Hi all . Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk beberapa anggota milis yang sempat memberi tips untuk saya gunakan selama di Malaysia.
Barusan saya traveling bersama keluarga ( bersama istri & kedua anak saya, 6 tahun & 3 tahun ) ke Malaysia untuk mengisi liburan Lebaran tahun ini. Ini pengalaman pertama saya ke Malaysia Mau cerita2 sedikit nih tentang perjalanan yang saya lakukan, mungkin ( mungkin, lho .. ) ada yang berminat .. :p Schedule perjalanan yang saya lakukan : Hari I : Tgl 9 October 2007: Melaka Tgl 10 October: Sunway Lagoon Tgl 11-13 October : Genting. Tgl 13-15 October : Penang. Tgl 15-17 October: Kuala Lumpur Tgl 17 October: Kembali ke Surabaya Untuk penerbangan dan hotel, telah saya pesan 3 bulan sebelumnya via internet. Berbagai macam website yang saya coba buka, untuk menemukan hotel dengan lokasi & harga yang sesuai. Akhirnya saya pesan lewat berbagai macam website : 1. www.airasia.com 2. www.agoda.com 3. www.marimari.com 4. www.booking.com Untuk cari tau tentang Malaysia, websiter terbaik menurut saya : www.malaysiasite.nl/starteng.htm Di sana komplit tentang berbagai macam yang ingin saya ketahui tentang Malaysia, mulai dari hotel, transportasi, objek wisata, budaya, dll. Kurs RM ( Ringgit Malaysia ) waktu kami berangkat : MR 1 = Rp. 2,700,- HARI PERTAMA ( 9 OKTOBER '07 ): Dari Bandara juanda, Surabaya kami berangkat dengan pesawat Air Asia jam 8.35. Tiba di bandara udara LCCT sekitar jam 12.30 waktu Malaysia. ( waktu di Malaysia lebih cepat 1 jam dibanding dengan WIB, jadi jika di Indonesia pukul 1 WIB, di Malaysia sudah pukul 2 ). Setiba di sana, kami mencari transport untuk ke Malaka. Di LCCT ada loket-loket yang menyewakan taxi & menjual tiket bus. Dari LCCT, tidak ada bus yang langsung menuju ke Malaka. Kami harus menuju ke terminal bus Puduraya di KL ( Kuala Lumpur ) dulu, di sana baru tersedia bus yang menuju Melaka Ada pilihan transportasi yang lain, yaitu dengan menyewa taxi ( loket tersedia di LCCT ), tapi biayanya cukup mahal. Mereka meminta harga RM 198 ( sekitar Rp. 534,000,- ) untuk ke Malaka sekali jalan. Waktu perjalanan dari LCCT-Melaka diperkirakan 1,5 2 jam naik taxi. Karena pertimbangan biaya, akhirnya kami memilih naik bus ke KL dulu. Apalagi menurut staff yang jual tiket bus, perjalanan ke KL Cuma makan waktu 45 menit, dan dari KL ke Malaka Cuma makan waktu 2 jam. Saya pikir paling kan Cuma beda 1 jam. Biaya naik bus dari LCCT Terminal Puduraya : RM 9 / orang. Anak-anak tidak dihitung. Jadi kami Cuma beli 2 tiket. Bus baru berangkat pukul 13.15. Sambil menunggu waktu 30 menit, kami lunch di salah satu `kedai makan' di airport. Jam 13.00 kita naik ke atas bus. Jam 13.40 baru bus berangkat. ( ada jam karet juga di Malaysia :p ) Ternyata perjalanan naik bus dari LCCT ke Terminal Puduraya memakan waktu 1,5 jam. Selain jauh, juga macet di KL ( mungkin karena dekat dengan Hari Raya Idul Fitri ). Waktu bus berhenti di tujuan akhirnya, semua orang pada turun. Kami sempat bingung waktu itu, kan perhentian akhirnya di terminal Puduraya, sedangkan wakti itu bus berhenti di tepi jalan raya. Kami bertanya ke sopir bus, dan si sopir menunjuk bangunan yang terletak sekitar 50 m di belakang bus, "itu Puduraya", katanya. Alamak . Jadi dengan menenteng 2 koper + 1 ransel, kami harus menyusuri trotoar menuju bangunan tersebut. Sesampainya di sana, tidak ada petunjuk sama sekali, baik papan nama "PUDURAYA" sendiri atau mungkin petunjuk lain yang menunjukkan jurusan-jurusan tujuan bus-bus. Juga tidak kelihatan bus yang keluar masuk. Bingung .. Akhirnya kita bertanya ke seorang kaki lima, dan dari dia kita diminta naik ke lantai 2. Sesampai di lantai dua, yang kelihatan cuma foodcourt. Bingung lagi, nih terpaksa nanya lagi salah satu penjual di foodcourt saya diminta jalan terus. Setelah melewati beberapa kios penjual makanan, baru terlihat ada beberapa stand "travel agent" yang menjual tiket ke berbagai macam tujuan. Saya ke salah satu stand & minta tiket ke Malaka. 1 tiket = RM 11, dan kita Cuma diminta beli 3 tiket. Anak saya yang 3 tahun tidak dihitung. Dari stand di sana, kita diantar dengan pegawainya menuju bus yang ke Malaka. Letak bus ternyata berada 1 lantai di bawahnya. Kita turun melalui tangga ( ada banyak tangga di sana, masing2 menuju bus dengan tujuan bermacam-macam ). Kita naik bus yang berkapasitas 40 orang. Perjalanan dai KL Malaka memakan waktu 3,5 jam. Sesampai di terminal bus Malaka, kita naik Taxi (RM 10) ke Hotel Mingood (RM 80/night). Saya dapat kamar di lt. 3. Tidak ada lift. Lumayan capek nih ngangkat koper + gantian dengan istri menggendong si kecil. :p . Kamar di hotel lumayan bersih, Cuma menurut saya lampunya agak suram. Habis semua mandi, waktu sudah menunjukkan pukul 18.45. Tapi karena ada perbedaan waktu dengan Indonesia, jam segitu masih cukup terang di luar. Matahari masih bersinar. Kalau di Surabaya seperti masih pukul 17.00 sore. Setelah tanya jalan ke pegawai hotel, kita naik taxi (RM 8) ke daerah Stadthuys ( yang ada Gereja merahnya ). Ternyata cukup dekat, sekitar 1 km dr hotel Mingood. Setelah ambil beberapa gambar, baru terasa perut ini sudah keroncongan. Oh ya, di daerah Stadthuys ada pangkalan becak, atau tepatnya disebut trishaw / rickshaw (dengan hiasan bunganya yang warna-warni dan meriah ) yang menawarkan local tour di kota Melaka. Biayanya RM 40 / jam. Dan harga tersebut resmi, tercantum di salah satu papan petunjuk di taman tersebut. Tapi ternyata bisa ditawar, kok Akhirnya kita pesan 2 becak untuk hari berikutnya. Mereka akan jemput kita di depan hotel jam 9 pagi. Setelah selesai urusan becaknya, dari Stadthuys kita jalan kaki menuju daerah Chinatown. Bingung mau makan di mana. Akhirnya kita coba-coba pilih salah satu depot di Jl. Hang Jebat. "Afamosa Chicken Rice". Makanan yang saya pesan ternyata ueeenaaakk tenan mak nyusss . he3x.. Untuk 1 porsi nasi & bebek panggang harganya RM 3,5. porsi bebeknya juga gak sedikit. Di Surabaya mungkin bisa Rp. 15,000,- s/d 20,000,- untuk porsi yang serupa. Abis makan, kita jalan kaki menuju hotel, sambil liat-liat toko2 di sepanjang jalan. Saya sempat mampir ke salah satu toko untuk membeli katu perdana "Maxis" salah satu operator telepon selular di Malaysia. Harganya RM 9,8 dengan isi pulsa RM 4. Untuk sms ke Indonesia, biayanya 20 sen/sms. Murah dibandingkan dengan memakai kartu XL saya, Rp. 4,000,- / sms. Untuk pembelian kartu perdana ini, kita diminta meunjukkan passport. Sesampai di hotel, bobo bareng2 .. cape..... :) HARI KEDUA ( 10 OKTOBER '07 ): Breakfast di hotel Mingood tidak bisa pilih-pilih. Kita cuma diberi 2 nasi bungkus yang berisi Nasi Lemak dan Roti Tawar dengan selai untuk anak-anak.. Lumayan lah yang penting kenyang :) Setelah breakfast, saya lihat 2 abang becak yang saya pesan kemarin dating menghampiri hotel. Pertama kita diantar ke Kelenteng Hang Lipo. Setelah itu ke Kampung Melayu. Sesudahnya ke salah satu kelenteng lagi ( saya lupa namanya ). Jam 10 saya minta diantar kembali ke daeerah Stadthuys. Oh ya, kakak istri saya tinggal di Singapore. Dia bersama suaminya mau mengantar kami dari Melaka ke Sunway Lagoon ( tujuan kami berikutnya ). Jam 10 kami bertemu di Stadthuys. Dari Stadthuys, kami bersama-sama ( jalan kaki ) melihat obyek wisata lain di sekitar situ. Ada St. Paul Church, Reruntuhan Afamosa, & Istana Kesultanan. Jam 13.00, kami bersama-sama kembali ke hotel untuk cek out dan langsung go to Sunway Lagoon. Setelah menempuh perjalanan 3 jam, kita sampai di Sunway Lagoon yang terletak di Bandar Sunway, dekat Subang Jaya. Susah betul cari lokasi Sunway Lagoon ini. Kita Tanya ke 3 orang, tidak ada yang tahu lokasinya. Baru orang ke-4 di staasiun pompa bensin yang mengerti posisi Sunway Lagoon. Kita stay di Pyramid Hotel ( USD 79 / night ). Hotelnya buagusss ..  Mestinya mau masuk ke Theme Park nya Sunway Lagoon tapi sudah ditutup pukul 18.00. Baru buka lagi besoknya pukul 11.00 siang. Untuk acara malam, kita hanya jalan-jalan di Sunway Lagoon Shoping Mall yang memang 1 komplek dengan hotel. HARI KETIGA ( 11 OKTOBER '07 ): Setelah breakfast, kita masuk ke Sunway Lagoon Theme Park pukul 11.00. Tiketnya cukup mahal. Untuk dewasa RM 45/ orang. Anak-anak (di atas 90 cm) RM 30 / anak. Total RM 150 untuk keluarga saya. Di dalam Theme Park, suasanya mirip Dunia Fantasi di Jakarta. Di sana ada 2 area. Dry Area & Wet Area. Di Dry Area, permainan yang disediakan berupa Roller Coaster, Kincir Angin, Bom-bom Car, dsb. Untuk Wet Area, aktivitas yang disediakan seperti papan seluncur, kolam renang. Jadi siap-siap bawa baju ganti kalo betul-betul ingin mencoba semua permainan yang disediakan. Pertama-tama kami liat-liat dulu di Dry Area. Di sana kami mencoba permainan2 yang memang untuk "Family Ride". Untuk bisa naik ke beberapa permainan, ada tinggi badan minimum yang harus dipatuhi. Semakin tinggi tingkat bahaya sebuah permainan, semakin tinggi juga persyaratan tinggi badannya. Dan ini betul-betul diperiksa. Kutang 1 cm, tidak boleh masuk. Kalau tidak salah, untuk permainan yang paling berbahaya, tinggi badan minimum 137 cm. Karena tinggi badan anak saya yang paling kecil cuman 105 cm So, kita main yang aman- aman saja Untuk Family ride tidak ada peryaratan tinggi badan minimum. Sekitar pukul 13.00 kami berenang.. tapi sebetulnya tidak betul- betul berenang. Tepatnya bermain-main dengan air. Saya sendiri hanya mencoba permainan seluncuran air yang puanjang, dengan konturnya yang naik turun. Kita harus naik tangga dulu sebelum mencoba permainan ini.. Saya mencoba permainan ini sampai 3 x :) Pukul 15.00 kami sudahi permainan airnya, mengingat ada rute berikutnya yang harus saya tempuh sore itu juga .. ke Genting Pukul 16.30, dari Sunway Lagoon kami menuju Genting. Saya menyewa mobil hotel dengan biaya (RM 150). Dulu, rencana awal saya dari Suway Lagoon ke Genting kita akan naik bus dengan rute : Sunway Lagoon KL - Genting. Tapi mengingat waktu yang terbatas dan takut kondisi badan anak saya nanti kecapekan, akhirnya saya pilih sewa mobil meskipun biayanya cukup mahal. Sebetulnya ada banyak hotel di daerah Genting, tapi pilihan kami jatuh ke First World Hotel atas rekomendasi dari beberapa saudara & teman. Sekitar pukul 18.00, kami tiba di First World Hotel.( RM 110 / night ) Lobbynya besar banget Lebih mirip lobby airport drpd lobby hotel. Inget lho, First World Hotel masuk di Guinness Book of World Record dengan prestasi Hotel dengan kamar terbanyak di dunia. Total jumlah kamarnya 6118 kamar. Bisa dibayangkan kalau para tamunya check in bareng2 . :p Untung pas saya mau check in keadaannya tidak terlalu ramai. Sebelum check in, kita diminta untuk mengambil nomor antrian. Ini antri juga, lho !! Di meja counter yang untuk mengambil nomor antrian, kita diminta untuk menunjukkan kode booking hotel. Saya tunjukkan voucher yang berisikan kode yang diminta. Setelah dicross check dan sesuai dengan data yang mereka miliki, baru kita diberi nomor antrian. Meja counter untuk check in berjumlah sekitar 20an meja dan masing- masing meja diberi nomor. Kita tinggal duduk sambil menunggu nomor kita dipanggil. Panggilan ini berupa papan display yang menunjukkan urutan nomor sekian yang sedang melakukan check in dan sedang dilayani di meja counter nomor sekian. Nggak sulit, kok.. Seperti kalau mau bayar tagihan telepon di kantor telkom. Saya cuma antri sekitar 7 nomor ,skitar 10 menit antrinya. Abis check in, kita menuju ke kamar. Kamarnya ternyata gak terlalu besar tapi nyaman & bersih. Jauh lebih bersih daripada hotel Mingood yang kami tempati di Melaka. Di dalam kamar mandi tidak ada bath tub, Cuma shower + wastafel + closet. Tapi bersih, sangat worth it dengan biaya kamarnya. Abis mandi-mandi, kita menuju ke "Indoor Theme Park" yang berada di dalam lingkungan Hotel First World juga. Kita mesti menuju Lobby Hotel dulu, dari sana kita menuju ke Indoor Theme Park di area sebelah Lobby Hotel. "Indoor Them Park" sendiri terletak di Lantai 1. Lantai 2 berupa Shoping Area & Soping Area. Sedangkan Lantai 3 berupa Food Court. Meriah banget suasana di dalam "Indoor Them Park" ini. Kayak Pasar Malem, tapi guedhe, he3x Untuk bisa menikmat berbagai macam mainan yang disediakan, rata2 biayanya RM 5 / game. Tapi kita bisa beli karcis terusan. Saya lupa berapa biaya karcis terusan untuk per orang, karena saya beli karcis terusan yang untuk paket keluarga. Untuk paket Keluarga ( 2 dewasa & 2 anak ) biayanya RM 76 / hari. Kalau kita ingin karcis terusan untuk 2 hari, biayanya RM 122 / 2 hari. Saya ambil yang paket 2 hari. Tapi menurut hemat saya, kalau ambil karcis terusan, ambil yang untuk 1 hari saja. Sudah puas kok main 1 hari Kami main terus di sana sampai waktu menunjukkan pukul 22.30. Setelahnya kami keliling2 dulu di dalam & sekitar hotel untuk liat- liat. Abis itu . bobo ..  HARI KE-EMPAT ( 12 OKTOBER '07 ): Abis mandi, sekitar pukul 10.00 kami meuju ke First World Café untuk breakfast. Alamak guedhe banget tempatnya. Sudah gak seperti café lagi, lebih tepat disebut Food Court saking gedhenya.. Yang makan juga buanyak.. Maklum, tamunya juga buanyak mengingat ada 6000 kamar, he3x .. Jenis makanan yang disediakan juga cukup beragam. Ada nasi lemak, mie goring, sosis, omelet, roit, dsb. Setelah breakfast, kami menuju ke "Outdoor Theme Park". Lokasinya di halaman Hotel Theme Park, yang berada di sebelah Hotel First World Hotel. Ada jembatan penghubung di antara kedua hotel tersebut. Jaraknya kira2 10-15 menit jalan kaki. Rencana kami sebetulnya hanya anak-anak yang nantinya akan mencoba permainan2 yang ada di sana. Sedangkan saya & istri agak males mau maen2 lagi. Saya pikir sistemnya sama seperti Indoor Theme Park : Mau main, baru beli tiket. Ternyata sistemnya berbeda. Untuk masuk ke Outdoor Theme Park ini, kita diharuskan membeli tiket masuk dulu. Jadi mau main atau nggak, harus membayar untuk masuknya. Sedangkan di dalam tidak ada penjualan tiket lagi. Harga tiket masuknya cukup mahal. Untuk paket family ( 2 dewasa & 2 anak ) : RM 121. Kita sempat bingung mau masuk apa nggak. Apalagi cuaca mendung. ( Kalau hujan, permainan yang terkena hujan akan di off kan dan tiket yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan ). Tapi karena sudah terlanjur di sana, akhirnya masuk juga, dehh Pertama-tama kita naik monorail yang mengelilingi seluruh Outdoor Theme Park ini sambil liat-liat kira2 wahana apa yang akan kami coba nantinya. Setelah mencoba 1-2 permainan, sekitar pukul 12.00 siang kami makan di salah satu cafeteria di sana. Waktu makan, apa yang kami takutkan terjadi juga . : Hujan :( So, wahana2 yang berada di luar otomatis diberhentikan semua. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kamar dulu, istirahat sambil menunggu hujan reda. Untungnya antara Outdoor Them Park dan Hotel Forst World ada jalan yang beratap, jadi sesampai di kamar hotel kami tidak sampai basah kehujanan. Sebelum sampai kamar hotel, saya sempat mencoba liat 4D Movie di Indoor theme Park. Jelek. Sudah antrinya lama ( 30 menit ), filmnya juga bikin pusing ( gambarnya dobel2 ) .. Sekitar pukul 6 sore, hujan berhenti.. Kami berangkat lagi menuju ke Outdoor Theme Park. Semua wahana sudah berjalan normal lagi. Saya mencoba wahana "Space Shot". Ngeriiiiiiii . Sekitar pukul 6.45, hujan turun lagi. Meskipun Cuma gerimis, tapi wahana2nya ditutup lagi hanya beberpa wahana yang tidak kehujanan tetap dibuka. Tapi jumlahnya sedikit. Sekitar pukul 7.30 hujan berhenti. Untuk Weekend & holiday, Outdoor Theme Park mestinya buka sampai jam 10 malam. Tapi kelihatannya wahana2 yang tadi kebasahan kok tidak dimainkan lagi sampai tutupnya Theme Park. Akhirnya kami balik ke Indoor Theme Park. Meneruskan lagi tamasyanya di dalam sana sampai malam Kan kami masih punya karcis terusan yang bisa digunakan untuk hari itu. Oh ya, waktu sudah balik ke kamar hotel, saya pergi sendirian ke kasino yang terletak di dalam Indoor Theme Park. Peraturan untuk masuk kasino : anak-anak tidak boleh masuk, tidak boleh membawa tas, tidak boleh membawa kamera. Besar ruangannya. Macem-macem juga bentuk perjudiannya. Yang ikut maen juga banyak. Yang ikut taruhan mulai dari RM 10 s/d RM 500 ( yang saya tau, lohhh.. ). Untuk ikut taruhan, kita mesti menukarkan uang kita dengan coin permainan. Kita bisa menukarkan uang kita di setiap meja meja permainannya. Untuk menukarkan kembali coin kita ke uang (asli), tersedia teller salah satu sisi ruangan. Saya di sana liat-liat sampai pukul 11an malam. Ngantuk . Balik kamar .. bobo . OK, sementara itu dulu pengalaman saya. Sudah malam, Besok saya mesti kerja & sorenya ke Kota Malang, adik saya mau menikah hari Minggu. Ikut-ikut bantuin nyiapin ini itu lah Untuk pengalaman di Malaysia di hari ke-lima dan seterusnya akan saya teruskan waktu saya balik ke Surabaya lagi dan kalau ada yang masih minat baca .. :p Peace, Hartono Wijaya Nb : Sorry kalo bahasa Indonesia nya masih celometan, maklum .masih pengalaman pertama nulis cerita segini panjang . :p
