Halo Shifa, Senang lihat Shifa beredar lagi di milis :)
Teman-teman, Sharing tips mengenai pasport, saya selalu bawa kantong yang memang dirancang utk diikatkan di badan di balik baju. Kantongnya tipis, hanya seperti kain dgn jahitan kuat dan beberapa tali pengikat ke badan, jadi kemungkinan jatuh kecil. Kita bisa bikin sendiri koq kantong itu..... Berbeda dgn Shifa, setiap kali keluar penginapan maka saya selalu bawa pasport asli, cadangan uang yg tidak diotak-atik dan tiket PP asli yg saya taruh di kantong tsb dan di talikan di perut/punggung spt baju dalam. Karena ditalikan di perut/punggung, maka sebagian kantong itu berada di dalam celana panjang, jadi tidak mungkin jatuh. Saya selalu bawa pasport asli krn utk urus ini itu seringkali harus menunjukkan pasport asli, misalnya saat pinjam sepeda, pesan tiket, dlsb. Sedangkan tiket PP selalu sy bawa, karena kalo ada apa2 maka saya bisa pulang anytime. Dokumen2 tsb wajib punya foto copy-nya dan saya taruh di dlm ransel di penginapan, berikut sebagian uang. Dompet uang & copy dokumen di taruh di tengah2 baju di dlm ransel, jadi orang jahat yg mau ambil bakal repot bongkar2 ransel dulu. Uang sebaiknya ditaruh di beberapa tempat terpisah. Di dompet yg dibawa, di ransel, dan di dalam kantong badan itu. Di dalam ransel pun sebaiknya ditaruh di beberapa tempat. Ini utk menghindari kalo kita kecolongan, maka masih ada cadangannya. Sekedar opini yang berbeda, semoga bermanfaat. Salam, Tari YM ID : [EMAIL PROTECTED] http://kuntarini.multiply.com http://profiles.friendster.com/kuntarini --- Dvi Shifa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sekadar sharing dan berbagi tips, > > Kehilangan bisa terjadi pada siapapun dan di > manapun ! > Kalo boleh saya tambahkan, sebaiknya ke mana pun > kita keluar hanya foto copy dokumen perjalanan kita > saja yang dibawa, sedangkan semua dokumen asli > lainnya disimpan saja di hotel/tempat menginap. > > Saya pernah mengalami kejadian kehilangan tiket > pesawat ketika sedang berada di Oxford, England enam > tahun silam. Entah kenapa, satu amplop berisi tiket > asli dan uang tunai US$ 500 tercecer sedangkan > dokumen2 lain utuh tak tersentuh. Lucunya saya baru > menyadari hal ini justru ketika sudah berada di > London dalam perjalanan menuju Hastings. Karena > harus menukar uang, barulah saya mencari amplop > "berharga" saya. Alangkah kagetnya saya begitu > menyadari apa yang terjadi. > > Sementara waktu itu saya masih harus berkeliling > ke beberapa negara lain dan akan pulang ke > Indonesian melalui Amsterdam, karena saya juga > membawa foto copy tiket saya, sehingga pengurusan > jauh lebih gampang. Saya hanya perlu menunjukkan > copy tiket saya dan selanjutnya tiket pengganti > diambil di kantor maskapai penerbangan yang > bersangkutan di Schipol Airport, Amsterdam dengan > membayar biaya US$ 25 (saya sampai masih ingat jelas > biaya pengganti ini, saking kagetnya hal tersebut > bisa terjadi pada saya). Tapi tetap saja karena > kejadian ini, saya dijadikan bahan ledekan teman2 di > kantor Hastings....phew....maklum biasanya saya yang > paling ribut mengingatkan orang untuk hati-hati, > punya cadangan foto kopi dokumen, eeehhhh, tetap aja > kalo lagi naas, itupun bisa menimpa saya! > > Mungkin ada teman-teman yang punya pengalaman lain > dan bisa keluar dengan solusinya sendiri ? > > Semoga bermanfaat, > Shifa > > IBP Moderator <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > From: theresia pusvita <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: 20 October 2007 02:27:45 GMT+08:00 > > Subject: kehilangan dokumen di LN > > > > Halo teman-teman. > > Salah satu anggota keluarga saya karena > keteledorannya kehilangan > > dokumen2 pribadi di Singapore, semua dokumen, > handphone dan uang > > hilang! Dengan berbagai daya upaya akhirnya ia > bisa pulang lagi ke > > Indonesia. Proses kepulangannya mencari pengganti > passpor di > > Kedutaan Besar Indonesia di Singapore sih tidak > terlalu sulit, saya > > tinggal fax akta kelahiran dan ktp ke kedutaan, > kemudian diberi > > surat pengganti passpor, diberi tiket feri, > pulanglah sana ke > > negaramu..... > > > Selama belum memperoleh surat pengganti dia hidup > dari sisa uang > > yang ada (kalau dirupiahkan hanya 300rb untuk > berdua) dan belas > > kasihan WNI yang ketemu di sana hehehe, untungnya > sebelum berangkat > > saya yang di Indonesia iseng2 kontak dengan salah > seorang WNI di > > Singapore yang saya peroleh dari milis ini > (nah...berguna jg kan > > milis ini dalam keadaan darurat, thx berat!!) > sehingga semalam > > terakhir dia ditampung oleh teman baru saya itu. > Saya saja kadang > > berpikir kalau saya ada di posisi ditelp orang > yang tidak saya > > kenal untuk dimintai tumpangan atau dimintai > bantuan pasti ketar- > > ketir jg orang baik-baikkah dia? Lha teman baru > ini dengan segera > > menemui keluarga saya itu dan memberi tumpangan, > terima kasih Mr. > > Yani.... > > > > Sebagai saran : > > 1. sebelum berangkat tinggalkan foto kopi dokumen2 > yang dibawa > > kepada orang di rumah sehingga apabila terjadi > sesuatu keluarga > > bisa cepat membantu (pada pengalaman di atas saya > tidak pegang foto > > kopi passpor) > > 2. Bawa juga foto kopi dokumen selama bepergian > namun simpan > > ditempat/tas yang berbeda dengan dokumen asli > > 3. Jangan membawa dokumen, uang, kredit card, > kartu atm dan > > handphone dalam satu tempat, jadi apabila salah > satu hilang tidak > > habis-habisan, uang pun bisa 'dipecah' di beberapa > tempat : tas > > pinggang,kantong,etc > > 4. Sebelum berangkat mungkin bisa mencari kontak > WNI yang ada di > > negara tersebut, kalau kebetulan ketemu yang baik > hati yah pastilah > > banyak terbantu, kita yang di Indonesia tinggal > mengirimkan biaya > > pengganti ke rekening orang tersebut. > > > > Mungkin teman-teman yang lain bisa menambah saran, > tips-tips > > mengadapi keadaan darurat di LN. > > > > Ada satu pertanyaan saya khususnya untuk negara > Singapura, mungkin > > teman-teman ada yang bisa memberi info : Ada > kemungkinan dokumen > > yang hilang tersebut dikirim ke keduataan besar > Indonesia di > > Singapura kalau yang nyopet punya sedikit rasa > handarbeni atau > > mungkin ditemukan oleh orang lain terus dikirim ke > kedutaan, apakah > > kami bisa melacaknya di kedutaan, bagaimana > caranya atau mungkin > > ada yang punya contact person? > > > > Terima kasih.... > > vita > > > > _________________________ > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > > http://dvishifa.multiply.com > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > "No SPAMMING or forwarding unrelated messages, you > will be banned immediately" > > Indonesian Backpacker Communities > visit our website at www.indobackpacker.com > backpacking trip visit > http://backpacking.indobackpacker.com > Photogallery visit > http://photogallery.indobackpacker.com > > "Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang > tidak Perlu dan kkutip bagian yang perlu saja" > > Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk > menghindari Virus dan Menghemat Bandwidth. > > - Satu email perhari: > [EMAIL PROTECTED] > - No-email/web only: > [EMAIL PROTECTED] > - menerima email: > [EMAIL PROTECTED] > - berhenti dari milist kirim email kosong : > [EMAIL PROTECTED] > - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > (Yahoo! ID required) > === message truncated === Salam, Tari YM ID : [EMAIL PROTECTED] http://kuntarini.multiply.com http://profiles.friendster.com/kuntarini __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
