Lanjut .. Sebelumnya saya mau revisi. Di paparan saya di hari pertama, saya tulis bahwa perjalanan dari Terminal Puduraya, KL ke Melaka memakan waktu : 3,5 jam. Yang bener sekitar 2 jam an. Istri saya yang ngingetin setelah baca tulisan saya . :p
Oh ya, saya lupa cerita, nih : Pada hari ke empat, setelah breakfast saya nyari bus dulu untuk rute hari berikutnya : Penang. Di depan lobby First Worl Hotel, ada papan penunjuk arah yang menunjukkan "Bus Terminal". Untuk menuju ke "Bus Terminal", kita keluar dulu ke teras Lobby, setelah itu tinggal mengikuti papan penunjuk arahnya. Letak Bus terminal 2 lantai di bawah teras lobby hotel. Di sana ternyata ada beberapa stand "Travel Agent" yang menyediakan bus ke berbagai macam tujuan. Ada yang ke Penang, Melaka, Kuala Lumpur, dsb. Masing-masing stand menyediakan rute dengan tujuan tertentu saja. Jadi tidak semua rute ditawarkan masing-masing stand. Pertama saya menuju ke stand `Sin-Pen Bus' ( atas rekomendasi dari Hotel Mingood, Penang by email ). Ternyata untuk rute Genting Penang di hari berikutnya sudah habis. Walah terus terang agak panik, nih Kalo gak dapet .. mesti ke KL dulu. Terus saya lihat papan nama masing-masing Travel agent. Tidak semua menawarkan rute Genting Penang. Akhirnya ada "Travel Agent 707". Untuk keberangkatan pukul 13.00 ( ada beberapa jadwal keberangkatan dalam 1 hari , kalo gak salah ada 4 kali keberangkatan ) ternyata masih ada 4 seat, tapi duduknya di bagian belakang. Langsung saya ambil, takut kehabisan tiket  Harga tiket RM 35/seat. Total RM 140. Abis dari Terminal bus, kami sempatkan dulu untuk masuk ke Snow World di dalam Indoor Theme Park. Saya lupa berapa harga masing2 tiket masuk untuk dewasa & anak-anak. Saya punya voucher untuk masuk ke Snow world ( diberikan waktu pembelian karcis terusan Indoor Theme Park ), jadi untuk 1 keluarga ( 2 dewasa, 2 anak ) saya tinggal bayar RM 40. Kalau nggak salah, harga normal untuk 2 dewasa & 2 anak = RM 50. Untuk masuk ke sana, tidak diperbolehkan membawa kamera atau handycam. Untuk yang terlanjur membawa, di dalam disediakan locker untuk menyimpannya. Biaya locker RM 1. Jam 11.20 kami masuk ke Snow World ( jadwalnya setiap ½ jam untuk masing-masing group ). Kita diberi pinjam mantel, sarung tangan, & sepatu boot. Karena kami sudah memakai sepatu kets, kami hanya diberi pinjam mantel & sarung tangan. Ada ukuran S,M,L,XL, & XXL untuk mantelnya. Mantel yang ukuran S masih terlalu besar untuk anak saya yang 3 tahun :( Duingiiiiin di dalam. Suhu menunjukkan -5'C. Lantainya berupa hamparan salju. Ada 1 rumah-rumahan panggung, dimana ada tempat seluncuran untuk anak-anak. Mestinya ada tempat seluncuran untuk dewasa ( pakai ban ), tapi gak tau kenapa ditutup, katanya pegawainya belum datang.. aneh .. Di dalam ada 2 fotografer yang siap memotret jika kita minta. Hasilnya akan dicetak di stand di depan counter masuk Snow World. Jika kita berminat dengan hasil fotonya, bisa dibeli dengan harga RM 15 untuk ukuran 5R, dan RM 20 untuk ukuran 8R. Untuk pembelian Combo, 2 foto dengan ukuran 5R & 8R harganya RM 30. Setelah +/- 30 menit di dalam, kita diminta untuk keluar, group berikutnya akan masuk. Di luar, di stand foto di depan counter masuk, sudah ada 4 foto kami waktu di dalam. Cepet juga waktu cetaknya Dari 4 foto, ada 2 yang kami suka. Tapi ukurannya 8R semua. Saya coba Tanya, bisa nggak kalau salah satunya dibikin 5R.. Eh, ternyata bisa lho.. Jadi saya bayar RM 30 untuk kedua foto tersebut. Dari Snow World, kami menuju ke Outdoor Theme Park.. ( Pengalaman di Outdoor Theme Park dst di hari ke empat bisa dibaca di tulisan saya yang pertama ) OK, saya lanjutkan cerita saya . HARI KE-LIMA ( 13 OKTOBER '07 ) : Sekitar jam 10, abis breakfast, kami masuk ke wahana "Ripley's Believe It or Not". Tiket masuk RM 18. Anak-anak di bawah 6 tahun free. Saya beli 2 tiket. Bagus juga di dalam. Tapi ada beberapa bagian lorong yang agak suram, beberapa anak kecil mungkin agak ketakutan. Aneh-aneh barang-barang maupun foto yang dipamerkan. Tapi buat saya yang paling berkesan adalah box "Vampire Killing Kit" yang dibuat pada th 1840. Saya sempat foto. Ada yang minat ? Saya tulis keterangan yang ada di bawahnya : "Dicipta pada 1840, peralatan ini diguna semasa pengembaraan di Transylvania seandainya mereka bertemu pontianak ( vamires ) ! Peralatan ini mengandungi semua yang diperlukan oleh seseorang untuk menakluk pontianak termasuk gading salib, senapan peluru perak, bawang putih, dan pancang kayu !" Sekitar jam 11.40, sekeluarnya dari Ripley's, kita sempatkan dulu untuk jalan-jalan di shoping mall nya First World. Istri saya beli pernak-pernik. Saya sih cuman liat-liat saja. Sekitar jam 12 kami kembali ke kamar hotel untuk ambil barang2 kami. Cek out time di First World jam 12 siang. Oh ya, saya mau kasih tau.. Di Malaysia, SEMUA hotel yang saya tempati menerapkan jam yang sama untuk check in & check out time. Check in : Jam 15.00. Check Out : Jam 12.00. Untuk check out di First World gampang sekali. Kita tidak perlu antri lagi di meja counter. Ada 1 box plastic yang cukup besar ( sekitar 60 x 60 x 40 cm ) berwarna putih, dengan tulisan "EXPRESS CHECK OUT". Letaknya di dekat lift. Di sana diberi keterangan : Untuk Check Out, masukkan saja kunci kamar ( berupa card ) ke dalam box. Beres. Di dalam kamar hotel memang tidak ada kulkas yang biasanya berisi minuman, so tidak ada yang perlu dibayar lagi ke meja counter. Sekedar tips : Untuk beli air mineral botol di First World Hotel, beli saja di toko "Watson". Letaknya sekitar lift area Tower 1. Jual macem2.. mulai dari obat, sabun, odol, tissue, dsb. Harga untuk air menieral yang 1500 ml = RM 2. Untuk yang 500 ml = RM 1. Sebelumnya kami tidak tahu kalau toko ini jual air mineral, habis dari luar tampak seperti toko "Guardian" di mall2 di Indonesia. Kami pikir hanya jual obat2an. Kami tau nya baru di hari ke-2. Di hari pertama, kami beli air mineral di area Indoor Theme Park. RM 5 untuk yang 1500 ml. RM 2.5 untuk yang 500 ml. Mahal :( Ada juga Filtered Tap Water yang disediakan gratis dari pihak hotel ( letaknya juga sekitar area lift ), tapi mengingat kami bawa anak anak, tidak berani deh . takut diare . Sekitar jam 12.30, abis cek out, kami menunggu di teras hotel untuk menunggu bus yang ke Penang. Wah ternyata hari itu di lobby buaaaanyaaaaaak sekali tamu yang akan chek in. Sudah gak seperti lobby hotel lagi . kayak pasar, he3x sungguhan, deh Untung kita check in 2 hari sebelumnya. Sementara istri & anak-anak saya menunggu, saya mampir ke stand travel agent 707 untuk menanyakan bus yang mana yang akan membawa kami. Ada banyak bus yang antri di depan lobby hotel. Setelah diberi tau nomor polisinya, kami masukkan koper ke bagasi & masuk ke dalam bus. Ternyata sudah banyak yang naik. Kami duduk di tempat kami di belakang. Bus berisi 27 seater. Sekitar pukul 13.00 bus berangkat. Alamak, cara nyetir si sopir bus agak nggak aturan. Jalanan di Genting kan berbelak-belok. Maklum, daerah pegunungan eh, si sopir ini rasanya kok tancap gas terus.. Walhasil mual, deh kami bertiga. Saya, istri, & anak pertama pusing- pusing.. Minum antimo. Telat. Istri & anak pertama saya `tumpah' di dalam bus. Ditampung di dalam tas kresek. Di masing2 kursi disediakan tas kresek kecil. Untung anak kedua saya tidur. Sekitar jam 14.00 bus berhenti di depot di kota Tanjung Malim. Beberapa penumpang turun untuk makan, beberapa lagi tetap menunggu di bus. Kami juga turun untuk makan. 30 menit kemudian bus jalan lagi. Selama perjalanan Genting Penang, bus berhenti 3x. Yang pertama di Tanjung Malim, yang kedua & ketiga berhenti di stasiun pompa bensin, memberi kesempatan turun untuk penumpang yang mau ke toilet atau beli makanan kecil. Sekitar pukul 18.30 kami memasuki jembatan menuju ke Pulau Penang. Bagus jembatannya. Panjangnya 13,5 km. Sekitar pukul 19.00 kami tiba di George Town. Bus tidak berhenti di terminal bus ( Sungai Nibong ), tapi berhenti di Komtar, di tepi jalan raya. Komtar ini nama tempat di sebelah Praingi Mall, George Town. Di sepanjang tepi jalan di Komtar ada beberapa kios "Travel Agent". Begitu menurunkan koper, kami menuju ke stand Travel Agent 707 untuk pesan tiket bus Penang-Kuala Lumpur tgl 15 Oktober. Penuh.. Mereka bilang tgl 15 banyak yang pada balik ke KL, karena tgl 16 sudah pada masuk kerja ( libur Idul Fitri ). Kami ke stand sebelahnya. Ada, tapi bus yang 40 seater & jam 11 siang. Kami pesan 4 tiket. RM 32 / tiket. Untuk bus yang 27 seater harganya lebih mahal, lagian sudah penuh semua. RM 40 / tiket. Setelah pesan tiket, kami naik taxi ( RM 12 ) ke Hotel Mingood ( RM 80 / night ). Begitu tau dari luar negri, si sopir taxi menawarkan city tour. Biayanya RM 25 / jam. Dia juga menunjukkan peta tempat2 wisata di Pulau Penang. Saya berkata akan pikir2 dulu. Saya diberi kartu namanya. Hotel Mingood gak seberapa besar. Saya dapat kamar di lt 3. Untung ada lift. Kondisi di dalam agak suram. Tapi lumayan bersih. Tapi yang payah kamar mandinya. Di bawah wastafel disediakan gayung plastik. Tak pikir buat apa Begitu pakai wastafel, ternyata pipa di bawahnya bocor, jadi gayung tersebut berfungsi untuk menampung bocoran air wastafel. Ada bath tub juga. Abis mandi-mandi, sekitar jam 20.00 kami cari makan di sekitar hotel. Kebetulan ada depot Chinese food di dekat hotel Sekitar 50 m jalan kaki. Enak. Juga murah. Sekitar RM 6 / porsi lauk pauk. Untuk Chinese food, menunya kurang lebih sama dengan yang di Indonesia. Puas, deh makannya he3x.. Sekembalinya di hotel, kami bertanya tentang City Tour ke petugas di Front Desk. Orang India. Ramah orangnya. Dia minta supaya kami menunggu pemilik hotel untuk dijelaskan tentang tournya. Sekitar pukul 21.30, pemilik hotel, Mr. Arthur datang. Ramah juga orangnya. Dia menjelaskan tempat2 yang menurut dia bagus di Penang. Dia juga menyarankan pakai taxi saja. Dia juga ada kenalan supir taxi yang biasa antar turis keliling Penang. Biayanya juga RM 25 / jam. Akhirnya kami booking taxi kenalan Mr. Arthur. Setelah itu kami kembali ke kamar tidur . Bobo lagi cape lagi .. he3x OK, gitu dulu untuk hari ini. Sudah malem ( jam 00.00, nih . Besok kerja ) , ngantuk . Lanjutannya saya email lagi besok atau lusa . Peace, Hartono
