Lho kok ke Flores ke hutan?
Hutan di mana kah? :-)

Aku pernah jalan-jalan ke Gunung Inerie  
(biar gak bilang naik gunung) - gak lewat hutan juga ya?
Inerie artinya Ibu Gunung.
Konon gunung tertinggi di Pulau Flores.
Beda banget sama gunung2 di Jawa.
Di Ineria gak ada bonusnya. Nanjaaaaakkk terus 60 derajad.
Sayang gak bawa sepeda gunung.

Dari bawah kelihatannya gunungnya kecil dan dekat.
Orang kampung Bena aja nunjuk "itu kuda saya aja saya ikat di sana" 
sambil nunjung punggung gunung.
Biar tau rasanya jajal aja langsung ya....

Aksesnya dari Bajawa trus ke Kampung Bena.
Kalo maen sini asiknya Desember.
Ada rangkaian upacara tahun baru adat.
Upacara dimulai dari TITIK NOL di Kampung Bena.
Kemudian merambat ke seluruh perkampungan di Flores Tengah.
Kampung Bena adalah asal dari seluruh sub suku Ngada di Flores Tengah.

Masih ada sekitar 40 rumah adat asli di Kampung Bena.
Tiap rumah punya nama sendiri2.

Ada KASTA dalam kehidupan masyarakat suku Ngada.
Blok rumah2 adat asli dibedakan berdasarkan kasta2 tsb.
Aku beruntung sempat membuat pemetaan rumah adat asli Kampung Bena 
lengkap dengan nama tiap rumah, kasta, sub suku, dan letak prasasti 
tiap sub suku.

Kebanyakan backpacker dan turis datang dan langsung pergi.
Padahal kalo tinggal beberapa malam di Kampung Bena, become one with 
the world of Bena people, banyak sekali "dapetnya".

Kalo keliling Flores saya rekomendasikan tinggal di rumah penduduk.
Kalo naik bus ngobrol baik2, nanti Bapak2 yg diajak ngobrol bisa 
ngasih tumpangan tinggal.
Trus waktu mau pergi, akan dititipkan ke Pak sopir agar diantar 
sampai rumah kenalan di tujuan berikutnya.
SOCIAL NETWORK masyarakat Flores luarbiasa!

Sekali-kali, cobalah telusuri pesisir utara Flores.
Jarang backpacker lewati jalur utara ini.

Flores adalah Catholic Island. Lebih dari 90% populasinya Katolik.
Orang Flores cocok dengan agama yang bisa berdampingan dengan tradisi 
klenik yang sangat kuat melekat seperti komunikasi dengan arwah.
Kristen Protestan kurang cocok bagi orang Flores karena akan melarang 
total seluruh kegiatan adat yang okultisme.

Pesisir utara Flores adalah "jalur hijau".
Sebagian besar penduduk pesisir utara Flores adalah Muslim keturunan 
Bugis.

Saya senang sebagai seorang universalis di Flores diterima baik di 
kalangan mana saja, baik di lingkungan Katolik, Islam, maupun dukun2 
mistik. Saya senang semua kalangan, entah apa pikiran mereka, 
menganggap saya sebagai saudara. Itu pengakuan mereka.
Semua kalangan waktu menitipkan saya ke relasinya bilang saya 
sebagai "orang kita". Asik aja.
Bahkan saya diperkenankan ikut upacara inti yang tidak semua orang 
Flores boleh mengikutinya.

Kawan2 pernah belajar antropologi Yahudi?
Dalam adat Yahudi, suku Lewi lah yang diberi mandat untuk melakukan 
upacara.

Tradisi serupa ini berlaku di Kampung Bena, pusat suku Ngada.
Hanya ada satu keluarga dari Sao (artinya rumah) nomor sekian yaitu 
sub suku anu (maap lupa) yang mendapat mandat nenek moyang utk 
membuka upacara akbar tahun baru adat.
Dimulai dengan menumbuk beras.
Ini unik, mirip dengan tradisi upacara perayaan panen Abah Anom di 
Cipta Gelar, Halimun tempatku maen sepedagunung.
(Puguh pernah motret satu blok rumah adat, eh abis itu rumah2 yg 
difoto Puguh habis terbakar. Bukan fotonya yg kebakar, tapi rumahnya).

Banyak orang Jerman suka banget keliling Flores.
Bahkan sejak tahun 1930 sudah ada kamus bahasa Jerman-Ngada (bukan 
Indonesia).
Saya pernah stay di Kampung Bena barengan 2 cewe Swiss dan 1 bapak2 
Jerman kurator/direktur museum di Frankfurt.
Sang Museum-man ini bisa bahasa Ngada lho!
Dia waktu itu lengkapi rekaman mantera dukun2 Flores waktu upacara 
adat.

Uniknya beberapa mantera dan berkat mirip banget sama mantera dukun2 
Indian Apache dan Navajo.

Sang Bapak ini juga rajin banget pelajari korelasi antara budaya 
Megalith di Flores, Tanah Batak Sumut, dan pusat2 megalith dunia 
lainnya.

Sayang dia belum ke Lembah Bada, Sulawesi Tengah.
Apalagi rafting level 5 seminggu di sungai Lae Reang-nya...

I love Indonesia!

Salam enjoy,
Tommy Tomahawk
www.friendster.com/tomahawks
08170963333

--- In [email protected], "resa_anasto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Guys, minggu depan saya akan kembali ke flores, jadi sebelum pergi 
> meninggalkan segala macam teknologi ini dan kembali ke dunia tak 
ber-
> internet di hutan sana saya meninggalkan kontak2 ini ke teman2 
> backpackers.
> 
> I. Labuan Bajo
> 1. Hotel yang saya rekomenkan: HOTEL WISATA, 50rb/perkamar/2orang: 
> 0385-41020 atau Bp. Ramang-081339458722.
> 2. Saya biasa sewa kapal ke pulau rinca/pulau komodo/pulau 
bidadari: 
> Bp. Marjuki Tahia-085239914254
> 3. Kalau mau ke Bajawa (berarti via Ruteng) dengan oto umum (bis 
> umum, jalan pagi2 benar samapai Bajawa sore), saya pernah dengan 
Bp. 
> Huber (nama bisnya GEMINI), 60rb LABUAN BAJO-BAJAWA, nomornya: 
> 085239347599
> 4. Kalau mau melihat sunset yang bagus (menurut saya lho), di salah 
> satu restoran, namanya: PARADISE BAR and RESTAURANT-0385-41733
> 
> II. Ruteng
> 1. Di Ruteng saya biasa nginap di HOTEL SINDHA, 45-85rb/perkamr/
> 2orang, managernya Bp. Stefanus Tepa adalah mantan guide sejati 
yang 
> pernah melalangbuana sampai ke jerman, jadi enak berbincang2 dengan 
> beliau, tanya2 tentang perpariwisataan di flores juga mengerti, hp-
> nya:081339442623 atau telp hotelnya di 0385-21197
> 
> III. Aimere
> Aimere ini jalan masuk ke flores kalau anda datang dengan ferry 
dari 
> Kupang, kota kecamatan kecil dengan 2 penginapan, salah satu yang 
> pernah saya menginap di PENGINAPAN AGOGO 25rb/perkepala, Mama 
> Leang,hp: 081339109400
> 
> IV. Bajawa
> Banyak penginapan dari yang paling murah (ARIESTA,VIRGO sampai yang 
> mahal EDELWEISE, dsb). Yang pernah saya menginap di VIRGO,45-60rb/
> kamar/2-4kepala. Soni-085239453454
> 
> V. Ende
> -3-4 hotel dengan tarif 60rb/kamar/kepala sampai yang 285rb/kamar 
> juga ada. Tapi di Ende saya tidak ada kontak.
> 
> VI. Moni
> Di moni saya pernah menginap di SAO RIA WISATA NUNGALOW, lumayan, 
> 45rb/kamar/2 kepala, tapi no breakfast ya. Catatan aja, kalau naik 
ke 
> Kelimutu paling tidak dari pertigaan Moni jam 05.00 karena untuk 
naik 
> ke atas jaraknya 11km dan jalannya belok2 jadi butuh kurang lebih 
45 
> menit. Sunrise kan jam 06.00.
> 
> VII. Maumere-Larantuka-Lembata-Kalabahi
> Saya nggak ada kontak, selalu menginap di rumah teman sejawat kalau 
> datang ke sana. Sorry
> 
> Oke deh, itu yang bisa saya bagi untuk teman2 backpackers, semoga 
> berguna dan mempunyai pengalaman yang indah saat ke Flores. Selamat 
> ulang tahun ke-3 untuk IBP, thanks untuk pengelola milis yang tekun 
> selama ini. Thanks!!
> CU!
> 
> Resa B. Anasto
> Dokter di Puskesmas Maunori
> Kec. Keo Tengah Kab. Nagekeo
> Flores-NTT
>


Kirim email ke