Source :
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.13.06312899&channel=1&mn=59&
idx=72
Franky yang Penasaran Menaklukan Tujuh Puncak Dunia
Franky Kowaas (kiri) dan Ketua Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Jody
Alexander Tirie saat acara peluncuran Indonesian Seven Summit Expedition
2008-2009 di Gedung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, pada Rabu (12/3).
Artikel Terkait:
* Pendaki Indonesia Akan Taklukkan 7 Gunung Tertinggi di Dunia
Kamis, 13 Maret 2008 | 06:31 WIB
JAKARTA, SENIN - Jika tak ada aral melintang, Franky Kowaas akan menjadi
orang Indonesia pertama penakluk puncak tujuh gunung tertinggi pada beberapa
benua. Pria kelahiran Manado, 46 tahun silam ini telah ditunjuk Federasi
Mountaineering Indonesia (FMI) sebagai calon seven summiteers (pendaki
gunung yang telah mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua).
"Saya dipilih oleh FMI sejak Oktober 2007. Setelah Ketua Umum FMI Jody
Alexander Tirie melakukan survei dan banyak bercakap-cakap dengan pendaki
akhirnya saya yang dipilih," kata Franky saat dihubungi via telepon, Rabu
(12/3).
Terpilihnya ayah dua anak ini dan keinginan untuk menyetujui permintaan FMI
tersebut telah membuka lebar kesempatan baginya menjawab rasa penasaran yang
menghantuinya selama ini. Suami Nanvie Tagah ini cukup heran melihat
kenyataan tak ada satu pun orang indonesia yang menjadi seven summiteers.
"Masak di antara 200 juta orang di Indonesia ini tidak ada yang bisa menjadi
seven summiteers. Itu yang membuat saya penasaran. Saya anggap saat ini
adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa bangsa kita bisa," kata
Franky di sela-sela acara peluncuran Indonesian Seven Summit Expedition di
Kantor Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu.
Meskipun tergolong minim pengalaman sebagai modal penting menaklukan tujuh
gunung tertinggi di tiap benua, Franky optimis bisa melakukannya.
Pengalamannya sebagai mountaining guide di Carstensz Pyramid merupakan modal
utamanya. Carstensz Pyramid adalah puncak gunung tertinggi di Benua
Australia/Oceania.
"Saya sudah bekerja di situ sejak tahun 2000 dan sudah 38 kali mendaki
gunung tersebut," kata pria yang sejak kecil sudah terlibat aktif naik
gunung saat ikut pramuka dan juga mapala (mahasiswa pecinta alam).
Optimisme Franky cukup beralasan. Selain dukungan besar dari banyak pihak
(termasuk keluarga), keseringannya menaklukkan Carstensz Pyramid tidak bisa
dianggap sepele. Pasalnya, secara teknis, mendaki Carstensz Pyramid
dinilainya paling sulit ketimbang ke enam gunung lainnya. Ketiadaan orang
Indonesia yang menjadi bagian seven summiteers diakui Franky bukan karena
tak mampu. "Ini sebenarnya soal kesempatan. Ada banyak orang sebenarnya
yang penasaran ingin melakukannya. Tapi itukan butuh uang dan waktu,"
katanya.
Ia bersyukur saat ini punya kesempatan besar untuk mewujudkan impian banyak
orang tersebut. Dengan dukungan dana sekitar Rp 9 miliar, Franky coba
mengharumkan negara Indonesia di mata internasional dengan mencoba
menancapkan bendera Indonesia pada tujuh puncak gunung tersebut. Persiapan
fisik dan mental pun rutin dilakukannya saat ini. Saat ini, gunung Kalabat
di Manado menjadi tempat simulasi pendakiannya. Jogging pun kerap
dilakukannya sebagai bagian dari latihan fisik. "Dalam sehari bisa 40 sampai
60 menit lari. Dalam seminggu bisa dilakukan dalam empat hari," katanya.
Makanannya pun tidak akan banyak berubah selama proses persiapan dan
pendakian nanti. Menurut Franky, makanan yang baik justru makanan yang
sering sudah biasa dikonsumsi pendaki. "Kalau sering makan mie, ya bawa
mie," katanya.
Satu hal yang tak kalah pentingnya yakni persiapan mental. "Mental harus
dilatih, terutama bagaimana menghadapi saat-saat lelah. Karena persoalan
pendakian sebenarnya bukan masalah kecepatan, tapi ketahanan," kata Franky.
Akhir Maret nanti, Franky akan membuktikan optimismenya. Di tengah dukungan
para pecinta gunung, pemerintah, dan masyarakat luas, pria yang telah
menjadikan pendaki sebagai profesinya akan mencoba menaklukkan puncak gunung
pertama yakni Gunung Kilimanjaro yang berlokasi di Tanzania. Pada Franky,
rasa penasaran sebagian besar pendaki di Indonesia akan coba dijawab.
SMS
http://odesya.multiply.com
http://community.webshots.com/user/kunlun_it
"The true mountaineer-climber or hill walker walks softly through the
wilderness striving to leave not the slightest trace in his passage."
"Mountaineering - Freedom of the Hills"
--
Get Adventure Experience in Backpacking Trip for Fun Adventure, Eco
Adventure, Nature Adventure
http://backpackingindonesia.com
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com