mendapat nilai. > > Lalu, saya jadi kepikiran, mungkinkah kita semua jadi tour guide > gratisan? Alias volunteer jadi tour guide dalam kota buat turis2x > asing yang datang kmari? Tahu sendiri, potensi wisata indo kan sangat > besar, sayangnya image negara kita masih negatif sehingga menyebabkan > turis asing enggan (takut) datang kmari. Lain ceritanya jika mereka > ditemani sama kita2x (para backpacker yang baik hati dan notabene tahu > jalan ini)hehehe. > > Mungkinkah di setiap kota ada satu orang yang menjadi PIC voluntary > tour guiding ini? Lalu satu PIC itu mengumpulkan teman2x lainnya yang > mau sukarela meluangkan waktu di akhir pekan jadi tour guide dadakan? > Tentunya, pada pelaksanaan nanti, tidak hanya satu orang yan nge-guide > sendiri, tapi minimal 2org, demi alasan keamanan. Kan lumayan, kita > bisa jalan2x sekalian 'ngebersihin' image negara dikittt aja. > > Atau, jika memang sudah ada komunitas semacam ini, bisakah saya > mendapat infonya? Mohon japri saja, ya. Trims. > > Regards, > Shintya > > > [Non-text portions of this message have been removed]
