By definisi adalah perubahan jadwal penerbangan yang dilakukan salah satu pihak, bisa dari pihak penumpang bisa juga dari airline. Kondisi-nya bisa jam penerbangan bisa maju bisa juga mundur. Yang repot adalah kalau maju, misalnya rencana terbang jam 18.00 di majukan menjadi 15.00. Sesuatu yang tidak mustahil terjadi. Lalu calon penumpang tidak tahu / tidak diberitahu. Begitu datang tepat waktu untuk check in di kabarkan pesawat sudah berangkat.
Melihat kondisi airline di Indonesia, bukan mustahil kondisi ini terjadi. Saya ngalami 2 kali tanpa pemberitahuan sama sekali. Baru ketahuan waktu ngga sengaja re-konfirm. Pihak airline mengaku sudah kirim SMS. Tetapi sama sekali saya tidak pernah menerima pemberitahuan apa pun. Hp saya serta no telp rumah yang saya berikan waktu beli tiket selalu dalam kondisi on. Untung waktu itu saya konfirm ulang. Kalau tidak, ya apes lah. Belajar dari pengalaman pribadi dan rekan-rekan yang punya pengalaman sama, tampaknya ada beberapa hal yang bisa disharingkan : Pertama. Reschedule adalah hal yang biasa dan bisa terjadi pada setiap airline di Indonesia. Saya ngalami sekali dengan Garuda, 2x Lion Air, rekan saya ngalami dengan Sriwijaya. Entah rekan-rekan lain yang sering terbang. Pihak airline biasanya tidak mengatakan terus terang alasannya. Namun kita bisa memaklumi kalau alasannya minim penumpang sehingga airline tidak mau rugi. Kedua. Kalau bertanya kepada CS airline, reschedule flight umumnya diberitahukan kepada calon penumpang. Namun pengalaman sama sekali calon penumpang tidak beritahu meskipun sudah memberikan no hp atau telp yang selalu on. May be airline mau irit pulsa atau sibuk sama sekali. Entah lah. Yang pasti kalau sudah begini calon penumpang pada akhirnya akan berada di pihak yang kalah. Lho kog...? yup....Indonesia gitu lho.... Ketiga. Bagi mereka yang biasa pesen tiket jauh-jauh hari sebelumnya, katakanlah sebulan sampai 2 bulan lebih sebelum keberangkatan, perlu lebih inisiatif cari tahu kira-kira seminggu sebelum berangkat apakah airline lakukan reschedule. Lalu kalau lakukan reschedule, bagaimana nasib si calon penumpang? Jangan mengandalkan pihak airline akan lebih pro-aktif atau mau berbaik hati akan hubungi calon penumpang. Lagi-lagi jangan lupa, ini di Indonesia. Begitu calon penumpang bayar tiket dan airline sudah terima duit, maka tidak berlaku lagi customer is king, tapi airline is king. Keempat. Untuk menghindar keruwetan yang berbuntut pada "kekalahan": calon penumpang, sering-sering lah monitor status tiket terutama yang booking jauh-jauh hari. Tujuan-nya adalah menghindar kesulitan saat keberangkatan. Lebih baik problem diselesaikan sebelum berangkat ketimbang pas hari H. salam [Non-text portions of this message have been removed]
